Alit Susanto's Blog

October 27, 2014

Kemarin gue lagi duduk sendirian di sebuah cafe yang berada di dalam Mall Grand Indonesia sambil ngetik skenario calon film layar lebar gue sendiri, Relationshit yang bakal rilis taun depan.

Saat gue konsen nulis dialog antara Supri dan Ningsih, konsentrasi gue terpecahkan oleh suara gelak tawa ibu-ibu yang berkumpul di belakang gue. Gue sempet nengok ke belakang, mata gue langsung berkunang-kunang karena silau melihat perhiasan di sekujur tubuh ibu-ibu itu. Gue sempet mikir, tiap hari mereka memakai gelang, kalung dan cincin yang bahannya entah emas, timah atau porselen yang gue taksir seberat 20 kiloan itu. Dengan beban segitu di sekujur tubuh, harusnya badan mereka bisa lebih sangar dari Lisa Rumbewas.
Cewek legenda olahraga angkat besi Indonesia.
Gue nyoba konsen ngetik lagi, tapi lagi-lagi konsentrasi gue dipecahkan oleh kedatangan seorang ibu-ibu yang dateng membawa sebuah tas impor baru. Ibu-ibu lain heboh banget ngeliat tasnya. Terus ibu-ibu yang baru dateng itu bilang, "Eh jengg... Saya dapet tas LV ini dari diskonan di Paris loh.. Cuma 55 juta.."
Beberapa saat kemudian, ibu-ibu lain langsung teriak dengan suara ala paduan suara sekte sesat dengan ekspresi takjub, "AAAKKK!! KOK MURAH JENG?!"
"Anjir.. Tas harganya 55 juta dibilang murah. Ini ibu-ibu suka makan pake lauk nuklir kah?" Gumam gue waktu itu.
Tapi dari obrolan soal tas itu, gue malah mikir, "Tas doang harganya Rp. 55 juta? Itu tas apaan? Kalo dijambret di jalan, tasnya bisa pulang sendiri apah?"
Kehebohan mereka masih berlanjut dan bikin gue bener-bener nggak bisa konsen nulis skenario gue lagi. Gue pun cabut, pulang dengan keadaan hati yang jengkel. Sesampainya di rumah, gue googling dan nyari-nyari info, sebenernya pada ngapain ibu-ibu itu berkumpul. Dan setelah beberapa saat, gue pun nemuin istilah "Ibu-ibu Sosialita" yang cukup menggambarkan kegiatan ibu-ibu yang gue temuin sebelumnya itu.
Nah, di sini gue bakal ngeshare tentang beberapa ciri ibu-ibu sosialita sesuai hasil riset gue. Semoga bisa menambah pengetahuan kalian.
Suka ArisanKegiatan rutin ibu-ibu sosialita adalah arisan. Tapi arisannya bukan sembarang arisan kayak ibu-ibu PKK. Yap, iuran arisannya itu bisa sampe berjuta-juta. Tapi biasanya, iuran arisannya masih kalah gede dibanding duit yang harus mereka keluarin buat persiapan arisannya seperti: Make-up, Perhiasan, Pakaian, dan Gadis perawan buat persembahan dewa.
HedonSeperti yang gue bilang di atas, barang-barang yang dimiliki oleh ibu-ibu sosialita itu nggak ada yang murah. Tas doang bisa ampe puluhan juta harganya. Bahkan, ada juga tas mereka yang harganya sampai ratusan juta. Gue penasaran, kayak apa sih bentuk tas yang harganya ratusan juta itu? Apa di dalam tas itu ada TV, home theater, dapur, kamar mandi dan garasi? Atau, apa tas itu tahan api, peluru dan bencana alam? Atau jangan-jangan tas itu bisa berubah jadi jet-pack dalam keadaan darurat?
Make Up W.O.WIbu-ibu sosialita yang gue temuin kemarin, dandanannya nggak ada yang biasa. Ada yang make sanggul tinggi banget. Gue curiga itu sanggul juga bisa dipakai buat alat penguat sinyal handphone. Selain sanggul, make-up yang nempel di wajah mereka juga nggak wajar. Yang paling mencolok adalah bulu mata. Tebal dan panjang banget. Dengan bulu mata sepanjang itu, kalo mereka ngedipin mata dengan kecepatan tinggi secara rame-rame, mungkin mereka bisa menciptakan angin topan.
NarsisKalo udah dandan heboh dan punya aksesoris mahal, tentunya bakal mubadzir kalo nggak dipamerin kepada dunia. So, sering-sering selfie atau foto-foto sendiri dan di-share ke social media adalah kegiatan wajib.
Tapi biasanya nggak cuma wajah, barang-barang branded yang mereka beli juga mereka pamerin ke social media. Misal, upload foto lagi makan steak. Gambar steaknya cuma menghabiskan 25% dari frame foto. Sisanya? Gambar sepatu baru yang ditaroh di sebelah steak itu. Ntah mereka make tuh sepatu buat ngalusin daging steaknya atau gimana.
Kembali ke soal selfie-nya ibu-ibu sosialita. Seru sih ngeliat ibu-ibu berumur yang masih segar dan enerjik berpose menggemaskan. Tapi yang jadi masalah, sebagian dari ibu-ibu sosialita ini nggak sadar diri kalo mereka sudah terlalu tua untuk berpose dengan gaya tertentu. Misal gaya "Chibi", terakhir liat temen nyokap yang usianya udah 50an nge-upload foto gaya chibi di Facebook, gue kehilangan semangat hidup selama seminggu. Rasanya kayak abis liat berhala yang sedang puber.
Suka NyumbangTapi di samping segala kebiasaan-kebiasaan 'wah' mereka, ibu-ibu sosialita itu juga terkenal dermawan. Mereka suka menyumbangkan sebagian dari harta mereka untuk orang-orang kurang mampu. Mereka juga suka melakukan kegiatan-kegiatan sosial secara rame-rame untuk mendukung orang-orang yang membutuhkan. So, mungkin di titik ini gue setuju mereka disebut ibu-ibu sosialita, karena kesadaran mereka akan kehidupan sosial ternyata tinggi juga.
So, kesimpulan yang bisa gue ambil dari ibu-ibu sosialita ini, mereka adalah sekumpulan orang yang bingung cara ngabisin duit gimana. Mungkin suaminya kalo pilek, ingusnya berbentuk duit. Nah, syukurlah mereka menghabiskan duitnya dengan cara yang positif. Yap.. Gue tetep bilang gaya hidup hedonis mereka positif selama tidak merugikan orang. Duit juga duit mereka sendiri ini. Dan hobi mereka nyumbangin sebagian harta mereka adalah hal yang sangat layak diacungin jempol. Gue sebel sama orang yang suka pamer, tapi pelit.
Yap.. Kayaknya itu aja dulu beberapa ciri ibu-ibu sosialita yang bisa gue share di sini. Semoga info ini bisa nambahin pengetahuan kalian semua. Maaf-maaf kalo ada bagian dari tulisan gue ini yang kurang berkenan di hati. Kalo lo tau ada ciri-ciri lain dari ibu-ibu sosialita yang belum gue sebutin di atas, silakan share di comment box ya!
Oiyah! Selamat hari blogger nasional! Semoga kita semakin semangat buat berbagi info dan ilmu! Ciao!
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on October 27, 2014 00:00 • 1 view

