Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Bekisar Merah” as Want to Read:
Bekisar Merah
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Bekisar Merah (Bekisar Merah #1-2)

3.63  ·  Rating Details  ·  231 Ratings  ·  55 Reviews
Edisi cetak ulang yang terdiri atas Bekisar Merah dan Belantik.

****
Bekisar adalah unggas elok, hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam biasa yang sering menjadi hiasan rumah orang-orang kaya. Dan, adalah Lasi, anak desa yang berayah bekas serdadu Jepang yang memiliki kecantikan khas—kulit putih, mata eksotis—membawa dirinya menjadi bekisar di kehidupan megah seorang
...more
Paperback, Cetak Ulang Gabungan Bekisar Merah & Belantik, 358 pages
Published February 2011 by Gramedia Pustaka Utama, PT
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Bekisar Merah, please sign up.

Be the first to ask a question about Bekisar Merah

Community Reviews

(showing 1-30 of 481)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Pandasurya
May 31, 2011 Pandasurya rated it really liked it
Keindahan Dalam Kesederhanaan Kata-kata

Baiklah, saya bicara tentang Lasi. Lasiyah nama lengkapnya. Perempuan ini adalah tokoh utama dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari (AT). Sosoknya yang muda, cantik, berkulit putih, bermata eksotis, dan berwajah seperti orang Jepang membuat banyak lelaki tertarik padanya. Senyumnya mampu menggoyahkan iman para lelaki, baik yang alim maupun yang bangsat.

Lasi adalah sosok perempuan kampung yang lugu, polos, namun tabah dan pasrah menjalani guratan nasi
...more
an
Jun 18, 2015 an rated it it was ok
Shelves: novel, punya
ya, rhe hanya memberi 2 bintang untuk tulisan ini. ga tau berapa bintang jika membaca buku awal na -yang ga digabung-. ada yang bisa ngasih tau apakah edisi ini isi na sama dengan buku bekisar merah dan belatik waktu diterbitkan terpisah?

kembali lagi soal 2 bintang. kenapa 2? cz penulis iseng menggelitik dan nyentil issue sosial dan politik saat itu tapi kesan na hanya nyolek aja. andai issue sosial dan politik itu adalah manusia, kesan na dia hanya tau nama doang, ga main bareng :D

menyingkapi t
...more
e.c.h.a
Ah....kisah hidup Lasi di Belantik tidak sekompleks di Bekisar Merah. Lasi seakan-akan tidak bisa belajar dari pengalaman. Lasi memang polos, tidak tahu apa-apa, penurut. Tapi apakah ingin untuk terus-terusan menjadi sosok yang berkepribadian polos dan nrimo?

Kanjat, kau sebagai laki-laki haruslah berani. Aku tidak melihat sedikitpun usaha yang kau lakukan untuk Lasi. Setidaknya lakukanlah atas nama cinta.

***
Aku ingin cerita yang luar biasa di Belantik, sama luar biasanya dengan Bekisar Merah. Sa
...more
Alvina
Mar 09, 2016 Alvina rated it liked it
Di desa Karangsoga, mata pencaharian utama masyarakatnya adalah penyadap nira. Demikian pula dengan suami Lasi, Darsa, yang berangkat setiap sore untuk mengumpulkan hasil sadapannya di pagi hari. Suatu sore, hujan turun dengan derasnya bersama petir yang menggelegar. Naluri penyadap Darsa tahu bahwa sebaiknya ia tak nekat pergi mengumpulkan hasil sadapan. Tetapi jika ia tak pergi, bagaimana ia akan memberi makan istrinya, sebab jika hasil sadapan itu dibiarkan semalam maka tak akan ada gula bagu ...more
Almahira
May 28, 2016 Almahira rated it really liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Teguh Affandi
Mar 19, 2014 Teguh Affandi rated it liked it
Novel Ahmad Tohari ini sebenarnya biasa-biasa saja. Konflik yang sangat lumrah bahkan di dunia sinetron pertelvisian sering diangkat. Tetapi apa tidak ada yang menarik dari buku ini? Coba lihat bagaimana Ahamd Tohari bercerita dan mendiskrispikan dunia pedesaan di desa Karangsoga. (inilah yang saya sangat sukai dari novel ini, ngiri bagaimana Ahamd Tohari berkisah dan menggambarkan lingkungan pedesaan). Novel ini gabungan dari dua novel Bekisar Merah dan Belantik.

Judul novel BEKISAR MERAH setida
...more
winda
Oct 28, 2014 winda rated it liked it
Shelves: my-bookshelf, fiction
Beli buku ini, karena kesulitan mencari buku belatik yang menjadi buku lanjutan dari bekisar merah.

Cumannya karena disatukan bukunya, jadi berasa banget, kisah di Belatik banyak pengulangan kisah dari Bekisar Merah. Dan ceritanya kok jadi drama baget yaaak seperti cerita di layar kaca. Happily ever after.. too good to be true... yaaa semacam itulah.
Tapinya tetep suka sama tulisan ahmad tohari yang menggambarkan kehidupan pedesaan dengan nilai-nilai yang dijaga.

kutipan dari buku Belatik
agar h
...more
Argo Prasetyo
Nov 01, 2014 Argo Prasetyo rated it really liked it
Lasi si bekisar merah, Bambung sang bekisar menyiratkan kehidupan Indonesia yang mencoba membangun dirinya. Kekuasan diatas kemelaratan rakyatnya.... Saya rasa sampai sekarang masih ada fenomena itu di Indonesia.
Ahmad Tohari secara polos mengungkapkan fenomena tersebut. Apa adanya....
Nana
Aug 11, 2015 Nana rated it liked it
Kalau cuma menilai dari segi cerita, mungkin gue cuma kasih 1 bintang. Alurnya datar, konfliknya kurang menggigit, dan tokoh-tokohnya nggak ada yang bikin gue simpati. Nggak kayak Ronggeng Dukuh Paruk, yang biar gue cuma baca edisi masih disensornya dan gue nggak ngerti nyambungnya akhir Lintang Kemukus Dini Hari sama Jantera Bianglala tuh apa, tetap meninggalkan kesan yang dalam.

Tapi memang, keahlian Ahmad Tohari dalam menulis buku tuh ada di deskripsi latarnya, dan juga persoalan rakyat jelata
...more
Reza Sanusi
Seperti Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari selalu mengambil tokoh utama perempuan cantik yang teraniaya karena kecantikannya. Seolah- olah menjadi cantik itu kutukan. Begitu pun di Bekisar Merah ini, Lasi atau Lasiyah, perempuan blasteran Jawa Jepang yang terpaksa mengalami kehidupan carut marut selayaknya drama di kota besar Jakarta. Bosan? mungkin karena alurnya sinetron dan mudah tertebak... Kekuatan Ahmad Tohari ada pada caranya mendeskripsikan desa tempat Lasiyah tumbuh besar. Selanjutnya s ...more
Aqessa Aninda
May 12, 2016 Aqessa Aninda rated it really liked it
Novel ini sukses men-kruwes-kruwes hati saya. Ahmad Tohari ini ceritanya selalu tentang orang-orang kecil. Bikin empati tuh terasah mulu. Bukan karena kesusahan atau kesederhanaan hidupnya. Justru karena cara mereka berserah diri dan keterbelakangan informasi yang mereka dapat. Tokoh cowok-cowoknya juga selalu adorable. Dari jamannya Rasus di Ronggeng Dukuh Paruk, sampai Kanjat di Bekisar Merah. Bahasa Ahmad Tohari termasuk mudah dipahami. Sederhana tapi ngena.

