Surau Singgalang
(HU Singgalang, Syiar Ramadhan, Senin 5 Agustus 2013 (28 Ramadhan 1434H) hal.A-6)


Oleh  Masoed Abidin Jabbar


Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata Rasulullah SAW biasa melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Kemudian beliau pernah tidak beriktikaf pada suatu tahun, lalu pada tahun berikutnya beliau beriktikaf selama dua puluh hari“ (HR. Ahmad dan Tirmidzi). Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah.


Salah satu ibadah disenangi di bulan ini adalah berdiam diri di Masjid untuk sementara waktu dengan niat ibadah atau melaksanakan  Iktikaf dengan memperbanyak shalat sunah, membaca Al Quran dan memperdalam tsaqafah wawasan keislaman.


Hakikatnya Iktikaf adalah memisahkan diri sementara waktu dan bertaqarrub meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Azza wa Jalla. Apabila ketaqwaan melemah dalam jiwa dan kehidupan bermasyarakat salah satu solusinya adalah iktikaf. Siti Aisyah Radhiallahu ‘anha berkata, “Nabi Muhammad SAW. apabila hendak beriktikaf beliau shalat subuh lalu masuk ke tempat iktikaf” (Muttafaqunlaih).


Rasulullah SAW. tidak pulang pergi ketika beriktikaf kecuali apabila ada keperluan. Siti Aisyah r.a mengatakan, “Rasulullah SAW. mengulurkan kepalanya kepada saya, sedang beliau berada di masjid, kemudian saya menyisir rambutnya, dan beliau tidak masuk rumah apabila sedang beriktikaf, kecuali beliau ada keperluan”. (HR. Bukhari).
Gambar
Sebaiknya iktikaf diperbanyak pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, berdasarkan contoh yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW. Dan Aisyah r.a. berkata, “adalah Rasulullah SAW. apabila telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dibangunkanlah keluarganya dan senantiasa mengencangkan ikat pinggang” (Muttafaqunalaih). Demikian Rasulullah SAW pada masa iktikaf itu beliau memperbanyak membaca Al-quran serta berdoa kepada Allah SWT. Maka, pada bulan Ramadhan Mubarak ini mari kunjungi Masjid untuk beriktikaf.


Meluangkan sedikit waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Khaliq. Memuji kebesaran-Nya dan merenungi ke MahakuasaanNya. Memohon ampunan atas segala kelalaian. Membanyakkan berdo’a agar umat Islam dimanapun berada diberi kesabaran serta kekuatan dalam memecahkan segala permasalahan hidup yang semakin kompleks.



Anjuran iktikaf berkaitan erat dengan informasi datangnya Lailatulqadar yaitu malam kemuliaan. Sabda Rasulullah saw, “Carilah (malam qadar) itu pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan” (HR. Ahmad dan Bukhari). Pernyataan Rasulullah ini mendorong umat Islam semestinya lebih giat beribadah menjelang berakhirnya puasa Ramadhan  untuk mencapai kematangan dan kesempurnaan jiwa beribadah. Memiliki kesiapan mental menerima kehadiran malam kemuliaan di bulan Ramadhan yang agung ini.
Gambar
Seharusnya pula dipahami bahwa penyambutan lailatul qadar itu tempatnya adalah di Masjid. Bukan di rumah atau di hotel hotel. Cara penyambutannya dengan melakukan iktikaf. Karena masjid adalah tempat suci dan tempat dilakukannya berbagai kebajikan. Masjid adalah juga tempat di mana kita berusaha untuk melepaskan diri dari berbagai hiruk-pikuk kehidupan dunia yang menyesakkan melalui penggapaian pencerahan iman dan rohani kita.


Senyatanya anjuran ibadah puasa dengan iktikaf lebih dikuatkan pelaksanaannya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan ini agar dapat mengantar umat Islam meraih lailatul qadar itu. Melalui penantian lailatul qadar umat Islam melakukan perubahan hidup setiap tahun dari kehidupan yang gelap menuju kehidupan terang-benderang di bawah petunjuk sinaran hidayah Allah SWT. Maka iktikaf  adalah suatu ibadah terpuji dan disenangi dilakukan di bulan Ramadhan.
Gambar
Sabda Rasulullah SAW, “Siapa yang beriktikaf sehari demi mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala, maka Allah benkenan membuat antara dia dan api (neraka) tiga buah parit, tiap parit lebih jauh dari masyriq dan maghrib” (HR. Thabrani).


Semoga dengan melaksanakan iktikaf di bulan suci Ramadhan penuh berkah ini Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan para muttaqien.
Amin Yaa Rabbal Alamin. ***



Like  •  0 comments  •  flag
Published on August 04, 2013 17:43 • 41 views

No comments have been added yet.



Mas'oed Abidin's Blog

Mas'oed Abidin
Mas'oed Abidin isn't a Goodreads Author (yet), but he does have a blog, so here are some recent posts imported from his feed.
Follow Mas'oed Abidin's blog with rss.