Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jazz, parfum, dan insiden” as Want to Read:
Jazz, parfum, dan insiden
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Jazz, parfum, dan insiden (Trilogi Insiden)

3.63 of 5 stars 3.63  ·  rating details  ·  506 ratings  ·  41 reviews
Paperback, 200 pages
Published 1996 by Yayasan Bentang Budaya
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jazz, parfum, dan insiden, please sign up.

Be the first to ask a question about Jazz, parfum, dan insiden

Community Reviews

(showing 1-30 of 713)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Meaghan
I have to say that this book is not really "my kind of thing" but I am enthralled by the immensely clever way it was designed.

The author, journalist Seno Gumira Ajidarma, wanted to write about the "Dili Incident" in what was then a city in Indonesia and is now the capital of East Timor, when paramilitary opened fire with machine guns on a massive crowd of peaceful protesters. The official death toll was 19; the real body count was probably in the hundreds. The government, a dictatorship, claimed...more
Inggita
what's key is not just the story itself, an interweaving of a metro life musings and Timor Leste shooting incident with hundreds of casualties, but the fact that SGA, a renowned chief ed and lit author took this format of camouflage over a report of gross human right abuse in East Timor - his own story, being sacked by the regime in question for reporting the news - this also became his lifetime stance ("Ketika jurnalisme dibungkam sastra harus bicara") and spirit in writing, using art even the...more
Anastasia Eugenia
"Setiap hari ada senja. Namun tidak setiap senja adalah senja keemasan." Senja emas, seorang perempuan dengan parfum Eternity dan satu surat panjang sebagai epilog.

“Apakah suatu hubungan tidak ada artinya, meski tidak akan menjadi apa-apa?”

“Kamu mau lagu apa? Biar kutulis.”

“Misty.”

Keith
Jakarta journalist under Suharto's dictatorship living a hedonistic, empty life without commitment except to his reporting, to finding the truth.
When he learns about a massacre and weighs up different accounts of it he feels compelled to go on despite feeling burnt out and a temptation to despair and cynicism. And despite risks to himself. Disarmingly honest and even comical in places. Apparently the interspersing of chapters about the atrocities in East Timor with essays about jazz and chapter...more
Gharonk
Kumpulan cerpen yang disusun seperti sandwich ini merupakan salah satu karya yang khas seno. Seperti biasa merupakan karya dalam bentuk laporan pandangan mata, mengingat latar belakang nya yang memang seorang wartawan majalah mingguan Jakarta-Jakarta.

penggabungan cerita sandwich tentang Timor-Timur, seorang wanita, dan musik jazz dilakukannya secara konsisten dari awal hingga akhir. Lagi lagi tokoh wanita selalu saja bernama Alina, dan si Sukab juka muncul dalam beberapa ceritanya, masih konsis...more
Geoffrey
Strange, oblique, brave, maybe important
cindy
Tidak biasa. Indah. Blak-blakan.

Itulah tiga kata yang saya gunakan untuk menggambarkan buku ini. Mengambil tema-tema yang tidak biasanya menyatu, digarap dengan indah dan dituliskan dengan blak-blakan (meskipun di akhir insiden, banyak fakta yang dituliskan 'sengaja' disamaran dengan istilah -sensor dari pengarang-).

If jazz is a feeling, more than anything else, then parfume would be a distance memory, not real but stays in your mind forever. That way, insident would be a hard cold fact. Live wi...more
Ayu Praptiwi
Sebagai mana buku2 seno yg lainnya...dengan tata bahasa sastra yg tinggi, buku ini tak kalah menariknya dg buku-buku seno lainnya, buku ini penuh dg intrik2 akan tetapi alur ceritanya agak sedikit berani bagi org yg belum membaca, tapi menurut saya tergantung kita lihat dari sudut pandang apa...yah...tak ada salahnya bisa menjadi tambahan pengalaman dalam penjelajahan dunia buku ini...
Hampirmati
One of several books of Seno Gumira Ajidarma that has already available in English (if i'm not mistaken).
this book is the first of a trilogy called TRILOGI INSIDEN that consists of Jazz, Parfum dan Insiden; Saksi Mata; Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sasta Harus Bicara.

This is a novel, a short-story compilation, also a journalist journal.
Prilly
Buku pertama Mas Seno yang aku baca.

Memasukkan fakta2 tentang ex Timor Timur yang serius dan karakter Sukab yang polos dan lucu. Dan tentu saja pahit-manisnya musik dan sejarah jazz dan beberapa merek parfum (misalnya Obsession).

I really enjoy it. Mas Seno surely knows how to balance and mixed those elements...
Theresia
Seno menipiskan batas realitas dan fiksi. Mana yang laporan seorang jurnalis, mana yang hasil bedah otak seorang pengarang; pembacalah yang (kalau mau) menentukannya.