Bekisar Merah ini berkisah tentang
...more
Afrianti Pratiwi
Feb 29, 2016 Afrianti Pratiwi rated it really liked it
Saya memutuskan membeli novel ini karena tertarik dengan penulisnya. Ya, ini novel Ahmad Tohari pertama yang saya baca setelah sebelumnya saya sempat menghadiri seminar dan bedah buku beliau di kampus. Kebetulan, karena saya studi di salah satu universitas yang menjadi kota asal beliau. Novel beliau yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk sudah sangat terkenal, namun saya belum sempat membacanya. Padahal di perpustakaan fakultas tersedia. Hahaha. Novel ini sendiri terbagi dua bagian, yaitu Bekisar Me ...more
Sayekti Ardiyani
Dec 07, 2014 Sayekti Ardiyani rated it really liked it
Dwilogi Bekisar Merah dan Belantik yang disatukan dalam satu buku ini menarik. Realitas dan kritik yang diramu dalam cerita oleh Ahmad Tohari masih aktual untuk saat ini. Bekisar Merah memaparkan ketidakberdayaan seorang perempuan desa, Lasi, menjalani nasibnya, kalah oleh tangan-tangan yang berkuasa. Sementara dalam Belantik, Ahmad Tohari mengutarakan kritik terhadap para penguasa yang berperan sebagai 'belantik' politik. Selalu yang khas dari Ahmad Tohari, bahasanya sederhana, kaya akan kearif ...more
Dini Rosita Sari
Mar 28, 2012 Dini Rosita Sari rated it liked it
Salah satu yang menjadikan buku ini 'tidak biasa' adalah kemampuan penulisnya dalam mendeskripsikan setiap detil keindahan alam dan konflik batin yang dialami masing-masing tokoh. Meskipun bisa dibilang tidak ada satu pun tokoh dalam Bekisar Merah yang bisa dibilang berkarakter kuat, namun dengan kelihaian penulis mengolah kata, semua jadi terpoles dengan rapi dan terasa indah.

Lasi adalah gadis lugu dari Desa Karangsoga. Diceritakan dia adalah seorang gadis blasteran Jawa-Jepang. Pernikahan pert
...more
Ummi Maya
Jul 21, 2013 Ummi Maya rated it really liked it
sederhana, tapi sarat makna.
Masih dengan penggambaran pemandangan desa , kali ini desa Karangsoga, yang demikian damai, kehidupan para penyadap nira yang miskin, keluarga pembuat gula merah yang hanya bisa berpikir makan apa hari ini.

Cerita di buka tentang kehidupan penderes nila di Desa Karangsoga. salah satunya adalah Darsa, yang merasa sangat beruntung karena memiliki istri secantik Lasi. Lasi anak keturunan Jepang-Indonesia, dengan kekhasan fisik yang tampak berbeda dengan pemuda lain di Des
...more
Harun Harahap
Apr 24, 2011 Harun Harahap rated it liked it
Shelves: punya, fiksi, indonesian
Bekisar Merah adalah analogi yang diberikan untuk Lasi. Dia adalah keturunan campuran Indonesia-Jepang. Ketika lasi mengenakan kimono merah, sungguh cantik sekali dipandang. Sayang karakter Lasi di novel ini tak membuat saya terkesima. Kurang kokoh dan tak bisa mempunyai prinsip. Menangis adalah wajar tapi jika sering dilakukan,orang lain pun akan bosan.

Lasi bukanlah orang kota, dia lahir dan tumbuh besar di Karangsoga. Sebuah desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai penyadap nira dan men
...more
Adek
Jun 28, 2013 Adek rated it liked it
Seorang teman pernah menanyakan pada saya, pilih Bekisar Merah atau Ronggeng Dukuh Paruk. Lalu baru pagi ini saya bisa menjawabnya.

Buku Ahmad Tohari ketiga yang saya baca. Di halaman-halaman awal romansa kekhasan AT seperti sudah terendus.

