Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “1 Perempuan 14 Laki-Laki” as Want to Read:
1 Perempuan 14 Laki-Laki
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

1 Perempuan 14 Laki-Laki

2.99 of 5 stars 2.99  ·  rating details  ·  468 ratings  ·  60 reviews
Buku 1 PEREMPUAN 14 LAKI-LAKI adalah Buku Kumpulan Cerpen hasil kolaborasi Djenar Maesa Ayu dengan 14 sahabat dari pelbagai macam profesi: • Agus Noor • Arya Yudistira Syuman • Butet Kartaredjasa • Enrico Soekarno • Indra Herlambang • JRX • Lukman Sardi • Mudji Sutrisno, SJ• Nugroho Suksmanto • Richard Oh • Robertus Robet • Sardono W. Kusumo • Sujiwo Tejo • Totot Indrarto

P
...more
Paperback, 140 pages
Published January 11th 2011 by Gramedia
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about 1 Perempuan 14 Laki-Laki, please sign up.

Be the first to ask a question about 1 Perempuan 14 Laki-Laki

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 749)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Evi Yuniati
Dari judul menarik ya "1 Perempuan 14 Laki-laki" terus lanjut ke sinopsis di belakang judul, menarik juga. Ya sudah aku memutuskan membeli buku ini. Apalagi ini buku pertama mba Djenar yang ku baca.

Setelah membaca ternyata maksud dari judul buku ini yaitu, duet menulis mba Djenar dengan 14 laki-laki yang bertalenta di dunia tulis menulis. Kebanyakan ceritanya tentang indahnya hubungan antara laki-laki dan perempuan yang ditulis dengan bahasa yang sedikit vulgar, detail.

Keciri sekali duet mba Dj
...more
Fertina N M
Menarik baca buku satu ini. keempatbelas cerita yang ada seperti menggambarkan ciri penulis prianya, tanpa menghilangkan karakter sang wanita, Djenar. Tema besarnya lebih mengarah pada cinta, kehilangan, kesedihan dan kerelaan. Dua diantaranya yang paling saya suka, Kunang-Kunang dalam Bir dan Menyeruput Kopi di Wajah Tampan.

Kunang-Kunang dalam Bir menceritakan seorang laki-laki yang terjebak dengan pilihan dan penyesalan terhadap pilihannya tersebut. Ia terus menompang semangat dan hidupnya dal
...more
Jeanny Sastra Hadinata
Buku ini adalah kumpulan cerpen dimana tiap cerpen merupakan hasil duet dari si perempuan yaitu Djenar Maesa Ayu dengan salah satu dari 14 laki-laki yang namanya tertera pada bagian bawah cover buku ini. Ide tentang pembuatan cerpen dengan cara seperti ini menarik perhatian saya. Rasanya menarik sekali membayangkan bagaimana dua orang saling bergantian menulis kalimat per kalimat sampai akhirnya membentuk sebuah cerita. Bagaikan dua orang petarung yang saling memberi gerakan yang kemudian memanc ...more
Rifqi Muhammad
Saya mengetahui kumpulan cerpen ini dari teman kos. Sejenak memerhatikan covernya, sebuah kalimat menyentil menghadang mata kita. “Perlu 14 laki-laki untuk menulis buku ini dan hanya 1 perempuan untuk mengisahkannya,” demikian katanya.

Ternyata buku ini dibuat secara kolbortif oleh Djenar dan 14 rekan lelakinya. Tiga atau empat tahun tidak menulis cerpen, ternyata tak membuat Djenar tercerabut dari gayanya, sebagaimana yang ditampakkna dalam Mereka Bilang Saya Monyet! Demikian pula topik yang sel
...more
Rifai  Sumaila
Sejujurnya ini Buku pertama Djenar Maesa Ayu yang saya baca sampai tuntas, buku-buku sebelumnya hanya sekilas saja. Satu-satunya yang menarik dari buku ini, ya kolaborasinya dengan 14 lelaki itu, bagian yang paling saya suka adalah "Kunang-kunang dalam bir", mungkin karena proses pembuatan cerpen ini yang terbilang cukup unik, dimana Djenar dan Agus Noor secara bergantian menulisnya, dan membiarkan imajinasi mereka bermain bebas, hingga menyatu menjadi satu cerita yang utuh. Secara garis besar k ...more
Eva
buku pertama djenar yang sy baca^^

Kunang-Kunang Dalam Bir (with Agus Noor)
..kuning..kuning.. cukup menarik, namun terkadang saya kehilangan rima.

