Excuse Moi

Excuse Moi

3.3 of 5 stars 3.30  ·  rating details  ·  64 ratings  ·  14 reviews
Suku-agama-ras dan antar golongan sering jadi topik yang dianggap tabu, sensitif, dan harus ditangani dengan kehati-hatian. Tetapi Margareta Astaman bertekad mengangkat semua tentang SARA yang ada dalam kehidupan seorang anak perempuan muda kota Jakarta etnis Tionghoa dengan gaya ceplas-ceplos, apa adanya, dan penuh canda.

Margie dengan lantang mempertanyakan tentang artiny...more
Paperback, 138 pages
Published January 2011 by Kompas
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 82)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Fredrik
Setelah After Orchard yg menawan, gue dibuat kecewa dengan buku ini. -__-'

Gue akan mulai dengan berucap, "Excuse-moi, Margie."

Niatnya sebenarnya oke dan idenya sangat menjanjikan, dan gue juga salut karena Margie berani membukukan koar-koar-nya.
Margie menulis tentang diskriminasi ras, tentang diskriminasi suku, tentang diskriminasi agama. Cina, Jawa, Padang, Batak, Arab, Malaysian, Singaporean, Mongoloid, Caucasoid, Kristen, Islam, Buddha, Tuhan, dll. Semuanya disentil di sini.

Namun, aduuuh... kok isinya sa...more
Lalu Fatah
Lagi-lagi buku Margie - panggilan Margareta Astaman - saya pinjam dari orang yang sama, teman. Setelah sebelumnya melahap 'After Orchad', sekarang 'Excuse-moi'. Judul buku ini terilhami saat Margie sedang berada di Perancis dan paling sering menggunakan frasa yang berarti 'permisi' ini. Semacam ungkapan yang setidaknya bagi orang non-Perancis agar mau didengarkan oleh orang Perancis saat mungkin...butuh pertolongan di negeri mahal itu.

Berbeda dengan 'After Orchard' yang banyak mengupas lika-liku...more
Harun Harahap
Excuse Moi..

Margy memilih judul dengan sebuah frase dalam bahasa Perancis yang berarti permisi. Isinya tentang perjalanan Margy di Perancis? Oh bukan, tulisan ini tentang curahan hati seorang Margy yang cina tanggung atas kehidupan yang Ia jalani. Mengapa juga bukan “Dui Bu Qi”, permisi dalam bahasa mandarin untuk judul buku ini. Yah mungkin karena Excuse Moi terdengar lebih menarik seperti halnya sampul buku ini yang menurut saya sih lucu dan menarik.

Margy membahas sebuah isu rasialis dalam tul...more
Edisty Friskanesya
Janggal nggak sih liat buku ini? Judul Prancis ko cover-nya Tionghoa. Kenapa kenapa kenapa cobaa?

Ini seri buku Margarita’s Chat, kelanjutan dari After Orchard (yang saya belum baca). Sementara After Orchard (yang katanya) mengupas kehidupan Margie–sapaan untuk sang penulis–saat kuliah di NTU Singapore, Excuse-moi adalah hasil perenungannya tentang kehidupan dirinya sebagai ras Tionghoa di Indonesia. Yang meski sudah berpuluh-ratus tahun beranak-pinak disini, tetap dianggap sebagai tamu. Di tanah...more
Retno
Buku yang bikin mikir, kenapa manusia mengkotak2kan sesamanya, lewat suku, ras, agama. Mau gak mau jadi teringat ketika kuliah dulu, benar-benar terjun ke dunia nyata, ke wajah Indonesia yang sebenarnya, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Aku, yang dari TK sampe SMA sekolah di sekolah Katolik, di lingkungan yang relatif "aman" dan homogen, tiba-tiba melihat yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Pembedaan tempat duduk untuk mahasiswa cowok dan cewek, tinggal di tempat ibu kos yang haji...more
Nike
Setelah suka dengan tulisan Margie di buku sebelumnya, After Orchard, saya langsung beli Excuse Moi. Awalnya, saya rasa saya cuma tertarik dengan cara Margie bercerita dalam bukunya, tapi selanjutnya saya menyukai apa yang Margie bahas dalam buku ini, yaitu semua kesan yang ia terima sebagai kaum minoritas.

