Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Tirai Menurun” as Want to Read:
Tirai Menurun
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Tirai Menurun

3.42  ·  Rating Details ·  118 Ratings  ·  17 Reviews
Disusun seperti adegan-adegan pertunjukan wayang orang. Tirai Menurun menyuguhkan babak demi babak kehidupan empat tokohnya: Kedasih. Kintel. Sumirat. dan Wardoyo.

Pemaparan dimulai ketika Republik Indonesia Serikat baru kembali menjadi negara kesatuan. Arus pendatang memasuki Semarang dari segala penjuru. Berasal dari empat desa. tokoh-tokoh kisah ini bertemu di kota. Pad
...more
Paperback, 460 pages
Published January 1993 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Tirai Menurun, please sign up.

Be the first to ask a question about Tirai Menurun

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Irene
Aug 17, 2013 Irene rated it liked it
Membaca buku ini rasanya adem ayem, kayak nonton wayang. Konflik-konflik yang ada dan "klimaks" (kalaupun ada) tidak terasa menggebu-gebu atau memacu adrenalin. Santai. Tapi terenyuh, membaca bagaimana nasib para lakon di dunia anak wayang. Saya jadi jatuh hati pada mereka. Sayang, penulis mengakhiri cerita di saat yang sebenarnya bisa lebih menarik lagi kalau dilanjutkan tentang perjuangan masing-masing tokoh yang tertinggal. Lucu juga mengetahui bagaimana NH Dini gemar sekali mematikan banyak ...more
Sabrina Zee
Ini karya Nh. Dini pertama yang saya baca. Ternyata isinya sangat sastra sampai kadang-kadang saya masih kesulitan dengan bahasanya.

Menceritakan empat tokoh utama yang awalnya tak saling mengenal tapi akhirnya bertemu di sebuah panggung pewayangan Kridopangangarso. Empat orang itu adalah Kedasih, Kintel, Sumirat, dan Wardoyo.

Kedasih punya sifat ceria, terbuka, dan cerewet. Hidupnya cukup bahagia dengan orang tua yang berkecukupan dan bisa membelikannya barang yang diinginkan. Nantinya ia bakal
...more
Roswitha Muntiyarso
Kehidupan anak wayang. Sungguh kehidupan yang dari dulu ingin sekali saya sentuh dan saya cicipi entah dari melihat, membaca atau merasakan sendiri. Ya, sama seperti yang digamblangkan jelas oleh buku ini bahwa kebudayaan sudah semakin lama meluntur, tidak lagi digemari orang banyak. Hal yang kebarat-baratan atau serba impor lebih disenangi. Sama seperti Sumirat dan Kedasih, saya pun terbentur dengan apa kata orang dan bagaimana masa depan jika menggeluti diri dalam dunia ledek, penari ataupun b ...more
Rahmadi Fajar Himawan
Empat tokoh dari empat desa berbeda bersua dalam satu kota.....

Namun Tirai Menurun tidak hanya berkisah tentang itu. Tirai Menurun berkisah tentang empat manusia yang berpadu dalam satu dunia. Di sinilah kisah tentang awal mula pendirian paguyuban wayang orang Kridopangarso, paguyuban serta panggung bagi para anak wayang untuk berpentas. Di sinilah Karso ( Kintel) berubah menjadi seorang pemuda yang menumpang hidup kepada Pak Carik menjadi seorang yang berpunya, jauh dari bayang-bayang impiannya
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Baca buku ini serasa nonton pertunjukkan wayang orang, tidak hanya pas pentasnya lengkap juga dengan kisah dibalik layar dari para pelakonnya. 4 tokoh utamanya: Kadasih, Kintel, Sumirat dan Wardoyo. Ke-empatnya disatukan dalam paguyuban wayang orang yang bernama Kripdopangarso. Kadasih dan Sumirat, gadis remaja dan teman akrab, awalnya mereka hanya sebagai penari latar, waktu terus berlalu dan membentuk mereka menjadi Sripanggung, konflik mulai terjadi ketika Kadasih merasa kalah saing dengan Su ...more
Mita
Jan 11, 2015 Mita rated it it was amazing
Buku yang sangat sesuai realita kehidupan. Kata demi kata mengalir begitu saja, membuat kita bisa memahami keempat karakter yang digambarkan bergantian di tiap bab, bahkan saya yang pecinta happy ending tetap harus mengangkat topi untuk N.H Dini karena telah menciptakan karya lekat suasana jawa diikuti dengan nilai kebudayaannya.
Yemima Yulia
Mar 03, 2016 Yemima Yulia rated it really liked it
Terpesona. Nh. Dini tetap menunjukan kemampuannya sebagai salah satu penulis terkemuka di negeri ini. Penggambaran kehidupan anak wayang yang mempesona, jalinan hubungan antar manusia yang sarat makna, ditutup oleh akhir yang miris namun realistis menggambarkan tantangan kearifan lokal yang hampir tergilas laju perkembangan zaman. Sungguh, terpikat di tiap lembarannya ...
Siti Sakir
Apr 16, 2013 Siti Sakir rated it really liked it
This book is epic! Nh dini ketika smp sudah membuat cerpen dan salah satu cerpennya mendapat perhatian dari H.B Jassin, well, she just born with it? Kalimat dibuku ini mengalun dan sangat nikmat. Ini buku pertama yang saya miliki dari sang penulis, dengan kepastian mutlak saya akan mencari karya lain beliau.
Nada
Jun 02, 2013 Nada rated it really liked it
Seperti karya NH Dini lain, unsur jawa selalu kental terasa, apalagi di buku ini. Bagaimana kerasnya kehidupan di kota dipersonifikasikan dalam bentuk wayang hingga tirai menurun.