Cat Hitam Berjari Enam (with Enrico Soekarno)
..terlalu jelas..

Menyeruput Kopi di Wajah Tampan (with Indra Herlambang)
..??!@##%W$^%..

Ramaraib (with Sardono W. Kusumo)
Saya menyukai tarian.. so I like this one!

Kupunyakupu (with Totot Indrarto)
...hahahaha..

Kulkas. Dari. Langit (with JRX)
setengah ngarti..?

Matahari di Klab Malam (with Arya Yudistira Syuman)
.
...more
Marlangen P.
Cerita dan bahasanya banyak yang membosankan. Seperti membaca kumpulan cerpen dari koran. Kirain dengan 14 laki-laki akan membuat banyak cerita yang jauh lebih menarik *sigh*. Lebih suka tulisan Djenar yang sendiri aja...
Helvy

Kolaborasi yang terjadi kok terasa "mentah" ya.
Mendingan ia menulis sendiri.
Karakternya mungkin bisa lebih dapat.
Tak ada rasa yg tersisa usai membacanya kecuali:
ok, masih profan :)

Ariska Anggraini
alurnya agak gimana gitu ya,kesan maskulinnya lebih tersa daripada feminisnya. tapi jempol untuk menyeruput kopi di wajah tampan
Sakinah Mariz
Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang ditulis Djenar bersama dengan 14 penulis lain dari beragam macam latar belakang.

Saya pikir tema ini keren, karena Djenar berusaha meleburkan dirinya dalam banyak pikiran 14 lelaki. Cerpen-cerpen di dalamnya bernafaskan seksualitas, cinta, kekosongan, hingga kebencian akan hidup. Tapi terus terang, saya sendiri kehilangan sosok "Djenar" dalam pikiran saya.

Kumcer ini terasa dipaksakan dan ceritanya hanya mengalir begitu saja. Tiga bintang untuk kepiawaianny
...more
Dodi Prananda
Djenar selalu memukau dengan cerpen-cerpen yang membuat imajinasi pembaca 'ereksi' :)
Ristia Vinny
ini buku apaaaaaaa? mengecewakan.
Fadilla Putri
Kalau pergi ke toko buku, biasanya saya gak pernah merencakan akan mau beli buku ini atau itu, sesuai minat dan yang menarik perhatian saja. Nah kebetulan saya menemukan buku ini di salah satu rak fiksi. Dan dari cover dan review di belakang bukunya saya cukup tertarik karena baru pertama kali saya menemukan sebuah buku yang isinya kolaborasi seorang penulis dengan empat belas orang lainnya yang bekerja di bidang yang berbeda-beda. Dan dengan buku setipis ini dengan harga yang cukup di atas rata ...more
Beatrice Cynthia
1 Perempuan Bertarung Melawan 14 Laki-Laki

Judul Buku : 1 Perempuan 14 Laki-Laki
Penulis : Djenar Maesa Ayu
Editor : Mirna Yulistianti
Setting : Ryan
Desain Kover : Shutterstock.com
ISBN : 9789792266085
Tebal Buku : 124 halaman
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit : 2011
Harga : Rp 50.000,00

Pertama kali mulai mengenal sosok penulis perempuan ini saya lakoni melalui majalah Intisari kala saya masih duduk di bangku SMA. Lalu mengenalnya lagi melalui tampilan profil yang dibuat oleh be
...more
Dadang Kusnandar
Kekuatan Djenar Maesa Ayu di 1 Perempuan 14 Laki-laki menurut saya terletak pada keunikan cara penulisannya. Malam yang gemerlap di sebuah pub adalah waktu yang tepat untuk saling bertukar ide menuliskan sebuah cerpen yang dilakukan oleh dua orang. Bagaimana isi kepala dua orang, yang satu Djenar dan satunya ke 14 laki-laki itu ~dituangkan pada sebuah cerpen. Laptop Djenar yang diserahkan kepada partner di depannya untuk meneruskan baris kalimat dalam paragraf ketika Djenar "tersendat" adalah ke ...more
Alya Nurhafidza
Sudah selesai baca. Bukunya memang seperti karya Djenar yang lan. Vulgar dan penuh sentuhan fisik. Kontennya lumayan lah. Satu-satunya cerpen yang menggunakan bahasa paling mudah dicerna hanya cerpennya Lukman Sardi *lupa judulnya*. Dan juga itu menurut gue salah satu cerita terbaik di buku ini. Oh, cerita Raditya dan Prita juga, ya, mengagumkan. Karya-nya Sudjiwo Tedjo kalo ga salah.