October 20, 2014

Kemarin gue baru aja balik dari Bali. Itu adalah pertama kalinya gue ngerasain piknik di Bali. Sumpah. Sebenarnya, gue udah tiga kali ke Bali, tapi untuk urusan kerja. Sore datang, pagi pulang. Tenang.. Kerjaan gue bukan nemenin om-om hidung belang kok. Gue adalah gembong mafia pengedar bubuk Abate. Dengan rutinitas seperti itu, gue pun gatel banget pengin ke Bali tanpa mikirin kerjaan sama sekali.
Nah, minggu kemarin gue ngalamin beberapa hal yang bikin gue nyadar kalo gue perlu liburan. Dan akhirnya, gue bisa menikmati Sunset Jimbaran sambil makan. Di sana, gue suap-suapan sama diri sendiri.

Di sana, gue nyewa Villa yang ada kolam renangnya. Akhirnya, 4 dari 5 hari gue di Bali, gue habisin di Villa buat renang dan nonton sinetron. 1 hari sisanya, gue abisin buat tidur seharian di hotel.

Dan foto seindah ini, kemarin diedit secara brutal oleh temen-temen di twitter, jadi gini:

Dan gini:

Dan yang paling biadab, GUE DIJADIIN TUYULNYA @IMANDITA! :(

Pengalaman ini mengajarkan bahwa jangan suka upload foto aneh-aneh di internet kalo gak mau diedit jadi foto-foto yang keji. 
Tapi semua pengalaman liburan itu bener-bener bikin otak gue fresh lagi dan siap buat bertarung sama ibu kota lagi. So, di sini bakal gue share beberapa tanda orang perlu take a break dan liburan, sehingga lo yang mungkin mengalami gejala-gejala ini, bisa nyadar dan langsung mutusin buat liburan. Here they are:
1. Gak fokus Tubuhnya lagi meeting sama klien, tapi jiwanya lagi rebahan di kasur. Ya, kira-kira hal semacam inilah yang terjadi pada orang yang sudah muak dengan rutinitas pekerjaannya. Dan kehilangan fokus, bisa berdampak buruk bagi karier orang itu. Karena tanpa bisa fokus, orang itu bisa saja mengambil keputusan yang salah. Misal,
"Jadi menurut anda, bagaimana presentasi saya tadi?" Tanya seorang klien.
"ZzzZz.."
"Membosankan ya?" Klien itu mulai ragu.
"ZzzZz.."
"Pak?! Pak?! Bagaimana? Kita batal kerjasama aja yah?" Klien mengguncang-guncang tubuh Supri.
"Eh.. Iya! Iya! Silakan." Ucap Supri yang sedari tadi melamunkan liburan di Eropa. Kliennya pun segera pergi dari kantornya. Hilang sudah kesempatan kerjasama mereka.
So, kalo mulai nggak fokus, take a break dulu lah!
2. Mudah stress Rutinitas dan jadwal kerja yang kadang tidak mengenal waktu, bisa memicu tingkat stress yang tinggi juga. Orang yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan sering melupakan istirahat, biasanya akan menjadi tempramental. Contoh:
"Mbak udah makan?" Tanya seorang Office Boy
"Nggak laper." Jawab si karyawati ketus
"Oh. Ya udah."
"OH. Gitu doang? Lo gak bener-bener peduli sama gue?" Si karyawati kembali menjawab.
"Yah.. Tadi saya mau nawarin makan, tapi mbak bilang nggak laper." Si Office boy salah tingkah.
"Lo tuh emang nggak peka ya! Kalo orang belum makan tapi nggak laper, pasti dia punya alasan! TANYA KEK!"
"Err.. I.. Iya mbak.. Maaf.. Mbak punya masalah apa?"
"BASI!" Si karyawati melengos pergi. Si Office boy mencelupkan kepalanya sendiri ke dalam jamban.
Iya, tempramental adalah salah satu ciri orang yang stress. Selain tempramental, orang yang stress juga bisa jadi melankolis. Masak mie instant terlalu matang pun bisa membuat dia menangis.
Makanya, sebelum kena stress, take a break dulu guys!
3. Gak bisa tidur Baru aja tidur 10 menit, tiba-tiba kebangun dan nggak bisa tidur lagi sampai pagi tiba. Insomnia adalah salah satu penyakit yang diciptakan oleh keadaan pikiran yang terlalu tegang, terlalu banyak tekanan, dan terlalu banyak pikiran. Kalo udah kena insomnia, mukanya bakal terlihat pucat, otaknya nggak fokus, dan tubuhnya bakal lesu. Mirip kayak karakter di game Plants Vs Zombie. Tentunya, orang-orang yang insomnia ini perlu banget yang namanya liburan dan hiburan. So, take a break dulu, man!
4. Tak bersemangat Saat sudah terlalu capek dalam melakukan sesuatu, sudah sewajarnya orang itu bakal kehilangan semangatnya. Contohnya, orang yang kerja kantoran, di tanggal muda setelah gajian dan semangatnya masih membara, mungkin dia bisa mengerjakan 25 lembar itung-itungan di Microsoft Excell. Tapi di tanggal tua, di saat semangat hampir binasa, orang itu bakal ngebiarin kerjaannya menumpuk di atas meja.
Tak bersemangat karena kecapekan, nggak cuma terjadi sama dunia karier doang loh! Dalam dunia asmara juga sama aja. Saat terlalu lama menjalani hubungan yang gitu-gitu aja, atau saat terlalu capek mengikuti permintaan pacar yang banyak maunya, tentunya orang itu bakal malas-malasan untuk menjalani hubungannya. So, kalo keadaan udah kayak gitu, Take a break dulu!
Oke.. Gue nggak mungkin ngasih tau masalah, tanpa ngasih tau solusi. Kalo lo ngerasain salah satu atau semua point di atas, silakan siapkan diri buat liburan demi kewarasan pikiran.
Tapi Litt, gue mau liburan gimana? Duit aja nggak ada!
Tenang.. Gue kasih satu cara biar lo bisa liburan ke Eropa dan GRATIS!
Serius lo, Litt?!
Iya.. Caranya gampang pula! Lo tinggal beli KitKat seharga minimal 20 ribu Rupiah. Lalu registrasiin diri lo di SINI.


