Arena Wati
Author profile
born
July 30, 1925
in Jenoponto, Indonesia
died
January 26, 2009
gender
male
|
Sakura Mengorak Kelopak
— published 1988 |
|
|
Sudara
— published 1994 |
|
|
Sandera
— published 1971 |
|
|
Panrita
— published 1993 |
|
|
Sukma angin
— published 1999 — 2 editions |
|
|
Pantai Harapan
— published 1990 |
|
|
Ombak Samudera
— published 1992 |
|
|
Bunga Dari Kuburan
— published 1987 |
|
|
Rontok
— published 1980 |
|
|
Royan
— published 1980 |
“Suatu pengembaraan dianggap gagal kalau kita tidak mendapat apa-apa yang kita cari. Tetapi itu tanggapan yang salah. Tidak ada pengembaraan yang sia-sia. Cuma kau tidak faham, bahawa sesuatu yang kaujumpa dalam perjalananmu. Ada kalanya lebih baik daripada apa yang kaucari.”
― Arena Wati, Panrita
― Arena Wati, Panrita
“Kamu pelajarilah dunia dengan segala kandungannya melalui buku-bukumu, tapi jangan lupa belajar daripada hati nurani manusia. Ingat tu? Hati nurani manusia! Apa pun bangsa dan agamanya.”
― Arena Wati, Warna Sukma Usia Muda
― Arena Wati, Warna Sukma Usia Muda
“Kurnia Tuhan yang paling nikmat ialah merayapi semua persoalan hidup, dan mengumpulkan segala bunga-bunga hiasannya di sepanjang tepi jalan.
Kalau kau tak berjaya berbuat demikian, kau telah menyia-nyiakan kesempatanmu datang kedunia yang hanya satu kali.
Tetapi semua ini hendaknya di lakukan penuh kejujuran dan kechintaan, karena bunga-bunga hiasan hidup hanya berguna kalau di taruh dalam kandil chinta.”
― Arena Wati, Jalan Malam ke Ibu Kota
Kalau kau tak berjaya berbuat demikian, kau telah menyia-nyiakan kesempatanmu datang kedunia yang hanya satu kali.
Tetapi semua ini hendaknya di lakukan penuh kejujuran dan kechintaan, karena bunga-bunga hiasan hidup hanya berguna kalau di taruh dalam kandil chinta.”
― Arena Wati, Jalan Malam ke Ibu Kota
Topics Mentioning This Author
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| Goodreads Malaysia: Arena Wati 86 tahun (30/7/1925) | 9 | 15 | Jul 31, 2011 06:29pm |



















