|
Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran
— published 1981 — 8 editions |
|
|
Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948
by Soe Hok Gie, Hok Gie Soe — 2 editions |
|
|
Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
— published 1990 — 3 editions |
|
|
Zaman Peralihan
— published 1995 |
|
|
Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
by Rudy Badil, Luki Sutrisno Bekti, Nessy Luntungan R — published 2009 — 2 editions |
“Nobody can see the trouble I see, nobody knows my sorrow.”
― Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran
― Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran
“Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua
(Catatan Seorang Demonstran, h. 96)”
― Soe Hok Gie
(Catatan Seorang Demonstran, h. 96)”
― Soe Hok Gie
“Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa
(Catatan Seorang Demonstran, h. 101)”
― Soe Hok Gie
(Catatan Seorang Demonstran, h. 101)”
― Soe Hok Gie