Abis itu, pilih destinasi atau kota mana yang mau lo tuju kalo lo bisa ke Eropa nanti. Setelah itu, pilih challenge buat nge-upload foto sesuai dengan tantangan yang lo pilih. Simpel kan?!

Oiyah.. Kalo menang, yang berangkat ke Eropa bukan cuma lo sendiri kok. Lo boleh ngajak teman, sahabat, atau sodara lo buat nemenin ke Eropa. Asik ya!
Kitkat nyediain 6 paket wisata ke Eropa buat 3 pemenang kontes ini. Dan jangan khawatir, misalpun lo minder buat menangin paket wisata ke Eropa ini, KitKat udah nyediain hadiah hiburan lain yang nggak kalah menggiurkan.
Hape Nexus 5, Camera tahan banting Go Pro, iPod Shufle ama Hape keren Swatch bakal dibagi-bagi buat lo!
Selain hadiah hiburan, lo yang berpartisipasi di kontes ini juga berkesempatan buat menangin hadiah mingguan. Yap.. Setiap 2 minggu bakal dipilih pemenang mingguan yang berhak mendapatkan Samsung Galaxy V!

Tuh.. Peluang menangnya kurang banyak apa lagi?!
Untuk info lebih lengkap mengenai kompetisi ini, silakan kunjungi LINK INI!
Dengan segala kesempatan yang udah dikasih KitKat Breakaway ini, gue yakin tingkat stress lo bakal berkurang. Dan hari-hari lo bakal kembali gemilang! Ayo gabung, dan ajak temen-temen lo buat bersaing di kompetisi ini! Kalo lo menang, bagi-bagi pulsa buat gue ya~ :D
Btw, kapan terakhir lo liburan? Liburan ke mana? Share pengalaman lo di comment box dong! Thanks for reading!
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on October 20, 2014 05:23 • 3 views

