Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Tirai Menurun” as Want to Read:
Tirai Menurun
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Tirai Menurun

3.41 of 5 stars 3.41  ·  rating details  ·  100 ratings  ·  15 reviews
Paperback, 460 pages
Published January 1993 by Gramedia Pustaka Utama
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Tirai Menurun, please sign up.

Be the first to ask a question about Tirai Menurun

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 167)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Irene
Membaca buku ini rasanya adem ayem, kayak nonton wayang. Konflik-konflik yang ada dan "klimaks" (kalaupun ada) tidak terasa menggebu-gebu atau memacu adrenalin. Santai. Tapi terenyuh, membaca bagaimana nasib para lakon di dunia anak wayang. Saya jadi jatuh hati pada mereka. Sayang, penulis mengakhiri cerita di saat yang sebenarnya bisa lebih menarik lagi kalau dilanjutkan tentang perjuangan masing-masing tokoh yang tertinggal. Lucu juga mengetahui bagaimana NH Dini gemar sekali mematikan banyak ...more
Sabrina Zee
Ini karya Nh. Dini pertama yang saya baca. Ternyata isinya sangat sastra sampai kadang-kadang saya masih kesulitan dengan bahasanya.

Menceritakan empat tokoh utama yang awalnya tak saling mengenal tapi akhirnya bertemu di sebuah panggung pewayangan Kridopangangarso. Empat orang itu adalah Kedasih, Kintel, Sumirat, dan Wardoyo.

Kedasih punya sifat ceria, terbuka, dan cerewet. Hidupnya cukup bahagia dengan orang tua yang berkecukupan dan bisa membelikannya barang yang diinginkan. Nantinya ia bakal
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Baca buku ini serasa nonton pertunjukkan wayang orang, tidak hanya pas pentasnya lengkap juga dengan kisah dibalik layar dari para pelakonnya. 4 tokoh utamanya: Kadasih, Kintel, Sumirat dan Wardoyo. Ke-empatnya disatukan dalam paguyuban wayang orang yang bernama Kripdopangarso. Kadasih dan Sumirat, gadis remaja dan teman akrab, awalnya mereka hanya sebagai penari latar, waktu terus berlalu dan membentuk mereka menjadi Sripanggung, konflik mulai terjadi ketika Kadasih merasa kalah saing dengan Su ...more
Roswitha Muntiyarso
Kehidupan anak wayang. Sungguh kehidupan yang dari dulu ingin sekali saya sentuh dan saya cicipi entah dari melihat, membaca atau merasakan sendiri. Ya, sama seperti yang digamblangkan jelas oleh buku ini bahwa kebudayaan sudah semakin lama meluntur, tidak lagi digemari orang banyak. Hal yang kebarat-baratan atau serba impor lebih disenangi. Sama seperti Sumirat dan Kedasih, saya pun terbentur dengan apa kata orang dan bagaimana masa depan jika menggeluti diri dalam dunia ledek, penari ataupun b ...more
Fajar
Empat tokoh dari empat desa berbeda bersua dalam satu kota.....

Namun Tirai Menurun tidak hanya berkisah tentang itu. Tirai Menurun berkisah tentang empat manusia yang berpadu dalam satu dunia. Di sinilah kisah tentang awal mula pendirian paguyuban wayang orang Kridopangarso, paguyuban serta panggung bagi para anak wayang untuk berpentas. Di sinilah Karso ( Kintel) berubah menjadi seorang pemuda yang menumpang hidup kepada Pak Carik menjadi seorang yang berpunya, jauh dari bayang-bayang impiannya
...more
Mita
Buku yang sangat sesuai realita kehidupan. Kata demi kata mengalir begitu saja, membuat kita bisa memahami keempat karakter yang digambarkan bergantian di tiap bab, bahkan saya yang pecinta happy ending tetap harus mengangkat topi untuk N.H Dini karena telah menciptakan karya lekat suasana jawa diikuti dengan nilai kebudayaannya.
Kiky Kartini
Saya suka novel yg memberi ilmu baru. Semisal saja novel ini yg menceritakan ttg suasana negeri di jaman perubahan kemerdekaan dan kisah di balik layar mengenai wayang orang dan lika likunya. bahasanya juga enak, seperti saat membaca karya2 pujangga lama. hahaha...
Siti Sakir
This book is epic! Nh dini ketika smp sudah membuat cerpen dan salah satu cerpennya mendapat perhatian dari H.B Jassin, well, she just born with it? Kalimat dibuku ini mengalun dan sangat nikmat. Ini buku pertama yang saya miliki dari sang penulis, dengan kepastian mutlak saya akan mencari karya lain beliau.
Momot
Bis kasih insight tentang kenapa dunia kesenian tradisional mulai redup sejak masuk tahun 80 an.
Gw yang ngga doyan wayang aja tiba-tiba kok jadi merasa kehilangan, harusnya wayang kalo didalemin pasti punya filosofi dan nilai seni yang ngga kalah dari alet
Nada
Seperti karya NH Dini lain, unsur jawa selalu kental terasa, apalagi di buku ini. Bagaimana kerasnya kehidupan di kota dipersonifikasikan dalam bentuk wayang hingga tirai menurun.

Saya banyak belajar tentang wayang orang di buku ini. Layak baca :)
Nurliah
Hampir sebagian besar sy membaca karya nh dini. Dimulai sejak sma hingga kuliah. Sy menyukai produktivitasx dlm menulis namun tetap menjaga sbg karya sastra yg habat
Bening Tirta Muhammad
Saya baru saja belajar kehalusan budi, melatih laku, dan perangai manusia bersama naik-turun nafas paguyuban wayang orang.
Titah
This novel has shown that N.H. Dini is a good story teller. In some aspects, comparable with Amy Tan.
Juicemelon amalia
cerita tentang orang yg maen ketoprak ato ludruk ya?
pokoknya orang2 panggung lah
Ludiyah Khairulita
Ludiyah Khairulita marked it as to-read
Mar 28, 2015
Eva Lathifah
Eva Lathifah marked it as to-read
Jan 22, 2015
Putri Utaminingtyas
Putri Utaminingtyas is currently reading it
Jan 01, 2015
Lela
Lela marked it as to-read
Dec 15, 2014
Siti Maslihah
Siti Maslihah marked it as to-read
Oct 15, 2014
Max
Max marked it as to-read
Jul 13, 2014
Tresna Putri
Tresna Putri marked it as to-read
Jul 11, 2014
willyam bong
willyam bong marked it as to-read
Jun 19, 2014
Tresna Ramadhan
Tresna Ramadhan marked it as to-read
Jun 16, 2014
Liany
Liany marked it as to-read
Jun 10, 2014
« previous 1 3 4 5 6 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
824284
Nh. Dini (Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin) started writing since 1951. In 1953, her short stories can be found in most of national magazines like Kisah, Mimbar Indonesia, and Siasat. She also writes poems, radio play, and novel.

Bibliography:
* Padang Ilalang di Belakang Rumah
* Dari Parangakik ke Kampuchea
* Sebuah Lorong di Kotaku
* Jepun Negerinya Hiroko
* Langit dan Bumi Sahabat Kami
* Namaku
...more
More about Nh. Dini...
Pada Sebuah Kapal Namaku Hiroko Padang Ilalang di Belakang Rumah Langit dan Bumi Sahabat Kami Sebuah Lorong di Kotaku

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »