Soe Hok Gie





Soe Hok Gie

Author profile


born
December 17, 1942 in Jakarta, Indonesia

died
December 16, 1969

gender
male

genre


About this author

Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal v...more


Average rating: 3.85 · 1561 ratings · 264 reviews · 5 distinct works
Soe Hok Gie: Catatan Seoran...
3.88 of 5 stars 388 avg rating — 1013 ratings — published 1981 — 8 editions
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Orang-Orang di Persimpangan...
by
3.65 of 5 stars 365 avg rating — 147 ratings2 editions
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Di Bawah Lentera Merah: Riw...
3.66 of 5 stars 366 avg rating — 120 ratings — published 1990 — 3 editions
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Zaman Peralihan
3.71 of 5 stars 371 avg rating — 79 ratings — published 1995
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: ...
by
4.0 of 5 stars 400 avg rating — 202 ratings — published 2009 — 2 editions
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
More books by Soe Hok Gie…
“Nobody can see the trouble I see, nobody knows my sorrow.”
Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

“Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua

(Catatan Seorang Demonstran, h. 96)”
Soe Hok Gie

“Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa

(Catatan Seorang Demonstran, h. 101)”
Soe Hok Gie