3 of 5.
Anggrek
“kita bisa memesan bir, namun tidak bisa memesan takdir.”

Itulah kutipan yang paling saya ingat dari buku ini. Selebihnya, saya merasa buku ini terlalu absurd tidak jelas entah kemana, mungkin juga karena teknik menulis Djenar yang silih berganti dengan pengarang lelaki lainnya sehingga terkesan tidak fokus.


Well, lebih suka kumpulan cerpen tunggal Djenar
Darnia
Entah, membaca kalimat demi kalimat kok rasanya patah-patah. Kayak orang yg baru belajar nyetir mobil (kayak bisa aja gw!). Mana temanya hampir semuanya setipe (tapi ada juga yg bisa gw nikmati macam Bukumuka dan Balsem Lavender). Ide penulisannya termasuk kreatif, tapi memang susah menyatukan dua kepala supaya bisa harmonis.

Ya pokoknya gitu...
Dianita Yuanda
aku tertarik beli buku ini karena ngeliat kalo ini kumpulan cerpenlagi. apalagi covernya cukup tersirat. Perempuan membentuk huruf 'V" dan judulnya 1 perempuan 14 laki laki, wow! hahaha

aku pikir pada awalnya akankah buku ini seberani 'jangan main-main dengan kelaminmu'? karena sepertinya djenar hobby banget menyiratkan seksualitas terpendam di bukunya

Ternyata ini buku kompilasi. aku sadar ketika membuka kalimat pengantarnya. cerita-demi cerita kulahap sampai selesai. Tetapi kemudian aku kecewa.
...more
Nike
Cukup baca sampe cerita ke 7 saja.

Awalnya saya bela-belain beli buku ini hanya kepengen tau aja bagaimana tulisan Djenar.
Sebelumnya yang saya dengar dari beberapa temen, Djenar menulis vulgar gitu katanya. Karena saya belom pernah baca satu pun buku-bukunya, saya merasa pengen tau, jadilah saya beli buku ini beberapa hari yang lalu.

Saya berharap buku ini berbeda dengan buku Djenar sebelumnya, karena disini Djenar menulis dengan 14 tokoh pria yang terkenal kayak Indra Herlambang dan juga Lukman S
...more
Sutresna
Jauh dari harapan saya. Mungkin karena di awal cerita diberitahu bagaimana proses pembuatan kumcer ini dimana dua orang penulis bergantian menulis tiap kalimat atau paragraf, jadi otak saya malah fokus ke 'mana yg tulisan djenar mana yang bukan ya?'

Tapi beberapa cerpennya memiliki bahasa yang bagus kalau dibaca khusyuk, seringnya saya jadi gak khusyuk dgn alasan yg di atas tadi. hehe

Kurangnya yaa gak sevulgar djenar gaya bahasanya. (iyalah kan cerpen bareng)

Oia satu lagi, di beberapa cerita ada
...more
Nelly
Oke, 3 atau 4 tahun nggak menulis cerpen ternyata tidak membuat Djenar kehilangan jati diri tulisannya. Sekalipun berkolaborasi dengan 14 laki-laki dalam menulis kali ini, herannya cerita-cerita yang ada tetap 'Djenar'. Topiknya pun nggak pernah jauh dari eksistensi tubuh dan diri perempuan. Yah, ciri khas Djenar memang yang nggak pernah ragu atau malu dalam mengumbar tema yang dianggap tabu: seksualitas, homoseksual, dan tubuh dalam cerita-ceritanya, tapi nggak berkesan vulgar atau murahan.

Ove
...more
Nonna
Menjadi terinspirasi melakukan hal yang dilakukan penulis. Menulis bergantian dengan seseorang. Pasti surprise..