September 19, 2014


Ini anak siapa yang abis over-dosis esterogen?
Buat gue, masa paling indah dan cerah semasa hidup adalah zaman masih sekolah. Soalnya, tujuan hidup gue cuma makan, tidur, main, dan (kadang belajar). Waktu gue kecil, tiap hari kerjaan gue itu cuma sekolah naik T-rex. Pulang sekolah berburu Brontosaurus pake kapak batu. Atau, kalo lagi mau ujian, gue bakal baca-baca prasasti.
Intinya, di zaman sekolah itu, gue nggak perlu mikirin besok makan apa, besok harus ngerjain apa, dan gue nggak bakal kepikiran kurs dollar jadi berapa. Nah, sekarang gue kepikiran buat nulisin hal-hal di masa sekolah  yang bener-bener masih nempel di kepala gue. Apa aja itu? Apakah mungkin kalian juga nggak bisa ngelupain hal-hal itu juga? Yuk, cekidot!
1. Guru KillerTelat masuk kelas, disuruh push up. Lupa ngerjain PR, dijemur di lapangan. Ngumpat ke guru, ditampar pake gergaji mesin. Itu hal-hal yang hampir tiap hari gue alamin selama gue sekolah. Punya guru killer itu emang bikin hidup gue kerasa tidak aman dan tidak nyaman. Seakan-akan yang gue lakuin itu salah semua di mata beliau.
Di setiap sekolah, gue yakin spesies bernama guru killer itu pasti selalu ada. Biasanya, guru killer ini hobby ngasih hukuman. Tapi di zaman gue sekolah, zaman KOMNAS ANAK belum populer, guru killer di sekolah gue itu nggak cuma suka ngehukum. Tapi suka mukul, jewer, atau ngehajar pake kayu penggaris yang meteran. Gue dulu dendam banget sama guru yang itu. Sampe-sampe gue sempet mikir, "Awas aja lo.. Kalo gue udah gede, bakal gue bales lo!"
Apa dendam itu akhirnya kebalas? Enggak. Setelah gue lulus sekolah, dan ngerasain betapa lega dan bahagia gue bisa lulus sekolah, rasa dendam itu pun ikut luntur. Gue malah berterima kasih sama beliau yang udah membantu gue belajar, meski badan ampe memar-memar. Tapi gue juga nyadar kok, sekiller apapun seorang guru, dia nggak bakal punya alasan buat ngehukum kalo muridnya emang tertib. So, kalo murid dihukum, pastinya karena muridnya bersalah. Introspeksi ajah..
2. Temen CaperBel pulang sekolah 5 menit lagi bunyi. Guru sudah mulai menutup buku paketnya. Kalian pun udah mulai masukin buku-buku kalian ke dalam tas. Di saat kalian sudah siap mau pulang, tiba-tiba guru nanya, "Sudah cukup jelas?"
"Sudah!" Tentu semua kompak ngejawab gitu demi bisa pulang cepet.
Tapi.....
"Pak.. Saya mau nanya~" Supri mengangkat tangannya sambil membetulkan posisi kacamata.
Ya.. Di setiap kelas, akan selalu ada spesies yang kayak gini. Berkat pertanyaan Supri, akhirnya guru pun kembali buka buku paketnya, terus ngulang ngejelasin materinya dari awal. Pulang cepet pun gagal, justru jam pulangnya malah molor. Anak-anak sekelas, emosinya udah sepanas kompor.
3. Deadline PRDulu, gue suka sengaja dateng lebih pagi ke sekolah. Bukan karena gue rajin, tapi biar bisa nyontek PR milik teman yang dianggep paling pinter di kelas. Kadang, misi itu sukses karena banyak temen lain yang belum ngerjain, jadinya malak PR teman yang pinter itu rame-rame. Tapi kadang, misi itu gagal. Suatu hari, si pinter ini bilang belum ngerjain PR juga karena ketiduran. Kita pun sepakat bareng-bareng buat nggak ngerjain PR itu.