Bekisar Merah diawali dengan kehidupan rumah tangga Darsa dan Lasi. Seperti kebanyakan warga Desa Karangsoga lainnya, mereka hidup dari hasil nira kelapa. Setiap hari, Darsa menyadap nira kelapa. Sebagai penderes, dengan penghasilan seadanya, namun cinta Lasi s
...more
Lala
Aug 11, 2013 Lala rated it really liked it
Membaca buku karya Ahmad Tohari berarti menguatkan diri untuk mampu terus membaca segala kepedihan dan kegetiran yang ada. Seperti trilogi 'Ronggeng Duku Paruknya' yang sungguh-sungguh getir, Bekisar Merah juga berasa sama, dengan kadar - yang menurut saya - jauh lebih lunak.

Membaca prosa Ahmad Tohari berarti siap dengan kalimat-kalimat yang indah tapi juga sederhana, jujur, dan kadang membawa pembaca ke "rasa" yang berbeda.

Aku menyukai buku ini, mesti sempat berhenti membacanya demi menguatka
...more
Edlin
Jul 31, 2012 Edlin rated it liked it
Sebagai novel etnografis, Tohari dalam novel ini memberikan informasi mengenai kehidupan para penyadap nira. Setting tempat pada novel ini adalah sebuah desa di Jawa dan Jakarta, dengan kisaran waktu era pemerintahan Soekarno. Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang peranakan Jepang-Jawa (bernama Lasi) yang karena kecantikannya diperebutkan oleh para jutawan-jutawan (berkaitan dengan nilai mata uang) pada masa itu. Jutawan-jutawan ingin mendapatkan Lasi hanya untuk mendapatkan kebanggaan kare ...more
Ina
May 12, 2014 Ina rated it really liked it
Bahagia adalah saat dimana kita mengetahui tempat untuk pulang. Tempat bukan hanya Desa Karangsoga yang selalu hadir dalam benak Lasi. Tapi juga hati orang-orang yang tinggal di sana.

Cerita yang sederhana sebenarnya, tapi Ahmad Tohari (seperti biasanya) mampu menghadirkan suasana khas pedesaan baik lingkungan alamnya, lingkungan sosialnya, pergulatan pemuda terpelajar dari desa (representasi Kanjat), serta karakteristik pedesaan yang sedikit demi sedikit mulai pudar akibat modernisasi. Secara um
...more
Juliahartini
Nov 11, 2014 Juliahartini rated it liked it
this novel is written by Ahmad Tohari. Lasi is character in a story. Lasi's wife Darsa. they live in Karangsoga. Darsa work a penyadap nira. One day, Darsa flunk from tree. although Lasi care to Darsa, but Darsa treason. finally, Lasi meet with Han. She like bekisar merah, plush life with Han, but Lasi Not happy. Finally, Lasi meet with Kanjat, Lasi's friend when they are young children.
World Literature Today
"Red Bekisar abounds in charming descriptions of the village life in Karangsoga, the daily life of the coconut tappers, the making of brown sugar, and the feudal economy of a rural society as yet untouched by technological and cultural modernity. This is the novel’s strength as well as its weakness; the neat division of the simple country and corrupt city at times minimizes the gravity of the pastoral in the lives of the characters and turns it into local color. . . Red Bekisar is an entertainin ...more
Qunny
Jun 25, 2016 Qunny rated it it was ok
Saya sangat suka dengan detil setting dan bagaimana Ahmad Tohari mendeskipsikan desa Karangsoga. Berasa hidup, berasa nyata di sana. Lalu latar suasana yang juga membuat saya sedikit bersimpati dengan Lasi, tokoh utamanya.

Tapi saya merasa ... alurnya datar dan tokoh-tokoh yang lain nggak menarik perhatian saya. Bahkan entah kenapa kisah cinta Kanjat dan Lasi juga berasa, yah, gitu aja.
Imas
Sep 10, 2013 Imas rated it liked it
Shelves: indonesia-buku
Terjadi kesalahan ambil buku saat memilih untuk membaca buku ini, yang ada dalam pikiran pengen baca buku penulis lain sebenarnya, tapi malah mengambil buku ini dari tumpukan belum dibaca.

Saat membaca sudah kepikiran penceritaannya mirip-mirip Ronggeng Dukuh Paruk...saat sampai dihalaman terakhir dihalaman tentang penulis lah memang ini Ahmad Tohari penulisnya.

