by
4.05 of 5 stars

In the early morning hours of October 1, 1965, a group calling itself the September 30th Movement kidnapped and executed six generals of the Ind... read full description


reviews

Dec 04, 2008
nanto rated it: 4 of 5 stars
Saya memegangnya, membacanya menjelang beberapa bab akhir. Bab pertama dan kedua menjadi penting, tidak boleh dilewatkan. Bila melihat strukturnya kita akan sadar bahwa penulis memang bermaksud menyampaikan pendapatnya seakademis mungkin. Dua bab awal itu lah kuncinya. Saya mengandaikan sebuah bab pendahuluan dan tinjauan teoritis yang sering kita temui dalam makalah akhir sarjana.

Roosa beranggapan, sejauh bukti akademis yang dapat dijadikan pijakan, peristiwa dinihari tanggal 1 Okto More...
0 comments like (2 people liked it)
Oct 28, 2011
Bangsamanusia rated it: 5 of 5 stars
Suatu ketika Ariel Heryanto pernah menandaskan, bahwa hanya di Indonesia, tempat dimana komunisme tak pernah mati. Bukan tanpa musabab ia menuturkan hal demikian. Berbeda dari eksistensinya di banyak negara, komunisme di Indonesia menjadi momok yang tak pernah berhenti diujarkan, malah dilembagakan dalam aturan perundang-undangan. Hingga sekarang pun, menyebut kata itu, masih menyiratkan makna tertentu. Sesuatu yang dengan segenap kekuatan harus dihancurkan, mesti dibasmi, layak dibumihanguskan, More...
Sep 09, 2008
Ronny rated it: 4 of 5 stars
Baru beberapa halaman sudah kesengsem, krn penerjemahan dan editingnya yang apik. Kata yang sudah baca edisi aslinya, memang bukan main buku ini.

WARNING!
Kawan2, Kejaksaan Agung yg sudah gemuk busuk kena duit Artalyta dan duit2 lainnya itu rupanya memang sudah tidak bisa berpikir lagi memakai nalar dengan rencananya untuk melarang dan menarik peredaran buku ini. Galang penolakan di
http://www.goodreads.com/topic/show_grou...
6 comments like (1 person liked it)
Nov 29, 2011
Arifa rated it: 5 of 5 stars
Buku yang sip banget tentang G/30/S tahun 1965 lalu bagi mereka yang ingin mempelajarinya dari sudut pandang objektif. Ditulis dengan analisis yang tidak main-main dan penceritaan yang renyah, membuat pembaca seolah-olah berhadapan dengan novel detektif saja.

Buku sejarah memang tidak asing dengan komentar-komentar penulisnya tentang tokoh-tokoh dan peristiwa dalam sejarah. Dan komentar-komentar Roosa lumayan mengocok perut: sarkastis sekaligus lucu, mengeritik tajam dan juga jujur. Buk More...
Oct 03, 2008
haripin rated it: 4 of 5 stars
OK, apa yang membuat buku Roosa sangat menarik dalam pandangan saya adalah penemuan bukti-bukti baru tentang berbagai hal menyangkut Gerakan 30 September (G-30-S) dan sekalian analisis mengenainya, rekonstruksi alternatif atas kejadian G-30-S ala Roosa, serta kearifan yang dikandung oleh buku itu.

“Dalih Pembunuhan Massal”, berbeda dengan buku-buku dengan tema sejenis, tidak serta-merta mengarahkan jari telunjuk kepada pihak-pihak tertentu sebagai dalang G-30-S. Entah itu PKI, Suhart More...
0 comments like (5 people liked it)
Mar 24, 2008
Ben rated it: 5 of 5 stars
“Pretext for Mass Murder” is an impressive overview of the complicated events behind the 1965-1966 coup in which pro-U.S. General Suharto seized power and began a three decade reign of terror. Roosa worked with a group of Indonesian scholars on interviews and other historical research which produced core material for this book. Though in the end Roosa concludes that a few members of the Indonesian communist party (PKI), by launching an ill-conceived anti-military action, did provide the provocat More...
0 comments like (1 person liked it)
May 08, 2010
satu-satunya alasan kenapa buku ini dilarang adalah bahwa buku ini adalah buku yang paling mendekati kebenaran...

harus puas baca ebooknya :(
Feb 02, 2011
Eri is currently reading it
still reading,
Nov 21, 2010
priscillialist rated it: 5 of 5 stars
teka teki sejarah
Nov 26, 2010
Sam rated it: 5 of 5 stars
Suharto adalah MAFIA SEJARAH
5 comments like (1 person liked it)
Apr 19, 2008
Dyah rated it: 4 of 5 stars
saya baca terjemahannya terbitan hasta mitra. ini buku bagus. bagaimana sebuah peristiwa bisa dihilangkan jejaknya bahkan dibuatkan rekaman jejak baru dalam ingatan seluruh anak bangsa. sungguh sial yang tertipu oleh 'rekaman buatan' itu. setidaknya baca buku ini, teman, akan ada sedikit yang terkuak. cuma sedikit sayangnya!

kudengar isu launchingnya ada pencekalan. hihi. kayaknya lg musim cekal dan sobek. wufh!
0 comments like (1 person liked it)
Jan 08, 2009
Johan rated it: 5 of 5 stars
Buku terbaik 2008.
Sayang ada beberapa cacat ketik. John Roosa sendiri terlihat sedikit bingung ketika saya tunjukkan beberapa salah huruf.
Sulit dicari di jaringan toko buku, carilah di pojok buku TIM, sebab sayang untuk dilewatkan.
Terima kasih atas tanda tangannya Mr.Roosa.
Jul 28, 2008
Amang marked it as to-read
Baru baca review buku ini di harian Kompas, tgl 17 Juni 2008. Semakin yakin buku ini perlu dimiliki sebelum dibredel (??? masih ada nggak sih bredel itu??)
Jan 19, 2009
gieb marked it as to-read
buku sudah di tangan. siap untuk dibaca. siap untuk bergerak. siap untuk melawan. dan siap untuk ngopi lagi.
Feb 12, 2012
Matteocalosi added it
Feb 09, 2012
Nikki is currently reading it
Feb 02, 2012
Anandika marked it as to-read
Jan 06, 2012
Adityas182 marked it as to-read
Dec 20, 2011
Booksreaderpdg rated it: 4 of 5 stars
Dec 14, 2011
Pandasurya added it
Dec 12, 2011
Hendriko Firman rated it: 3 of 5 stars
Dec 09, 2011
Dan marked it as to-read
Nov 04, 2011
Rip marked it as to-read
Nov 04, 2011
nawir marked it as to-read
Oct 22, 2011
Answer rated it: 4 of 5 stars
Oct 21, 2011
Farashanty marked it as to-read
Oct 20, 2011
Dagingjepit marked it as to-read
Oct 13, 2011
Eko added it
Sep 20, 2011
Anton rated it: 4 of 5 stars
Sep 11, 2011
Ivan marked it as to-read