Beberapa saat kemudian, guru masuk kelas. Pelajaran berjalan sesuai jadwal. Hingga jam pelajaran mau abis, guru itu belum menanyakan soal PR. Kita semua bernafas lega. Di saat guru menutup pertemuan hari itu, tiba-tiba si pinter ngangkat tangan, "Pak.. Saya mau mengumpulkan PR yang sudah saya kerjakan."
Yap.. Guru pun jadi inget kalo kita punya PR yang harus dikerjain. Kebetulan, guru ini adalah guru killer. So, dia bikin peraturan, siapapun yang nggak ngerjain PR, bakal digoreng pake oli bekas. Iya, si Pintar itu adalah si Supri. Biasanya, kalo abis kejadian gitu, jasad Supri kita kibarkan di tiang bendera. 4. Cabut ke Toilet
Di saat pelajaran mulai membosankan, dan rasa ngantuk tak tertahankan, di titik itu pula kita akan kehilangan iman. Ujung-ujungnya, demi mencari hiburan, gue izin buat ke toilet sekolah dengan alasan kebelet pipis. Biasanya di toilet gue ngobrol-ngobrol, main domino atau main PS sama temen-temen sampe jam pelajaran selesai. 
Tapi ada kalanya trik itu gagal. Jadi ceritanya, suatu hari pas gue bosen sama pelajaran hari itu karena gurunya ngejelasin sambil males-malesan juga, dia ngomongnya kayak bergumam. Akhirnya gue izin ke toilet dengan alasan perut mules. Beberapa saat berselang, ada beberapa teman menyusul ke toilet. Lima menit kemudian, beberapa teman sekelas juga menyusul ke toilet. Endingnya, sejam kemudian guru gue ikut nyusul ke toilet. Dia ngamuk-ngamuk dan bilang,
"APA DI KELAS KALIAN CUMA SUPRI DOANG YANG NGGAK MENCRET?!"
Kami terdiam, beberapa di antara temen gue ada yang spontan nelan puntung rokok karena ketakutan.
Hari itu, kami semua dihukum buat bersihin toilet pake tangan kosong dan lidah. Sejak hari itu, gue trauma sama toilet sekolah.
5. Razia SekolahSetiap hari Senin, di sekolah gue dulu selalu ada upacara bendera. Nah, yang paling nggak ngenakin dari upacara bendera bukanlah berdiri selama satu jam di bawah terik matahari pagi. Tapi, razia rambut, dasi dan topi. Iya, dulu biasanya kalo lagi upacara gitu, guru suka tiba-tiba nongol sambil ngejambak satu-satu siswa yang rambutnya dianggap gondrong. Guru juga narik siswa-siswa yang lupa nggak make dasi dan topi. Yang lupa nggak make dasi dan topi, biasanya dijemur di lapangan upacara sampe jam kedua. Yang rambutnya gondrong, biasanya dicukur pake pisau dapur.
Dengan peraturan sekolah semacam itu, dulu gue sempat kaya karena setiap senin gue bikin bisnis rental dasi dan topi setiap kali menjelang upacara bendera. Alhamdulillah..
Yup.. Kayaknya itu aja dulu yang bisa gue bahas sekarang. Semoga hal-hal yang gue tulis di atas bisa membangkitkan nostalgia kalian. Mau dianggap itu semua adalah perbuatan yang salah, nggak apa-apa. Saat kita muda, kita masih boleh ngelakuin hal-hal yang salah. Biar pas tua ntar, udah ngerti mana yang benar dan salah. Kadang kita emang menyesali perbuatan-perbuatan kita semasa muda. Tapi yakin aja, kita akan lebih menyesali hal-hal yang belum sempat kita coba saat raga udah terlanjur tua.
Oke.. Kalo kalian pernah punya cerita senasib, atau ada poin tambahan tentang hal-hal tak terlupakan selama masa sekolah, silakan share di comment box ya! Terima kasih untuk waktu dan tenaga yang kalian abisin buat baca postingan ini. Ciao!
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on September 19, 2014 00:12 • 8 views

