Remy Sylado
Author profile
born
July 12, 1945
in Makassar, Indonesia
gender
male
genre
About this author
|
Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
— 2 editions |
|
|
Kembang Jepun
— published 2003 |
|
|
Kerudung Merah Kirmizi
— published 2002 |
|
|
Parijs van Java: Darah, Keringat, Air mata
— 3 editions |
|
|
Boulevard de Clichy (Agonia Cinta Monyet)
— published 2006 |
|
|
Puisi Mbeling
— published 2004 |
|
|
Menunggu Matahari Melbourne
— published 2004 |
|
|
Namaku Mata Hari
— published 2010 |
|
|
Mimi Lan Mintuna
— published 2007 |
|
|
Novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil
— published 2007 |
Upcoming Events
No scheduled events.
Add an event.
“Lebih baik bertengkar karena cinta
daripada diam kesepian menanggung benci
Sebab, hidup dengan seseorang yang dicinta
memang tidak sunyi dari sakit di raga
tapi, hidup tanpa seseorang yang mencinta
membuat orang mengundang rasa sakit di jiwa”
― Remy Sylado, 9 Oktober 1740 Drama Sejarah
daripada diam kesepian menanggung benci
Sebab, hidup dengan seseorang yang dicinta
memang tidak sunyi dari sakit di raga
tapi, hidup tanpa seseorang yang mencinta
membuat orang mengundang rasa sakit di jiwa”
― Remy Sylado, 9 Oktober 1740 Drama Sejarah
“Tampaknya hanya buku yang paling pantas diceritakan dengan bangga oleh manusia beradab, bukan BMW, Mercedes, ataupun Volvo. Apabila ada manusia di zaman sekarang yang menyebut dirinya modern tetapi tidak mengindahkan buku, memilikinya, dan membacanya, maka dengan demikian manusia tersebut telah mengambil inisiatif menjadikan dirinya sebagai hewan.”
― Remy Sylado
― Remy Sylado
“Kelak ia sadar, bahwa perasaan takut terhadap maut, berarti berani terhadap hidup.”
― Remy Sylado, Kembang Jepun
― Remy Sylado, Kembang Jepun
Is this you? Let us know. If not, help out and invite Remy to Goodreads.






