Saya banyak belajar tentang wayang orang di buku ini. Layak baca :)
Momot
Sep 06, 2007 Momot rated it liked it
Shelves: udahbaca
Bis kasih insight tentang kenapa dunia kesenian tradisional mulai redup sejak masuk tahun 80 an.
Gw yang ngga doyan wayang aja tiba-tiba kok jadi merasa kehilangan, harusnya wayang kalo didalemin pasti punya filosofi dan nilai seni yang ngga kalah dari alet
Kiky Kartini
Saya suka novel yg memberi ilmu baru. Semisal saja novel ini yg menceritakan ttg suasana negeri di jaman perubahan kemerdekaan dan kisah di balik layar mengenai wayang orang dan lika likunya. bahasanya juga enak, seperti saat membaca karya2 pujangga lama. hahaha...
Titah
Jul 24, 2007 Titah rated it it was ok
This novel has shown that N.H. Dini is a good story teller. In some aspects, comparable with Amy Tan.
Indah Threez Lestari
Sep 06, 2012 Indah Threez Lestari rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian, punya
821 - 2012
Nurliah
Hampir sebagian besar sy membaca karya nh dini. Dimulai sejak sma hingga kuliah. Sy menyukai produktivitasx dlm menulis namun tetap menjaga sbg karya sastra yg habat
Juicemelon amalia
Nov 30, 2007 Juicemelon amalia rated it liked it
cerita tentang orang yg maen ketoprak ato ludruk ya?
pokoknya orang2 panggung lah
Bening Tirta Muhammad
Saya baru saja belajar kehalusan budi, melatih laku, dan perangai manusia bersama naik-turun nafas paguyuban wayang orang.
Nuning Soedibjo
Nuning Soedibjo rated it liked it
Oct 15, 2009
Nur Islah
Nur Islah rated it liked it
Jan 09, 2013
Yanti Rahardjo
Yanti Rahardjo rated it liked it
Sep 18, 2011
Endah
Endah rated it liked it
Sep 05, 2012
Dwi
Dwi rated it did not like it
Jan 30, 2009
Mira Rukiana
Mira Rukiana rated it it was amazing
May 28, 2011
Syahfida
Syahfida rated it really liked it
Feb 25, 2011
Faisal
Faisal rated it it was amazing
Sep 30, 2008
Irma Nurul
Irma Nurul rated it really liked it
Nov 01, 2015
Irwan Bajang
Irwan Bajang rated it liked it
Jun 04, 2013
Rosa Lina
Rosa Lina rated it liked it
Mar 18, 2008
dewi
dewi rated it really liked it
Jul 01, 2012
Aliya
Aliya rated it really liked it
Jul 05, 2007
Miftahul
Miftahul rated it liked it
Sep 25, 2013
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
824284
Nh. Dini (Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin) started writing since 1951. In 1953, her short stories can be found in most of national magazines like Kisah, Mimbar Indonesia, and Siasat. She also writes poems, radio play, and novel.

Bibliography:
* Padang Ilalang di Belakang Rumah
* Dari Parangakik ke Kampuchea
* Sebuah Lorong di Kotaku
* Jepun Negerinya Hiroko
* Langit dan Bumi Sahabat Kami
* Namaku
...more
More about Nh. Dini...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »