Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “86 ” as Want to Read:
86
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

86

by
3.43  ·  Rating Details  ·  298 Ratings  ·  86 Reviews
Apa yang bisa dibanggakan dari pegawai rendahan di pengadilan? Gaji bulanan, baju seragam, atau uang pensiunan?

Arimbi, juru ketik di pengadilan negeri, menjadi sumber kebanggaan bagi orangtua dan orang-orang di desanya. Generasi dari keluarga petani yang bisa menjadi pegawai negeri. Bekerja memakai seragam tiap hari, setiap bulan mendapat gaji, dan mendapat uang pensiun sa
...more
Paperback, 256 pages
Published March 1st 2011 by PT Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about 86, please sign up.

Be the first to ask a question about 86

5 cm by Donny DhirgantoroPerahu Kertas by Dee LestariLaskar Pelangi by Andrea HirataNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiDan Hujan Pun Berhenti by Farida Susanty
Unforgettable Indonesian Fiction
65th out of 109 books — 338 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Novel Indonesia Terbaik
321st out of 342 books — 353 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 527)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Nike
Apr 20, 2011 Nike rated it really liked it
Shelves: fiksi
Apa yang ada dalam benak kalian ketika mendengar istilah 86 (delapan enam) ?
Jujur saja, saya berasa denger polisi yang sedang bertugas. Awalnya saya pikir 86 itu berarti sebuah istilah untuk mengatakan setuju atau ‘oke’. Ternyata saya kurang tepat. Istilah lapan enam atau dalam huruf ditulis ”86” adalah salah satu kode atau sandi yang harus dipahami oleh anggota polisi. Sandi itu memiliki arti sama-sama mengerti atau memahami. Makin kesini, istilah 86 ini jadi berarti ‘beres’. Ya, semua bisa ‘be
...more
Harun Harahap
Mar 17, 2011 Harun Harahap rated it liked it
Shelves: punya, fiksi, indonesian
KORUPSI

Capek nggak setiap mendengar kata tersebut? Bosen nggak? Kalo belum, bagus. Berarti anda masih peduli dengan bangsa ini. Walau korupsi sepertinya telah membudaya, tapi gue yakin masih bisa dihapuskan dari Indonesia. Gampang? Beuhhhh, ya nggaklah. Tapi walau sulit, kalau berusaha pasti bisa.

Dalam novel terbarunya, Mbak Okky mengambil tema korupsi tersebut. Khususnya di lingkungan hukum Indonesia. Beliau menuturkan bagaimana lembaga hukum di Indonesia tidak bisa memberikan keadilan bagi tia
...more
Mia Prasetya
Apr 05, 2011 Mia Prasetya rated it liked it
86 - Okky Madasari, kesan pertama yang ditangkap dari cover dan sinopsis di halaman belakang : korupsi. Coba kita cermati sejenak ringkasan cerita 86, apa yang bisa dibanggakan dari seorang pegawai rendahan di kantor pengadilan? Arimbi gadis polos yang berprofesi sebagai juru ketik Pengadilan Negeri lambat laun menjadi bagian perputaran uang bawah tangan, terlebih lagi saat ibunya sakit keras. Apa yang terjadi? Uang berbicara tapi jangan salah kata hati juga berteriak. Hanya nurani yang bisa mem ...more
Aditya Hadi
Dec 24, 2011 Aditya Hadi rated it liked it
Arimbi bukanlah nama sebuah bus AKAP. Arimbi juga bukan nama seorang tokoh pewayangan. Dalam Novel 86 karangan Okky Madasari, Arimbi adalah anak pasangan petani sederhana yang tinggal di Ponorogo, kuliah di Solo, dan akhirnya diterima kerja jadi ‘tukang ketik’ di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Arimbi adalah seorang gadis lugu (tak pernah punya pacar sejak SD sampai kuliah) yang mengalami ‘culture-shock’ begitu sampai di kota, ia butuh kehangatan uang, kehangatan persahabatan, tak lupa juga k ...more
lita
May 22, 2011 lita rated it liked it
Shelves: novel-indonesia
Beginilah seharusnya wartawan. Dia tahu sedikit tentang segala hal, dan tahu segala tentang sedikit hal.

