Y.B. Mangunwijaya



Y.B. Mangunwijaya

author profile

born May 06, 1929
died February 10, 1999
gender male
place of birth Indonesia

about this author

Yusuf Bilyarta Mangunwijaya was an architect, writer, Catholic priest, and activist. Romo Mangun (Father Mangun) was public-knowed by his novel "Burung-Burung Manyar" which awarded Ramon Magsaysay Award for South-East Asia Writings on 1996.

Not only fiction genre, Romo Mangun also write non-fiction and architectural works such as "Sastra dan Religiositas" which won The Best Non-Fiction in 1982.

Bibliography:
* Balada Becak, novel, 1985
* Balada dara-dara Mendut, novel, 1993
* Burung-Burung Rantau, novel, 1992
* Burung-Burung Manyar, novel, 1981
* Di Bawah Bayang-Bayang Adikuasa, 1987
* Durga Umayi, novel, 1985
* Esei-esei orang Republik, 1987
* Fisika Bangunan, buku Arsitektur, 1980
* Gereja Diaspora, 199...more

books by Y.B. Mangunwijaya

combine editions
avg rating: 3.80 | 691 ratings | 25 distinct works
Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen (Paperback)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.34 — 99 ratings — published 2000
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Pohon-Pohon Sesawi Pohon-Pohon Sesawi (Paperback)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.30 — 73 ratings — published 1999
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Roro Mendut: Novel Sejarah Roro Mendut: Novel Sejarah (Paperback)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 4.05 — 37 ratings — published 1983
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Burung-Burung Rantau Burung-Burung Rantau (Softcover)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.71 — 34 ratings — published 1992
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Lusi Lindri: Novel Sejarah Lusi Lindri: Novel Sejarah
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.93 — 28 ratings — published 1987
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Genduk Duku: Novel Sejarah Genduk Duku: Novel Sejarah (Paperback)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.88 — 26 ratings — published 1987
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Durga/Umayi: A Novel Durga/Umayi: A Novel (Paperback)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.61 — 18 ratings — published 2004
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Rara Mendut: Sebuah Trilogi Rara Mendut: Sebuah Trilogi (Hardcover)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.75 — 16 ratings — published 1988
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Wastu Citra Wastu Citra (Softcover)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 4.23 — 13 ratings — published 1988
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books
Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa (Softcover)
by Y.B. Mangunwijaya
avg rating 3.69 — 13 ratings — published 1987
my rating: didn't like itit was okliked itreally liked itit was amazing
add to my books

see all books by Y.B. Mangunwijaya »



quotes by Y.B. Mangunwijaya

626568
"Namun itu berarti bahwa telah tumbuhlah benih-benih pengakuan, bahwa yang benar-benar penting dalam sejarah justru adalah hidup sehari-hari, yang normal yang biasa, dan bukan pertama-tama kehidupan serba luar biasa dari kaum ekstravagan serba mewah tapi kosong konsumtif. Dengan kata lain, kita mulai belajar, bahwa tokoh sejarah dan pahlawan sejati harus kita temukan kembali di antara kaum rakyat biasa yang sehari-hari, yang barangkali kecil dalam harta maupun kuasa, namun besar dalam kesetiaannya demi kehidupan.
[Impian dari Yogyakarta, hlm. 38]"
Y.B. Mangunwijaya
Add_quote

626568
"Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai.
["Fenomena PRD dll," dalam Politik Hati Nurani, hlm. 28]."
Y.B. Mangunwijaya
Add_quote