reviews
Dec 04, 2008
Saya memegangnya, membacanya menjelang beberapa bab akhir. Bab pertama dan kedua menjadi penting, tidak boleh dilewatkan. Bila melihat strukturnya kita akan sadar bahwa penulis memang bermaksud menyampaikan pendapatnya seakademis mungkin. Dua bab awal itu lah kuncinya. Saya mengandaikan sebuah bab pendahuluan dan tinjauan teoritis yang sering kita temui dalam makalah akhir sarjana.
Roosa beranggapan, sejauh bukti akademis yang dapat dijadikan pijakan, peristiwa dinihari tanggal 1 Okto More...
Roosa beranggapan, sejauh bukti akademis yang dapat dijadikan pijakan, peristiwa dinihari tanggal 1 Okto More...
0 comments
like
(2 people liked it)
Oct 28, 2011
Suatu ketika Ariel Heryanto pernah menandaskan, bahwa hanya di Indonesia, tempat dimana komunisme tak pernah mati. Bukan tanpa musabab ia menuturkan hal demikian. Berbeda dari eksistensinya di banyak negara, komunisme di Indonesia menjadi momok yang tak pernah berhenti diujarkan, malah dilembagakan dalam aturan perundang-undangan. Hingga sekarang pun, menyebut kata itu, masih menyiratkan makna tertentu. Sesuatu yang dengan segenap kekuatan harus dihancurkan, mesti dibasmi, layak dibumihanguskan,
More...
Sep 09, 2008
Baru beberapa halaman sudah kesengsem, krn penerjemahan dan editingnya yang apik. Kata yang sudah baca edisi aslinya, memang bukan main buku ini.
WARNING!
Kawan2, Kejaksaan Agung yg sudah gemuk busuk kena duit Artalyta dan duit2 lainnya itu rupanya memang sudah tidak bisa berpikir lagi memakai nalar dengan rencananya untuk melarang dan menarik peredaran buku ini. Galang penolakan di
http://www.goodreads.com/topic/show_grou...
WARNING!
Kawan2, Kejaksaan Agung yg sudah gemuk busuk kena duit Artalyta dan duit2 lainnya itu rupanya memang sudah tidak bisa berpikir lagi memakai nalar dengan rencananya untuk melarang dan menarik peredaran buku ini. Galang penolakan di
http://www.goodreads.com/topic/show_grou...
6 comments
like
(1 person liked it)
Nov 29, 2011
Buku yang sip banget tentang G/30/S tahun 1965 lalu bagi mereka yang ingin mempelajarinya dari sudut pandang objektif. Ditulis dengan analisis yang tidak main-main dan penceritaan yang renyah, membuat pembaca seolah-olah berhadapan dengan novel detektif saja.
Buku sejarah memang tidak asing dengan komentar-komentar penulisnya tentang tokoh-tokoh dan peristiwa dalam sejarah. Dan komentar-komentar Roosa lumayan mengocok perut: sarkastis sekaligus lucu, mengeritik tajam dan juga jujur. Buk More...
Buku sejarah memang tidak asing dengan komentar-komentar penulisnya tentang tokoh-tokoh dan peristiwa dalam sejarah. Dan komentar-komentar Roosa lumayan mengocok perut: sarkastis sekaligus lucu, mengeritik tajam dan juga jujur. Buk More...
Oct 03, 2008
OK, apa yang membuat buku Roosa sangat menarik dalam pandangan saya adalah penemuan bukti-bukti baru tentang berbagai hal menyangkut Gerakan 30 September (G-30-S) dan sekalian analisis mengenainya, rekonstruksi alternatif atas kejadian G-30-S ala Roosa, serta kearifan yang dikandung oleh buku itu.
“Dalih Pembunuhan Massal”, berbeda dengan buku-buku dengan tema sejenis, tidak serta-merta mengarahkan jari telunjuk kepada pihak-pihak tertentu sebagai dalang G-30-S. Entah itu PKI, Suhart More...
“Dalih Pembunuhan Massal”, berbeda dengan buku-buku dengan tema sejenis, tidak serta-merta mengarahkan jari telunjuk kepada pihak-pihak tertentu sebagai dalang G-30-S. Entah itu PKI, Suhart More...
0 comments
like
(5 people liked it)
Mar 24, 2008
“Pretext for Mass Murder” is an impressive overview of the complicated events behind the 1965-1966 coup in which pro-U.S. General Suharto seized power and began a three decade reign of terror. Roosa worked with a group of Indonesian scholars on interviews and other historical research which produced core material for this book. Though in the end Roosa concludes that a few members of the Indonesian communist party (PKI), by launching an ill-conceived anti-military action, did provide the provocat
More...
0 comments
like
(1 person liked it)
May 08, 2010
satu-satunya alasan kenapa buku ini dilarang adalah bahwa buku ini adalah buku yang paling mendekati kebenaran...
harus puas baca ebooknya :(
harus puas baca ebooknya :(
Apr 19, 2008
saya baca terjemahannya terbitan hasta mitra. ini buku bagus. bagaimana sebuah peristiwa bisa dihilangkan jejaknya bahkan dibuatkan rekaman jejak baru dalam ingatan seluruh anak bangsa. sungguh sial yang tertipu oleh 'rekaman buatan' itu. setidaknya baca buku ini, teman, akan ada sedikit yang terkuak. cuma sedikit sayangnya!
kudengar isu launchingnya ada pencekalan. hihi. kayaknya lg musim cekal dan sobek. wufh!
kudengar isu launchingnya ada pencekalan. hihi. kayaknya lg musim cekal dan sobek. wufh!
0 comments
like
(1 person liked it)
Jan 08, 2009
Buku terbaik 2008.
Sayang ada beberapa cacat ketik. John Roosa sendiri terlihat sedikit bingung ketika saya tunjukkan beberapa salah huruf.
Sulit dicari di jaringan toko buku, carilah di pojok buku TIM, sebab sayang untuk dilewatkan.
Terima kasih atas tanda tangannya Mr.Roosa.
Sayang ada beberapa cacat ketik. John Roosa sendiri terlihat sedikit bingung ketika saya tunjukkan beberapa salah huruf.
Sulit dicari di jaringan toko buku, carilah di pojok buku TIM, sebab sayang untuk dilewatkan.
Terima kasih atas tanda tangannya Mr.Roosa.
Jul 28, 2008
Baru baca review buku ini di harian Kompas, tgl 17 Juni 2008. Semakin yakin buku ini perlu dimiliki sebelum dibredel (??? masih ada nggak sih bredel itu??)
Jan 19, 2009
buku sudah di tangan. siap untuk dibaca. siap untuk bergerak. siap untuk melawan. dan siap untuk ngopi lagi.
Feb 12, 2012
Feb 09, 2012
Feb 02, 2012
Jan 06, 2012
Dec 20, 2011
Dec 14, 2011
Dec 12, 2011
Dec 09, 2011
Nov 04, 2011
Nov 04, 2011
Oct 22, 2011
Oct 21, 2011
Oct 20, 2011
Oct 13, 2011
Sep 20, 2011
Sep 11, 2011
