Arena Wati





Arena Wati

Author profile


born
July 30, 1925 in Jenoponto, Indonesia

died
January 26, 2009

gender
male


About this author

Arena Wati adalah nama pena dari Muhammad bin Abdul Biang alias Andi Muhammad Dahlan bin Andi Buyung (lahir di Jeneponto, 20 Juli 1925 – wafat di Cheras, Malaysia, 26 Januari 2009 pada umur 83 tahun), sastrawan negara Malaysia asal Indonesia. Ia juga memakai nama pena lain seperti Duta Muda dan Patria. Selama tiga tahun (1986-1989) pernah menjadi dosen tamu di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Masa muda Arena ditempunya di Makassar. Ia menjadi pelaut sejak 1943 dan pada usia 17 tahun sudah jadi nahkoda kapal. Sekitar tahun 1954 ia telah menetap di Malaya dan bekerja di lingkungan penerbitan majalah "Royal Press" dan penerbitan "Harmy". Tidak lama kemudian, dia pindah ke Johor Baru bekerja pada penerbitan Melayu Ltd,, selama lima tahu...more


Average rating: 4.00 · 110 ratings · 27 reviews · 40 distinct works
Sakura Mengorak Kelopak
4.17 of 5 stars 4.17 avg rating — 18 ratings — published 1988
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Sudara
4.43 of 5 stars 4.43 avg rating — 7 ratings — published 1994
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Sandera
3.86 of 5 stars 3.86 avg rating — 7 ratings — published 1971
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Panrita
4.0 of 5 stars 4.00 avg rating — 6 ratings — published 1993
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Sukma angin
4.33 of 5 stars 4.33 avg rating — 6 ratings — published 1999 — 2 editions
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Pantai Harapan
3.5 of 5 stars 3.50 avg rating — 6 ratings — published 1990
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Ombak Samudera
3.6 of 5 stars 3.60 avg rating — 5 ratings — published 1992
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Bunga Dari Kuburan
4.25 of 5 stars 4.25 avg rating — 4 ratings — published 1987
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Rontok
4.25 of 5 stars 4.25 avg rating — 4 ratings — published 1980
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Royan
3.75 of 5 stars 3.75 avg rating — 4 ratings — published 1980
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
More books by Arena Wati…
“Suatu pengembaraan dianggap gagal kalau kita tidak mendapat apa-apa yang kita cari. Tetapi itu tanggapan yang salah. Tidak ada pengembaraan yang sia-sia. Cuma kau tidak faham, bahawa sesuatu yang kaujumpa dalam perjalananmu. Ada kalanya lebih baik daripada apa yang kaucari.”
Arena Wati, Panrita

“Kamu pelajarilah dunia dengan segala kandungannya melalui buku-bukumu, tapi jangan lupa belajar daripada hati nurani manusia. Ingat tu? Hati nurani manusia! Apa pun bangsa dan agamanya.”
Arena Wati, Warna Sukma Usia Muda

“Kurnia Tuhan yang paling nikmat ialah merayapi semua persoalan hidup, dan mengumpulkan segala bunga-bunga hiasannya di sepanjang tepi jalan.

Kalau kau tak berjaya berbuat demikian, kau telah menyia-nyiakan kesempatanmu datang kedunia yang hanya satu kali.

Tetapi semua ini hendaknya di lakukan penuh kejujuran dan kechintaan, karena bunga-bunga hiasan hidup hanya berguna kalau di taruh dalam kandil chinta.”
Arena Wati, Jalan Malam ke Ibu Kota

Topics Mentioning This Author

topics posts views last activity  
Goodreads Malaysia: Arena Wati 86 tahun (30/7/1925) 9 15 Jul 31, 2011 06:29pm