Empat bintang..
Iva Kurnia
Yang menarik dari buku ini tentu saja cara Djenar bersama dengan 14 sahabat-sahabatnya mempunyai ide untuk menulis 14 cerita pendek bersama-sama. Tentu tidak mudah membuat sebuah cerita dari hasil imajinasi dua orang. Tapi Djenar dan sahabat-sahabatnya berhasil melakukannya.

Kesan vulgar memang selalu ada di setiap buku Djenar, sehingga tidak heran bila di buku ini pun semua ceritanya dituturkan dengan vulgar pula. Tapi bukan berarti menjadikan cerita-cerita tersebut tidak memiliki pesan apa-apa.
...more
Sarah
Tipe buku yang cepet banget dibacanya.

Beberapa cukup menarik, beberapa sangat membosankan. Tapi yang pasti, setiap cerita terdapat banyak pengulangan kata yang membuat mata ngantuk. Istilahnya, gak bisa apa pake kata-kata lain?
Kadang ceritanya juga terlalu dibuat-buat. Oke saja kalau hanya kata-katanya yang bikin ribet, tapi bahkan ceritanya juga terasa tanpa makna.
Lewat begitu saja.

Mengingat gue penasaran banget sama buku ini, setelah Nayla yang gue suka banget novelnya, yah gue kecewa.

Untung i
...more
Andi Fauziah Yahya
Saya sangat suka dengan tulisan Djenar di "Mereka bilang saya monyet" dan "Nayla". Menurutku di buku-buku tersebut, Djenar, selalu menghadirkan sisi dramatis disetiap sudut tulisannya. Atau ada klimaks disetiap kalimatnya!

Tapi dibuku ini, kualitas itu jarang saya temui. Kurang greget! Ini mungkin karena proses penulisannya yang "sahut-menyahut" antara Djenar dan penulis lainnya. Harus diakui, bukan hal mudah untuk menulis dengan cara seperti ini.

Overall, It isn't a mind-blowing book but still
...more
Hani hasanah
cuma kuat baca 3 cerpen pertama. kemudian menutupnya.
Oky Septya
Ini kumpulan cerpen dan satu-satunya karya Djenar Maesa Ayu yang saya basa. Dan saya sangat terkesan sekali dengan kenyentrikannya dalam bercerita melalui tulisan. Sejak awal buku ini yang digadangi kata pengantar sudah terasa vulgar dan sarat eufemisme. Namun setiap cerpen berikutnya begitu mengambang dan hampir sulit sekali diikuti. Dari sananya saya emang paling nggak bisa dengan kata kiasan yang puitis jadi saya putuskan gaya Djenar bukanlah selera saya.
Arief Bakhtiar D.
Buku ini berisi cerpen duet antara Djenar Maesa Ayu dan 14 penulis laki-laki. Ceritanya menarik, kadang klise, dan di beberapa cerpen terlihat penulis laki-laki lebih mendominasi gaya bahasa dan isi cerita, misal saat bersama Agus Noor, Jerinx, Sujiwo Tejo, dll. Kekhasan para penulis lelaki itu mengatasi apa yang khas dari Djenar. Yang paling membuat saya tertarik malah proses penyelesaian cerpen-cerpen ini sendiri, beberapa duet di beberapa tempat.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 24 25 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Un Soir du Paris
  • Manjali dan Cakrabirawa
  • Dari Datuk ke Sakura Emas
  • Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • The Coffee Shop Chronicles
  • Kukila
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • 86
  • Let Dai, Volume 02
  • Sunyaruri
  • Panggil Aku Kartini Saja
  • Hideout
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Dicintai Jo
  • Alita @ First (Alita, #1)
  • Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3! (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, #3)
  • Mata yang Enak Dipandang
522301
Djenar Maesa Ayu started her writings on many national newspapers. Her first book "Mereka Bilang Saya Monyet!" has been reprinted more than 8 times and shortlisted on Khatulistiwa Literary Award 2003.

Her short story “Waktu Nayla” awarded the best Short Story by Kompas in 2003, while “Menyusu Ayah” become The Best Short Story by Jurnal Perempuan and translated to English by Richard Oh with title “S
...more
More about Djenar Maesa Ayu...
Mereka Bilang, Saya Monyet! Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu) Nayla Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek T(w)ITIT!

Share This Book

“kita bisa memesan bir, namun tidak bisa memesan takdir.” 44 likes
More quotes…