Bubin Lantang
Author profile
gender
male
website
genre
About this author
|
Kisah Langit Merah
— published 2009 |
|
|
Jejak-Jejak
— published 1990 |
|
|
Napas-Napas
— published 1991 |
|
|
Tentang-Tentang
— published 1991 |
|
|
Potret-Potret
— published 1991 |
|
|
Bila
by Dian Bara, Bubin Lantang — published 1992 |
Upcoming Events
No scheduled events.
Add an event.
“Seperti pohon...
Di pokok kita masih satu, lantas kita berpisah di cabang. Ada yang ke kiri, ada yang ke kanan, ada yang terus ke atas, ada yang ke depan, ada yang ke belakang. Atau bilapun masih satu di cabang, kita nanti akan berpisah juga di ranting. Ke atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang...
Saat kita kecil dulu, kita masih satu, masih anak kecil. Lantas sedikit demi sedikit waktu kita bikin kita beda. Waktunya makin banyak, beda kita tambah banyak.
Itulah kita.”
― Bubin Lantang, Jejak-Jejak
Di pokok kita masih satu, lantas kita berpisah di cabang. Ada yang ke kiri, ada yang ke kanan, ada yang terus ke atas, ada yang ke depan, ada yang ke belakang. Atau bilapun masih satu di cabang, kita nanti akan berpisah juga di ranting. Ke atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang...
Saat kita kecil dulu, kita masih satu, masih anak kecil. Lantas sedikit demi sedikit waktu kita bikin kita beda. Waktunya makin banyak, beda kita tambah banyak.
Itulah kita.”
― Bubin Lantang, Jejak-Jejak
“Petualangan adalah pergi tanpa titik tujuan, membiarkan dirimu tersesat, mencari, dan memilih; dan kamu tak tahu kapan harus pulang.”
― Bubin Lantang, Kisah Langit Merah
― Bubin Lantang, Kisah Langit Merah
Is this you? Let us know. If not, help out and invite Bubin to Goodreads.