Bagian favorit saya? Surat di bagian akhir.
FiBi
Buku ini terdiri dari gabungan 2 bahasa, Indonesia dan Inggris. Terdiri juga dari 3 cerita, soal Jazz, soal romantika yang digambarkan dalam parfum, dan soal Insiden Timor Timur (sebelum berpisah dari Indonesia).
Mimi
Buku kedua SGA yang saya baca.
Menggabungkan gaya hidup urban dengan insiden di Timor Leste.
Dan, oh ya, di buku inilah saya berkenalan dengan Sukab.

Saya sangat suka dengan buku ini.
Highly recommended.
Andri
buku yg rada aneh. gabungan 3 topik utama, musik jazz, parfum, dan insiden. gw suka malah satu cerpen yang tentang senja... di akhir buku ini. yg gak ada hubungan sama jazz, parfum dan insiden.
Nadia Fadhillah
baca sih, sampe habis. bisa bertahan baca sampe habis. tapi, gak ngerti.
efek kejutan di tiap akhir cerpen bikin cerpen setelahnya punya alasan ada di sana. gak ngerti kan aku ngomong apa? baca aja.
gustie chan
sebuah fiksi tapi bukan, kisah nyata tapi juga bukan... sangat apik dalam mengambarkan tragedi timor-timur.. so cover up! well, terkadang saat mulut tak bisa berbicara, we can write it!!!
Anggi Hafiz Al Hakam
Jazz, Perfume & the Incident published by Lontar Foundation had been translated into English version.

It feels like reading the original version but in another taste, english of course.
Ghofur Arief
Senja (nampaknya di sini sebelum dipotong si Sukab) selain musik jazz (saya curiga refrensinya dari penerbangan GIA) menjadi hal manis diantara darah yg tertumpah demi persatean
Zirlygita
Jul 19, 2007 Zirlygita rated it 2 of 5 stars
Recommends it for: yang suka fiksi 'dingin'
buku-buku nya seno saya pikir memang banyak bicara 'dingin' daripada 'hangat'
banyak angkat realita 'pedas' daripada 'manis'. well, hidup memang keras, bukan ?
Rambu
Oct 28, 2007 Rambu rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: jazz lover
banyak banget ternyata kisah pemain jazz yang diulas disini,
dibalut dengan adanya insiden2 , dan jenis parfum.
yang paling menarik adalah jazz z;)
Gilang Permana
seperti kata sang penulis buku ini mau disebut fiksi boleh, mau dianggap fakta yang terserah toh ini cuma sebuah roman metropolitan
Aris Azhari
ketika alunan jazz, ruapnya harum parfum, dan berdarahnya insiden-insiden dipertautkan oleh seorang Seno Gumira Ajidarma.

Maderrr!!
Wikupedia
akhirnya saya menemukan list bukunya...ini buku keren abis....saya sampe bikin cerpen gara-gara buku ini...i love your jazz SGA!
Acep Ruslan
While seno gumira ajidarma try to writed on the Dili Incident, I felt like surrounded by zombies. The walking dead. Lol
Haley Gr
Gara-gara buku ini ku jadi suka parfum dan jazz... Gilak, Seno indah sekali "memberi kuliah" tentang parfum dan jazz.
Belinda Tampinongkol
saya baca novel ini sampi kucel .. tokoh nya seorang Pria dengan karakter pecinta sejati .. ber gairah tak habis ..
MSN. Hani
Yang membuat aku untuk mendengarkan Jazz lagi. Ternyata, memang Smell like teen spirit, hehehehe.......
Ardita
Andai saja SGA bisa keluar dari sastra untuk buku ini.. Tapi jaman rezim lagi galak-galaknya susah juga ya..
Reza Firdaus
Sangat bagus! Ketika sastra bertemu realita dalam gemerlapnya malam, hadirlah buku "masterpiece" ini
Jeni
yang paling saya suka dari buku ini, catatan joni gila dan cerita di bagian-bagian terakhirnya.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 23 24 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Olenka
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Arok Dedes
  • Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
  • Orang-orang Proyek
  • Seribu Kunang-Kunang di Manhattan
  • Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai
  • Canting
  • Bilangan Fu
  • Amba: Sebuah Novel
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
512651
Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book.

He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Benta...more
More about Seno Gumira Ajidarma...
Sepotong Senja untuk Pacarku: Sebuah Komposisi Dalam 13 Bagian Sebuah Pertanyaan untuk Cinta Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Negeri Senja: Roman Atas Nama Malam

Share This Book

“Apalah yang bisa pasti dari perasaan manusia?” 38 likes
“Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama….
Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet.
Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang.
Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan.
Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan terus-menerus bertebaran di Negeri Senja seolah-olah tidak akan pernah berubah lagi….”
36 likes
More quotes…