Soe Tjen Marching





Soe Tjen Marching

Author profile


born
in Surabaya, Indonesia
April 23, 1971

website

genre


About this author

Soe Tjen Marching (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 23 April 1971; umur 39 tahun) adalah seorang Indonesianis, penulis, dan feminis. Ia memperoleh gelar Ph.D.nya dari Universitas Monash, Australia dengan menulis disertasi tentang otobiografi dan buku harian perempuan-perempuan Indonesia. Ia telah diundang sebagai dosen tamu di berbagai Universitas di Australia, Britania dan Eropa.

Soe Tjen banyak menulis artikel di berbagai suratkabar Indonesia maupun asing, cerita pendek, dan juga membuat komposisi musik. Ia pernah memenangi beberapa kompetisi penulisan kreatif di Melbourne - Australia. Salah satu cerita pendeknya telah diterbitkan oleh Antipodes, sebuah jurnal sastra terkemuka di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga seorang komponis penting
...more


Average rating: 3.33 · 66 ratings · 23 reviews · 7 distinct works · Similar authors
Mati, Bertahun yang Lalu
3.29 of 5 stars 3.29 avg rating — 48 ratings — published 2010
Rate this book
Clear rating
Kubunuh Di Sini
3.3 of 5 stars 3.30 avg rating — 10 ratings — published 2013
Rate this book
Clear rating
The Discrepancy Between the...
4.0 of 5 stars 4.00 avg rating — 2 ratings — published 2007
Rate this book
Clear rating
Kisah Di Balik Pintu
3.0 of 5 stars 3.00 avg rating — 1 rating — published 2011
Rate this book
Clear rating
Making Out in Indonesian: R...
by
3.6 of 5 stars 3.60 avg rating — 5 ratings — published 1994 — 4 editions
Rate this book
Clear rating
Sepasang Ballerina
by
2.0 of 5 stars 2.00 avg rating — 1 rating — published 2013
Rate this book
Clear rating
Indonesian in a Flash Kit V...
by
0.0 of 5 stars 0.00 avg rating — 0 ratings — published 2003
Rate this book
Clear rating
More books by Soe Tjen Marching…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“Mengapa kesatu harus disebut pertama? Tapi, tidak ada kata lain untuk kedua, ketiga dan seterusnya. Mengapa kata "satu" harus dibedakan?
Kata berdua, bertiga, berempat adalah untuk menyatakan jumlah orang sesuai dengan akar kata yang terlibat.....
Tapi bersatu memberi arti lain-bersatu justru menunjukkan tidak ada satu orang yang terlibat. Kalimat "kita bersatu di sana" justru maksudnya tidak hanya satu orang, tapi banyak orang yang bersama. Satu yang banyak.”
Soe Tjen Marching, Mati, Bertahun yang Lalu

“Salah seorang menyempatkan menyapa: "Kamu kok pucat?"
Tolong...aku mayat yang tersasar. Di dunia kehidupan.”
Soe Tjen Marching, Mati, Bertahun yang Lalu

“...hidup seringkali dipenuhi dengan orang-orang yang berjalan dalam tidur, yang sebenarnya sudah tak menginginkan hidup itu lagi, namun mereka tidak tahu pilihan yang lain.”
Soe Tjen Marching, Mati, Bertahun yang Lalu



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Soe to Goodreads.