Emha Ainun Nadjib
Author profile
born
May 27, 1953
in Jombang, Jawa Timur, Indonesia
gender
male
website
genre
|
Slilit Sang Kiai
— published 1988 — 2 editions |
|
|
Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki
— published 2007 — 2 editions |
|
|
Jejak Tinju Pak Kiai
— published 2008 — 2 editions |
|
|
Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai
— published 1994 — 3 editions |
|
|
Kiai Sudrun Gugat
|
|
|
Markesot Bertutur Lagi
— published 1994 |
|
|
Surat Kepada Kanjeng Nabi
|
|
|
Sedang Tuhan pun Cemburu: Refleksi Sepanjang Jalan
— published 1994 |
|
|
Markesot Bertutur
— published 1993 |
|
|
Syair Lautan Jilbab
— published 1989 |
Upcoming Events
No scheduled events.
Add an event.
“Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?
”
― Emha Ainun Nadjib
”
― Emha Ainun Nadjib
“Generasi kempong tidak punya waktu dan tidak memiliki tradisi untuk tahu beda antara kalimat sindiran dengan bukan sindiran. Tak tahu apa itu ironi, sarkasme, sanepan, istidraj ... Generasi kempong sangat rentan terhadap apa saja, termasuk informasi ... Tidak ada etos kerja. Tidak ada ideologi dharma, atau falya’mal ‘amalan shalihan ... Yang dipunyai hanya obsesi hasil, khayal kepemilikan dan kenikmatan.”
― Emha Ainun Nadjib
― Emha Ainun Nadjib
Is this you? Let us know. If not, help out and invite Emha to Goodreads.




