Detil, dengan dialog-dialog sederhana,menyinggung kondisi sosial dan politik, Bekisar Merah menceritakan kisah hidup seorang wanita dusun
...more
cindy
penggambaran desa karangsoga beserta semua liku budayanya sangat enak dinikmati, tapi karakter utamanya sendiri, si lasi itu... gimana ya... lugu-lugu-njengkelke, kagok, setengah-setengah.
untuk muatan politiknya, meskipun novel ini ditulis sekian tahun yang lalu, ternyata kebobrokan negri kita ini gak banyak berubah ya... -_-

Review lengkap ada di
http://readbetweenpages.blogspot.com/...
Pila
Jan 27, 2013 Pila rated it it was amazing
Diawali dengan seorang mahasiswi yang punya sisa uang bulanan. Memutuskan untuk menjajal menginjakkan kaki ke Kinokuniya Senayan. Ubrek sana, ubrek sini—tak juga buku-buku milik Steve Berry ditemukannya. Lelah, dia iseng menjajal rak buku-buku Indonesia.

Ada buku ini di pojok. Di rak paling atas, sebelahan sama 'Bumi Manusia'-nya Pramoedya.

And the, she made the best decision. SHE BOUGHT IT.

Buku ini keren. Meski intinya sama kayak 'Ronggeng Dukuh Paruk', saya sama sekali bisa nggak bosan baca ini
...more
Dzakiyatun Niswah
Aug 26, 2014 Dzakiyatun Niswah rated it it was amazing
this book told me that life is not so easy. there, those people were describe so clearly. how the could live, how much their struggling. and sometimes that's very different with our life nowadays. people who interest in social or antrophology should have read it. recommended :)
adiaddicted
Oct 20, 2015 adiaddicted rated it liked it
Kali kedua membaca dwilogi ini dan masih menarik, meski terlihat sederhana dari segi cerita namun esensi ckp dalam bagi perjuangan perempuan yg hanya sebagai obyek bukan subyek ..begitu
Alin A
Jan 27, 2013 Alin A rated it liked it
Pertama, saya suka dengan isu sosial yang diangkat, yakni mengenai kemiskinan hidup para penyadap kelapa. Yang kira-kira ya, diangkat pada seting sekitar tahun 1960-1970-an. Di sini kita melihat bahwa bagaimana perjuangan penyadap kelapa untuk membuat gula, yang mempertaruhkan nyawa, belum lagi yang sering kali mengalami permainan harga gula. Isu kedua ialah tentang gadis gadis keturunan Jepang/Cina pada masa itu sering dicari, mulai dari sebagai istri, hingga gundik. Sebenarnya sih, ekspektasi ...more
Riestya
Oct 16, 2014 Riestya rated it it was ok
Penggambaran panorama alam desa yang bersahaja. Terasa damai dengan hanya dengan memejam mata dan menghadirkan dlm imaji. Namun inti cerita sendiri mudah ditebak alurnya dan akhirnya.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 16 17 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Gadis Kretek
  • Pohon Pohon Sesawi
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Jalan Tak Ada Ujung
  • Tarian Bumi
  • Arok Dedes
  • Maryam
  • Maya
  • Lampuki
  • Amba
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
624095
Ahmad Tohari is Indonesia well-knowned writer who can picture a typical village scenery very well in his writings. He has been everywhere, writings for magazines. He attended Fellowship International Writers Program at Iowa, United State on 1990 and received Southeast Asian Writers Award on 1995.

His famous works are trilogy of Srintil, a traditional dancer (ronggeng) of Paruk Village: "Ronggeng Du
...more
More about Ahmad Tohari...

Other Books in the Series

Bekisar Merah (2 books)
  • Bekisar Merah (Bekisar Merah, #1)
  • Belantik (Bekisar Merah, #2)

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Tertawalah selagi ada peluang, meski hanya sejenak.” 1 likes
More quotes…