Goenawan Mohamad





Goenawan Mohamad

Author profile


born
in Batang, Pekalongan, Indonesia
July 29, 1941

gender
male

website

twitter username

genre


About this author

Ia seorang jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas. Tanpa lelah, ia memperjuangkan kebebasan berbicara dan berpikir melalui berbagai tulisan dan organisasi yang didirikan-nya. Tulisannya banyak mengangkat tema HAM, agama, demokrasi, korupsi, dan sebagainya. Seminggu sekali menulis kolom “Catatan Pinggir” di Majalah Tempo.

Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita Tempo kelahiran Karangasem Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, 29 Juli 1941, ini pada masa mudanya lebih dikenal sebagai seorang penyair. Ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan 1964 yang mengakibatkannya dilarang menulis di berbagai media umum.

Ia juga pernah menjadi Nieman fellow di Universitas Harvard dan menerima penghargaan Louis Lyons Award untuk katego...more


Average rating: 3.88 · 2,512 ratings · 265 reviews · 69 distinct works · Similar authors
Catatan Pinggir
3.92 of 5 stars 3.92 avg rating — 306 ratings — published 1982 — 2 editions
Tuhan & Hal-Hal yang Tak Se...
3.85 of 5 stars 3.85 avg rating — 282 ratings — published 2007 — 2 editions
Catatan Pinggir 2
3.91 of 5 stars 3.91 avg rating — 158 ratings — published 1989
Catatan Pinggir 3
3.91 of 5 stars 3.91 avg rating — 139 ratings — published 1991
Asmaradana: Pilihan Sajak, ...
3.89 of 5 stars 3.89 avg rating — 91 ratings — published 1992
Goenawan Mohamad: Selected ...
by
3.8 of 5 stars 3.80 avg rating — 81 ratings — published 2004 — 4 editions
Setelah Revolusi Tak Ada Lagi
3.77 of 5 stars 3.77 avg rating — 99 ratings — published 2001 — 4 editions
Kata, Waktu: Esai-esai Goen...
4.3 of 5 stars 4.30 avg rating — 64 ratings — published 2001
Catatan Pinggir 4
4.17 of 5 stars 4.17 avg rating — 58 ratings — published 1991 — 2 editions
Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001
4.0 of 5 stars 4.00 avg rating — 58 ratings — published 2001
More books by Goenawan Mohamad…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.”
Goenawan Mohamad

“Kegagalan kita untuk memaafkan, kesediaan kita untuk mengakui dendam, adalah penerimaan tentang batas. Setelah itu adalah doa. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa kita bukan hakim yang terakhir. … Di ujung sana, Tuhan lebih tahu.

(Caping 1, h. 87)”
Goenawan Mohamad

“Definisi kesepian yang sebenarnya adalah hidup tanpa tanggung jawab sosial”
Goenawan Mohamad



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Goenawan to Goodreads.