Sebagai warga keturunan Cina, Margie membahas dengan tuntas semua yang menjadi unek-uneknya, hingga Suami saya yang baca duluan buku ini bilang, "Itu isinya curhat semua". Iya sih, saya meliha...more
Yuska Vonita
Setelah membaca "After Orchard" saya memburu buku-buku Margie yang lain. Yang satu ini membuat saya berpikir dan merenung, dimana posisi saya sebagai orang Cina tanggung dan Melayu setengah-setengah pun mengalami permasalahan yang kurang lebih sama.
Yang saya suka dari buku ini adalah pembahasan cross culture yang dikemas secara jenaka juga cerdas, tanpa memberi kesan negatif terhadap pihak tertentu.

Apalagi di bagian Jodoh. Seru sekali, karena masalah itu sudah menjadi 'universal' tapi belum ada...more
Phie Raditya
Margareta shares her though of being Chinese Indonesia, include difficulty to find spouse, interesting though that we have not only 1 soulmate but 4, so if you currently in relationship with someone your family not agree or in different religion or other reason that you cannot be with her/him..rethink..outside there, you still have 3 possible soulmates.
There is something on this book, quite distrub me, not the content, more on editing? Many sentences are difficult to understand.
Asna
menyorot pemikiran Margareta tentang etnis Cina dan responnya di lingkungan sekitar, setelah membaca buku ini pikiran saya semakin terbuka tentang perasaan seorang warga negara Indonesia dengan etnis nama negara lain dan bukan nama daerah di dalam negara sendiri.
Indah Threez Lestari
666th - 2011

Asli isinya curhat semua, tapi tetap menarik untuk diikuti. By the way, salah pilih bacaan nih... harusnya untuk buku ke-666 aku menamatkan cerita horor atau apa gitu yang lebih cucok dengan angka triple 6 ini.
asyamantha
It's beyond personal though. Membuat berpikir dari persfektif baru. And, called me lebay,, tp saya meneteskan airmata waktu baca bagian terakhir yg 'when love involve'
Bunga Mawar
3.5 bintang nih.

Bagian ketiga, yang paling bikin saya senyum2 sendiri, walopun prospek saya jadi anggota PPBA tu udah lamaaa banget waktu kelas satu SMA :)
Inra
Masih lebih bagus karya sebelumnya: "After Orchard"
Hujan Kepagian
Membuka tabir dibalik stereotip tentang etnis China di Indonesia.
Ade Tawalapi
May 17, 2013 Ade Tawalapi marked it as to-read
Dyah Arimurti
Jan 24, 2013 Dyah Arimurti marked it as to-read
Tezar Ari Yulianto
Dec 16, 2012 Tezar Ari Yulianto marked it as to-read
Iman Santoso
Dec 15, 2012 Iman Santoso marked it as to-read
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
3355099
Margareta Astaman selalu punya mimpi gila: Dia ingin hidup sebagai tukang cerita. Sebuah pekerjaan idealis yang bahkan tidak bisa didefinisikan dalam KTP.

Bocah yang akrab dipanggil Margie ini sudah tergila-gila pada mengarang, bahkan sebelum dia bisa membaca. Bungsu dari tiga perempuan bersaudara kelahiran Jakarta, 14 Desember 1985 ini suka berjalan bolak balik bicara sendiri tentang cerita yang...more
More about Margareta Astaman...
After Orchard Cruise on You Fresh Graduate Boss: 29 Cerita Memanjat Tangga Karier Have a Sip of MARGARITA

Share This Book

Your website

No trivia or quizzes yet. Add some now »