Saya tahu Okky Madasari pernah jadi wartawan yang nge-pos di KPK. Gereget yang dia rasa sebagai penyampai warta tidak berhenti pada tulisan-tulisan yang diorder koordinator liputan yang membawahinya. Okky juga peka terhadap cerita di balik satu kasus yang tengah merebak, termasuk pegawai-pegawai rendahan yang tanpa "sengaja" terkait kasus besar dan dikorbankan sebagai pelaku kasus itu.

Kepekaan
...more
Imas
Buku ini bukan hanya tentang korupsi tapi jauh lebih dari itu. Perjuangan manusia memenuhi kebutuhan dan selanjutnya setelah kebutuhan terpenuhi maka manusia berusaha memenuhi keserakahan.Membaca buku yg dipenuhi ironi,lucu yang menyindir. Sering kita mendengar dikehidupan nyata,disebut2 salinan keputusan dari satu kasus belum diterima oleh ybs. Aneh menurut pikiranku, kenapa kok susah banget kalo cuma pengetikan,apa kasus yang putusannya harus diketik sudah sebegitu menggunung sehingga perlu wa ...more
Anastasia Cynthia
“Sudah nggak usah sungkan-sungkan. Memang kita baru kenal, tapi ya sama-sama tahulah, delapan enam aja deh!” –86, hlm. 94


Berangkat dari generasi keluarga petani, orangtua Arimbi bangga bukan kepalang, anak perempuannya bisa menjadi juru ketik di pengadilan negeri. Bukan menjadi buruh, tapi menjadi pegawai kantoran. Tiap pagi berjibaku menembus gang sempit, berdesak-desakan menaiki metromini, Arimbi terkadang bingung, mengapa semua orang di kampung mengelu-elukan jabatannya yang sekadar juru ket
...more
Cintantya Sotya Ratri
Jul 17, 2011 Cintantya Sotya Ratri rated it liked it
Shelves: fiction
Sebelumnya saya tidak mengerti istilah 86 yang menjadi judul dari buku ini. Dalam catatan kaki buku ini, ungkapan 86 awalnya digunakan di kepolisian yang artinya sudah dibereskan, tahu sama tahu. Tapi kemudian digunakan sebagai tanda penyelesaian berbagai hal dengan menggunakan uang.
Korupsi memang sudah menjadi budaya yang mengakar kuat di negara kita. Pantaslah kalau Indonesia dibanding negara lain baik moral dan terutamanya ekonomi dan kesejahteraan negara masih jongkok karena korupsi. Begitu
...more
Mandewi
Feb 07, 2016 Mandewi rated it it was amazing
Jujur, gamblang, blak-blakan. Dengan kalimat sederhana menceritakan bagaimana buruknya birokrasi di Indonesia, khususnya di lingkungan pengadilan negeri. Jalinan kalimatnya sederhana, tak berbunga-bunga sedikit pun. Saking sederhananya, sampai saya kesulitan menemukan kalimat 'bagus' untuk dikutip. Keren!
Ari muttaqin
alurnya mengalir cepat,
novel yg memang bukan menceritakan sebuah cerita yg mungkin diinginkan.
tapi tetap ada nilai2 yg penting yg menjadi bekal masa depan.
Fahrul Khakim
Dec 14, 2015 Fahrul Khakim rated it really liked it
Korupsi itu cuma disebabkan 1 hal: tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan.
Novel ini menelanjangi korupsi akut di bidang hukum Indonesia. Alur cerita lancar. Sayang, masih kurang ditelesuri bagaimana korupsi bisa mengakar begitu kuat di Indonesia sampai dianggap sebagai hal yang sangat wajar? Novel ini masih terasa setengah-setengah dalam mengupas inti persoalan tetapi sudah cukup membeberkan fakta mengerikan tentang pesona korupsi Indonesia bikin gigit jari. Salut untuk penulis yang
...more
Darnia
Mar 24, 2016 Darnia rated it liked it
Satu lagi buku Okky Madasari yg gw selesaikan hari ini sekaligus dalam rangka mengurangi tumpukan. Mengikuti perjalanan hidup Arimbi ini seolah-olah membuka kembali ingatan gw tentang pembicaraan-pembicaraan lama jaman masih aktif ngeblog dulu. Kebetulan punya beberapa teman yg bekerja di berbagai kantor pemerintah dan BUMN. Ada teman yg dulu disuruh bikin pembukuan dengan me-mark-up budget untuk pembelian komputer kantor, dimana satu komputer yg harganya hanya 1,5 juta, disuruh melaporkan denga ...more
Akhfhin Rahardhiyanto
Aug 30, 2015 Akhfhin Rahardhiyanto rated it really liked it
Shelves: borrowed, grrc-2015
rated 4 / 5 stars

Sinopsis:
Apa yang bisa dibanggakan dari pegawai rendahan di pengadilan? Gaji bulanan, baju seragam, atau uang pensiunan?

Arimbi, juru ketik di pengadilan negeri, menjadi sumber kebanggaan bagi orangtua dan orang-orang di desanya. Generasi dari keluarga petani yang bisa menjadi pegawai negeri. Bekerja memakai seragam tiap hari, setiap bulan mendapat gaji, dan mendapat uang pensiun saat tua nanti.

Arimbi juga menjadi tumpuan harapan, tempat banyak orang menitipkan pesan dan keingina
...more
Larasestu Hadisumarinda
Oct 04, 2014 Larasestu Hadisumarinda rated it really liked it
Shelves: 2014, hadiah
AKHIRNYA SELESAI.

Duh, bukunya Okky bagus-bagus ya. Yang Entrok bagus yang ini juga bagus. Tenkyuuuh buat Reni Hanifah yang udah ngasih buku ini kemarin (nikmatin banget bacanya) karena isi bukunya gak cuma sekedar buku tapi bisa dijadiin alat perenungan. Meskipun buat saya masih "powerful" Entrok dengan tokohnya Sumarni. Tapi di sini so far, ceritanya oke kok. Agak menampar karena setting awalnya pengadilan, gra, gra, gra. Inget dua bulan ikut sidang di pengadilan pajak terus pas KP, jadi semaca
...more
Ana
Jun 25, 2011 Ana rated it liked it
Shelves: fiksi-indonesia
Judul yang unik, cover yang "mengundang", dan tema yang jarang disentuh, adalah ramuan pas untuk menjadikan sebuah buku menarik untuk dilirik dan dibaca. Delapan Enam, adalah karya pertama Okky Madasari yang saya baca setelah mendapat rekomendasi dari Mia dan mba Astrid.

Kita akan diperkenalkan kepada Arimbi, dan kehidupan marjinalnya di pinggiran Jakarta. Suasana yang dibangun oleh Okky membuat saya merasa seolah-olah saya secara langsung ada di sana, memandang Arimbi berjalan di gang-gang sempi
...more
Stefanie
Tema besar yang dibicarakan dalam novel 86 ini adalah tentang korupsi. Istilah 86 sendiri adalah istilah yang sering digunakan dalam kasus korupsi, yang berarti bahwa sesuatu telah dibereskan, atau kedua pihak sama-sama telah mengerti urusannya.

Kisah ini berpusat pada seorang juru ketik pengadilan bernama Arimbi. Awal mulanya, Arimbi bekerja sebagai juru ketik biasa - yang jujur, dan menuruti perintah Bu Danti, atasannya. Ia merasa hidupnya di Jakarta tidak lebih baik daripada hidupnya di kampu
...more
Sutresna
May 27, 2014 Sutresna rated it liked it
Agak bikin bosen pas di awal dan di akhir, karena cuma pakai sudut pandang orang ketiga saja dalam menceritakan keseluruhan novel.

Ndak kaya Entrok, yang 86 ini kurang gregetnya. Ya meski mengangkat masalah-masalah sosial yang patut diceritakan karena sudah dianggap lumrah terjadi meski patut dibilang sebuah kesalahan, semacam kasus penyuapan yang terpapar jelas selama cerita berlangsung.

Cuma beberapa hal baru yang bisa saya dapat di sini (maksudnya hal baru yang bisa dipelajari dari sebuah novel
...more
Senseless
Mar 02, 2011 Senseless rated it really liked it
Saya membeli dan membaca novel ini karena penasaran dengan judulnya. Saya sudah tahu arti 86, dan espektasi saya buku ini kemungkinan besar tentang korupsi. Tetapi setelah membacanya, novel ini jauh lebih dari sekedar novel tentang orang yang menerima suap atau memberi suap, cerita ini tentang kompleksitas manusia dan usahanya yang sia-sia melawan nasib dan keserakahan, jauh dari kotbah dan pamfletisme. Salut buat Okky yang demikian muda tetapi sudah menunjukkan kedalaman. Jadi tertarik membaca ...more
Azhoma
Aug 18, 2015 Azhoma rated it really liked it
Saya kagum dengan mba Okky yang sudah menyuarakan keprihatinannya terhadap kebobrokan sistem pemerintahan Indonesia lewat sebuah novel bertitel 86 dengan alur yang mulus dan plot yang meyakinkan.

Saya yakin menulis novel ini merupakan salah satu upaya mba Okky dalam mengubah sistem ini-yang entah harus dimulai dari mana-untuk menjadi lebih baik.
Karena itu, saya memberikan 4 bintang untuk novel ini, walaupun beberapa bagian dari novel ini kurang saya sukai.

Saya tahu karakter utama Arimbi, seorang
...more
Aliftya Amarilisyariningtyas
“Tak ada yang tak benar kalau sudah dilakukan banyak orang. Tak ada lagi yang harus ditakutkan kalau semua orang sudah menganggapnya sebagai kewajaran.”


Arimbi.


Seorang gadis polos yang tadinya tak banyak tahu, tetiba ikut menjadi bagian orang-orang yang tak lagi punya malu. Sebuah cerita yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Sebuah cerita sederhana yang juga dituliskan dengan sederhana namun tetap dapat membuat pembacanya cukup terkesima. Alurnya yang ditulis runtut pun terasa sangat meng
...more
Prima Prima
Feb 09, 2016 Prima Prima rated it liked it
86 Novel ke dua Okky Mandasari. Saya kecewa melihat lompatan-lompatan yang dilakukan Mbak Okky, kurang ngena aja rasanya kalau Arimbi yang pada saat pembanguan cerita digambarkan begitu polos harus 180' berubah ketika Ananta juga ikut engambil peran utama.

Pada latar pembangunan cerita saya menggebu-gebu membaca, menemukan tokoh lugu cenderung bodoh dalam lingkungan korup di suatu institusi hukum. Di akhir 90-an ketika pelan-pelan konflik disusun; AC; kebakaran; perkenalan dengan Ananta dan urus
...more
Yenita Anggraini
Jun 03, 2016 Yenita Anggraini rated it really liked it
Saat membaca setiap lembar 86, hanya satu kalimat ini yang terus menerus berulang dalam pikiran saya. "Penulis sangat menguasai ceritanya." Dia sangat mengetahui apa yang dipikirkan pembacanya kala cerita bergulir dan sangat peduli akan setiap detail kecil di ceritanya. Tidak ada ruang untuk meragukan kemampuan riset Okky dalam 86. Sangat mendalam dan ternyata tidak mengherankan karena ia sempat berkecimpung di dunia jurnalis bidang hukum dan korupsi.

Membaca buku ini benar-benar membuka wawasan
...more
Je
May 07, 2015 Je rated it liked it
Tokoh utama, Arimbi, hanyalah seorang anak kampung yang menjadi pegawai negeri di sebuah pengadilan. Korupsi-korupsi yang terjadi di dunia peradilan--yang memang jumlah uangnya tidak banyak tapi seakan menjadi hal lumrah bagi beberapa orang di dalamnya. Arimbi yang awalnya polos dan lugu lama-kelamaan ia ikut terbawa arus korupsi karena faktor lingkungan kerja yang mendukung.

86. Dalam novel didefinisikan sebagai ungkapan yang biasa digunakan di kepolisian, yang artinya sudah dibereskan, tahu sa
...more
I'am philosophia
Apr 18, 2011 I'am philosophia rated it it was ok
Buku ini cukup beberapa jam saja kulahap, Tertarik membelinya karena disinopsisx ada kalimat " Pegawai Negeri, Gaji Bulanan , baju seragam & uang pensiun ".
Ini bukan fiksi tapi nyata, setiap instansi "pasti" (memaksa generalisasi) ada budaya 86. Novel yg ditulis okky ini bahasax sangat sederhana dan mengalir karena orang yg pernah berurusan dengan pemerintahan kemungkinan besar pernah mengalami 86. Salutt....
Nur Jayadi
Dec 13, 2015 Nur Jayadi rated it liked it
Shelves: slice-of-life, glbt
Buku yang menarik dari segi tema cerita dan juga gaya penulisan.Apalagi saya baru tahu penulisnya ini orang Magetan,masih cukup dekat dari tempat kelahiran saya,Madiun.
Saya sewaktu membacanya sudah mulai merasa greget dengan apa yang dilakukan si karakter utamanya,Arimbi,yang sewaktu bekerja di pengadilan mendapat upah-upah kecil sekadar uang jajan yang padahal merupakan awal dari penjerumusannya ke penjara nantinya. Hmmm,benar-benar benci dengan praktek hukum yang melibatkan serangkaian uang m
...more
Catur Indrawan
Dec 03, 2015 Catur Indrawan rated it liked it
Baru kali ini membaca novel yang tokoh utamanya sungguh memuakkan. Meski diakhir kisahnya Arimbi harus mengalami banyak cobaan, tetapi hal itu tidak membuat saya berempati padanya.

Ya, sebenarnya Arimbi punya pilihan untuk menjauhkan dirinya dari hal-hal menyimpang. Hidupnya sudah cukup, ia tak benar-benar membutuhkan banyak uang di hidupnya. Namun barangkali godaan di tempatnya bekerja yang begitu besar, dan melihat gaya hidup teman-teman sekantornya. Tragis memang, dari korupsi kecil-kecilan sa
...more
Farah
Apr 09, 2016 Farah rated it it was amazing
Buku ini gue temukan di bagian buku diskonan di sebuah toko buku depan BEC. Gue pilih buku ini karena gue tau mb Okky itu pernah dapet penghargaan Khatulistiwa, jadi senggaknya gue pikir tulisannya yang ini juga pasti bagus. Harganya cuma 20rb dan menurut gue buku ini deserve harga lebih dari itu.

Oke gue kurang ngerti seberapa korupnya instansi pemerintah karena gue sendiri kurang tau gimana cara kerja instansinya sendiri........... sampe akhirnya gue baca buku ini.

Bukannya sok suci, tapi gue se
...more
Vanda Kemala
Nov 10, 2014 Vanda Kemala rated it really liked it
What should I say? Aaaakkk... buku ini bagus banget!

Gambaran hukum di Indonesia itu kayak gimana, digambarin cukup detail. Korupsi di mana-mana, sipir penjara yang bisa dibayar, suap-menyuap demi putusan penjara ringan, pabrik narkoba di penjara, semuanya!

Sebagai lulusan hukum, getir juga bacanya. Duh, segini buruknya kah?

Di luar itu semua, buku ini mengajarkan kalau hal nggak baik itu (sebaiknya memang) nggak usah dilakukan. Juga selalu merasa cukup dengan apa yang kita punya. Qana'ah, istilah
...more
Yasdong
Jan 15, 2014 Yasdong rated it really liked it
Arimbi adalah pegawai rendahan di pengadilan. Begitu naif. Dia tidak tahu semua pegawai di kantornya, mulai dari yang rendahan hingga hakim telah cacat moral. Hingga suatu hari dia turut menjadi bagian dari cacat itu.

Dalam sebuah kasus, Arimbi mendapatkan rejeki berupa AC dari pemenang kasus. Belakangan dia mulai tahu cara mendapatkan uang lebih banyak untuk menghidupi dirinya dan kekasihnya. Tertangkap oleh KPK tidak membuatnya jera. Dia terperosok semakin dalam. Seua karena '86'.

Novel ini meng
...more
Marina Zala
** Books 120 - 2014 **

aduhh korupsi sudah berakar banget ya di negara kita ini! baca novel ini sampe gregetan sendiri.. novel ini mengisahkan tentang Arimbi, seorang juru ketik pengadilan yg berasal dari desa mengadu nasib di jakarta.. Arimbi ini orangnya polos dan lugu banget namun apa daya sebaik2nya orang akan terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.. begitu juga dengan Arimbi.. yg tadinya bekerja dengan jujur hingga akhirnya menerima suap dari nominal 200ribu hingga akhirnya melesat sampai 50
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 17 18 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Gadis Kretek
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Lampuki
  • Tanah Tabu
  • Rencana Besar
  • 3 Cinta 1 Pria
  • Orang-orang Proyek
  • Pulang
  • Lalita
  • Kambing & Hujan: Sebuah Roman
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Dari Datuk ke Sakura Emas
  • Satin Merah
  • Kitab Omong Kosong
  • 23 Episentrum
  • Keberangkatan
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
3426131
Okky Madasari won Khatulistiwa Literary Award 2012 for her third novel, Maryam. Maryam is about how followers of religious minority group tries to survive from the oppression of the majority and mainstream view, with beauty of Lombok Island as the main location of the story.

Okky’s first novel, Entrok (2010) highlights relations between a mother and her daughters in the backdrop of religious plura
...more
More about Okky Madasari...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »