Y.B. Mangunwijaya
Author profile
born
in Indonesia
May 06, 1929
died
February 10, 1999
gender
male
|
Burung-Burung Manyar
— published 1981 — 4 editions |
|
|
Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
— published 2000 — 3 editions |
|
|
Rara Mendut: Sebuah Trilogi
— published 2008 — 2 editions |
|
|
Roro Mendut: Novel Sejarah versi Y.B. Mangunwijaya
— published 1983 |
|
|
Pohon Pohon Sesawi
— published 2012 — 2 editions |
|
|
Burung-Burung Rantau
|
|
|
Lusi Lindri: Novel Sejarah
— published 1994 — 2 editions |
|
|
Genduk Duku: Novel Sejarah
— published 1987 — 2 editions |
|
|
Wastu Citra
— published 1988 — 2 editions |
|
|
Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa
— published 1983 — 2 editions |
|
“Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai.
["Fenomena PRD dll," dalam Politik Hati Nurani, hlm. 28].”
― Y.B. Mangunwijaya
["Fenomena PRD dll," dalam Politik Hati Nurani, hlm. 28].”
― Y.B. Mangunwijaya
“Namun itu berarti bahwa telah tumbuhlah benih-benih pengakuan, bahwa yang benar-benar penting dalam sejarah justru adalah hidup sehari-hari, yang normal yang biasa, dan bukan pertama-tama kehidupan serba luar biasa dari kaum ekstravagan serba mewah tapi kosong konsumtif. Dengan kata lain, kita mulai belajar, bahwa tokoh sejarah dan pahlawan sejati harus kita temukan kembali di antara kaum rakyat biasa yang sehari-hari, yang barangkali kecil dalam harta maupun kuasa, namun besar dalam kesetiaannya demi kehidupan.
[Impian dari Yogyakarta, hlm. 38]”
― Y.B. Mangunwijaya
[Impian dari Yogyakarta, hlm. 38]”
― Y.B. Mangunwijaya
“Setiap strategi yang sehat dan benar harus selalu berusaha mereduksi pihak lawan seminimum mungkin dan merangkul kawan sebanyak mungkin, sambil membujuk sebanyak mungkin lawan menjadi kawan, terserah apa latar belakangnya. Gerakan yang berkebiasaan membuat musuh di mana-mana amatlah bodoh.”
― Y.B. Mangunwijaya, Mengenang Romo Mangun : Surat Bagimu Negeri Berjuang untuk yang Terpinggirkan, Menyapa Hingga yang di Singgasana, Y.B. Mangunwijaya, 1929-1999
― Y.B. Mangunwijaya, Mengenang Romo Mangun : Surat Bagimu Negeri Berjuang untuk yang Terpinggirkan, Menyapa Hingga yang di Singgasana, Y.B. Mangunwijaya, 1929-1999
Polls
Topics Mentioning This Author
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| Goodreads Indonesia: Perkenalan Anggota GRI 2007-2009 | 1618 | 2211 | Dec 31, 2009 07:08pm | |
| Around the World ...: Indonesia | 6 | 87 | Aug 23, 2012 04:58am | |
| Around the World ...: Wim - Tourist 2013 | 10 | 60 | Apr 26, 2013 11:29am |



































