Nukila Amal





Nukila Amal


Born
in Ternate, Indonesia
December 26, 1971

Genre


Nukila Amal mendapat perhatian besar di dunia sastra Indonesia setelah menerbitkan novelnya, Cala Ibi (2003), yang masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award. Kumpulan cerpennya, Laluba (2005), mendapat penghargaan Karya Sastra Terbaik majalah Tempo. Nukila juga meraih penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2008 melalui cerpennya, "Smokol." Karya terbarunya adalah buku anak Mirah Mini: Hidupmu, Keajaibanmu (2013).

Pada tahun 2006 Nukila diundang sebagai peserta Iowa International Writing Program di Amerika Serikat. Ia pernah menjadi anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta dan menerjemahkan sejumlah kumpulan puisi. Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ini juga mengelola bisnis roti dietetik.

Average rating: 3.55 · 505 ratings · 90 reviews · 8 distinct works · Similar authors
Cala Ibi

3.63 avg rating — 259 ratings — published 2003 — 5 editions
Rate this book
Clear rating
Smokol: Cerpen KOMPAS Pilih...

by
3.48 avg rating — 174 ratings — published 2009
Rate this book
Clear rating
Laluba

3.36 avg rating — 66 ratings — published 2005
Rate this book
Clear rating
Mirah Mini: Hidupmu, Keajai...

by
4.33 avg rating — 6 ratings — published 2012
Rate this book
Clear rating
The Original Dream

by
0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating
20 Cerpen Indonesia Terbaik...

by
3.65 avg rating — 94 ratings
Rate this book
Clear rating
20 Cerpen Indonesia Terbaik...

by
3.32 avg rating — 102 ratings — published 2008
Rate this book
Clear rating
Indonesian Women Writers

by
0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating
More books by Nukila Amal…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“Ini cuma sebuah laku bacalah, bukan bacakanlah. Bacalah adalah serupa bisikan, serupa gerimis hujan, desir angin, desir lokan, atau gemerisik dedaunan. Bacakanlah bagai teriakan, berpengeras suara bergema kemana-mana. Sebab bisikan lebih menggoda lebih menjamah lebih menggugah daripada teriakan. Sebab bisikan selalu jatuh lembut di telinga, tak seperti teriak yang menghantam pekak.

Hanya membaca. Sebuah laku pribadi, hening sendiri, hanya dalam hati, sunyi tanpa bunyi. Ketika hanya ada satu benak yang menari dengan benak lain (malaikat jatuh, malaikat patuh, betapa tipisnya, keduanya hanya membuat manusia teramat manusia). Aku tak peduli, benak mana yang akan berbisik. Aku tak peduli, ada atau tiada makna, terserah saja.”
Nukila Amal, Cala Ibi

“Ada ruang kosong di sela-sela sebuah kata. Ada banyak omong kosong di sela-sela bicara--tapi perlu. Adalah percakapan dengan teman yang selalu bisa menjaga kewarasan, menyelamatkanku dari jemu sempurna. Di tengah carut-marut fungsi mekanistik otomatik hampir robotik sebuah industri yang menyelubungi diri dengan judul keramah-tamahan manusia, ada teman-teman--manusia yang hidup dan dekat.”
Nukila Amal, Cala Ibi

“Dunia tengah berangkat gila, dan di zaman ini hanya orang gila yang berkeinginan mengubah atau menyelamatkan dunia. Seandainya tiap manusia cukup rendah hati untuk menyelamatkan sebuah dunianya terlebih dulu

(Cala Ibi, h.151)”
Nukila Amal

Topics Mentioning This Author

topics posts views last activity  
Netherlands & Fla...: This topic has been closed to new comments. Winter 2014 - 2015 65 111 Mar 20, 2015 10:04AM  


Is this you? Let us know. If not, help out and invite Nukila to Goodreads.