September 9, 2014

Supri punya gebetan bernama Ningsih. Dia kenal Ningsih karena setiap hari Supri mengantarkan Tahu dagangan ibunya ke warung Ningsih. Sejak pertama melihat Ningsih, Supri sudah sangat tertarik. Meskipun saat itu Supri masih TK, dia meminta ibunya untuk melamar Ningsih. Dan Supri pun dibawa ke psikiater.
Meski Sudah 12 tahun Supri naksir sama Ningsih, tapi tampaknya tak ada perkembangan apa-apa. Supri tetap tak pernah berhasil menjadikan pacarnya, apalagi istrinya. Sebenarnya sangat terlihat jelas kalo Ningsih nggak suka sama Supri, tapi Supri tak bisa menyadari.
Nah, gue curiga di antara kalian ada yang pernah mengalami itu. Nggak bisa disalahin sih, orang jatuh cinta memang cenderung buta. Dan orang jatuh cinta, level ge'ernya bisa berjuta-juta. Misal orang yang dia sukai minjem pulpen doang, si orang jatuh cinta ini biasanya bakal mikir, "Wih.. Dia minjem pulpen gue. Pasti dia juga suka sama gue!"
Atau misal orang yang dia suka nebeng pulang sekolah, dia biasanya bakal mikir, "Wih.. Dia minta gue boncengin, pasti dia ngerasa nyaman sama gue!"
Atau bisa juga misal orang yang dia suka minjem duit, minjem mobil, dan minjem ATM, terus dibawa kabur ke luar negeri, si orang jatuh cinta ini pun mungkin bakal mikir, "Wih.. Dia bawa semua yang gue punya. Pasti dia pengin memiliki hati gue juga."
Oke, di sini gue hadir untuk memberikan pencerahan kepada kalian yang mungkin lagi jatuh cinta, dan dibutakan oleh cinta. Di bawah ini bakal gue share beberapa ciri-ciri gebetan yang nggak tertarik sama lo. So, biarpun lo lagi dimabuk cinta, lo bisa nyadar juga batas usaha lo seberapa. Biar nggak banyak waktu yang lo buang sia-sia buat berjuang sendirian demi si dia. Here they are:
1. Bales chat lamaKalo gebetan lo kirimin pesan via chat/SMS terus dia selalu balesnya 1 jam atau 1 hari kemudian, bisa dipastikan kalo dia nggak tertarik sama lo. Kenapa? Karena lo nggak dianggap penting, makanya dia nggak menganggap chat lo perlu dibalas secepatnya.

Nah, saat lo nggak dianggap penting, artinya dia nggak tertarik sama lo. Soalnya, kalo orang tertarik sama lo, pastinya dia bakal menganggap lo sebagai orang spesial yang juga harus diperlakukan secara spesial.
2. Susah diajak ngedateSupri mengajak Ningsih ngedate ke fly-over. Tapi Ningsih selalu menolak dengan 1001 alasan. Mulai dari dia sibuk gorengin tahu, sampe alasan dia sibuk ngupasin kerak bumi. Tapi Supri selalu menganggap alasan itu masuk akal. Supri tidak pernah menyerah. Setelah ratusan kali Ningsih nolak, akhirnya Ningsih mau juga diajak ngedate sama Supri di Fly-Over.
Sore itu Supri sangat bahagia. Dia sampe-sampe dia mandi pake parfum Hugo Boss biar Ningsih ngerasa sayang sama dia. Tapi mungkin dengan parfum sebanyak itu, Ningsih malah bakal mimisan lewat kuping.
Supri sudah di Fly-Over menanti Ningsih karena Ningsih bilang dia tidak mau dijemput. Mereka janjian ketemuan di Fly-over pukul 5 sore. Akhirnya Supri mengikuti saja kemauannya, dengan tetap on time tiba di sana. Sesaat kemudian, Supri melihat Ningsih dari kejauhan. Supri merasa sangat bahagia. Tapi, kebahagiaannya tak berlangsung lama. Ternyata Ningsih ngedate sambil membawa dua temannya. Akhirnya, kencan mereka sore itu tak seindah yang Supri bayangkan dulu. Ningsih malah ngobrol sama teman-temannya itu, dan Supri dicuekin mulu.
Nah, kalo di titik ini Supri belum ilfeel juga sama Ningsih, artinya Supri sudah dibutakan oleh cinta. Sebenarnya dengan sudah mengenal Supri selama belasan tahun, Ningsih tak perlu khawatir akan pertemuan itu. Jadi, Ningsih membawa teman-temannya dengan tujuan dia tak ingin membuat Supri berpikir bahwa pertemuan di fly-over itu adalah sebuah kencan. Kasian.
3. Nunjukin kalo dia suka sama orang lainNingsih sering update status yang tujuannya untuk nunjukin kalo dia suka sama cowok lain. Contoh:
"Aku kangen kamu mas..""Mas.. Jenggotmu itu lucu deh mas.. Ngangenin.""Mas.. Tinggalkan istrimu buat aku, mas.."
Nah, Supri itu nggak punya jenggot, dan Supri juga nggak punya istri. Namun saat Supri melihat update status Ningsih, Supri masih nggak paham kalo itu tujuannya untuk membuat Supri mengubur dalam-dalam harapannya kepada Ningsih.
Saat Supri membaca update status Ningsih soal jenggot, Supri malah membuka celananya dan melihat isinya, Supri ngomong dalam hati, "Iya yah.. Jenggotku lucu juga.. Pantes kamu suka, Ningsih.."
Saat Supri membaca update status Ningsih yang minta gebetannya buat ninggalin istrinya, Supri malah komen, "Tidak.. Aku tidak akan menikahi siapapun selain kamu, Ningsih.. Jadi, kamu tak perlu memintaku meninggalkan istriku kelak. Karena istriku cuma kamu."
Melihat komen itu, Ningsih langsung menginfus dirinya sendiri pake cairan pembersih porselen.
4. PasifPernah nggak lo ngechat orang, terus orang itu cuma jawab pake kata-kata yang pendek-pendek doang? Misal:
Lo: Hai.. Apa kabar kamu? Hari ini aku abis main futsal ngelawan Christiano Ronaldo loh. Terus lanjut main PS sama David Beckham. Sorenya aku dinner sama Scarlett Johanson. Seru deh!Dia: Oh.
Atau,
Lo: Kamu kok gak ada kabar? Ke mana aja? Semoga kamu gak apa-apa ya..Dia: Y
Selain bales chat pendek-pendek, dia juga nggak pernah nyapa duluan di saat lagi nganggur. Itu artinya, dia nggak tertarik sama lo. Soalnya, dengan dia nggak pernah nyapa elo, artinya elo nggak pernah ada di dalam pikiran dia. Dengan membalas chat lo pake kata-kata pendek, artinya dia berpikir bahwa kalorinya pun terlalu berharga buat dipake balesin chat lo. Masih kurang yakin dia nggak tertarik sama lo? Cinta emang nggak bisa dilogika, tapi jangan bego juga ya!
5. Dia bilang gak sukaSaat Ningsih sudah melakukan banyak kode yang nunjukin kalo dia bener-bener nggak tertarik sama Supri, tapi Supri masih ngejar-ngejar dia, akhirnya Ningsih ngasih tau kalo dia nggak suka sama Supri.
"Lo tau nggak sih? Kita itu nggak pernah cocok!"
"Maksud kamu apa, Ningsih?" Jawab Supri dengan nada melas.
"Kamu Libra, aku Aries. Kamu suka Merah, aku suka biru. Kamu makan nasi, aku fotosintesis. Kita itu nggak pernah sejalan! Paham gak sih?!" Ningsih mengucapkan kalimat itu dengan muka merah padam.
Mendengar penjelasan Ningsih, Supri diam beberapa saat, lalu menjawab, "Enggak."
"Emang capek ngomong sama lo! Udahlah.. Jangan ganggu gue lagi. Bye!" Ningsih pun pergi meninggalkan Supri. Dia dijemput om-om buncit bermobil mewah.
Supri diam di pinggir jalan tol dan melamun. "Ningsih, aku tau.. Pasti kamu cuma mau ngetest seberapa tangguh aku mengejarmu kan? Aku gak akan nyerah, Ningsih.. Nggak akan.. Hehehe!"
Oke.. Kalo masih ada di antara kalian yang berpikiran kayak Supri di point terakhir ini, mending lo segera dirukiyah deh. Gue yakin lo abis jadi korban pelet.
Inget.. Cinta itu nggak perlu dipaksa, cinta itu cuma perlu diyakinkan saja. Jangan pernah menghabiskan waktumu untuk berjuang sendiri. Bergerilya di medan perang yang tak pernah dihargai. Berkorban untuk orang yang tak pernah mengerti. Simpan tenaga dan usahamu untuk orang yang memang bisa diperjuangkan, kawan. Sehingga lo bisa mengerti makna dari kebahagiaan. Yaitu mendapatkan apa yang layak lo dapatkan. ;)
Okay.. Udah dulu postingan untuk hari ini. Gue harap, semoga tulisan gue hari ini bisa mencerahkan siapapun di antara kalian yang sedang dibutakan oleh asmara. Semoga kalian bisa memperjuangkan hal yang nggak sia-sia. Apa di antara kalian pernah punya gebetan yang kayak di atas? Point mana aja yang pernah lo dapetin atau lakuin? Silakan share di comment box ya! Atau, kalo ada yang mau ditanyain mengenai topik ini, silakan tulis di comment box yah. Bakal gue jawabin setiap pertanyaan yang memang perlu jawaban serius. Thanks for reading my post. Ciao!
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on September 09, 2014 03:41 • 11 views

September 6, 2014

Gue adalah tipikal orang yang bisa berteman dengan siapa aja. Bahkan, dalam 6 bulan gue pindah ke Jakarta, hampir semua orang di sekitar tempat gue tinggal bisa mengenal gue dengan akrab. Tiap hari mereka selalu nyamperin gue untuk silaturahmi, dan…. Nagih utang.
Gue percaya, punya banyak teman akan membuat hidup semakin seru. Kalo gue sakit, banyak yang ngucapin “GWS”, kalo gue ulang tahun, banyak yang ngucapin “HBD WYATB”, dan kalo gue laper, banyak yang ngasih poto-poto makanan.
Nah, pergaulan yang luas itu juga mampu mendongkrak taraf hidup kita, baik itu kehidupan pertemanan, maupun kehidupan dalam karier. Misal, dengan punya banyak kenalan di bidang pertemanan, tentunya kita nggak bakal bingung untuk hang out ke mana saat libur tiba. Atau, dengan punya banyak kenalan di bidang profesional, kita nggak bakal susah buat nyari downline. Asik ya?
Nah, untuk itu, hari ini gue mau sharing ke elo, tentang tip memperluas pergaulan. Biar lo makin banyak kenalan, dan hidup lo pun bakal lebih ramean. Here they are:
1. Jangan ReseSebelum memperluas pergaulan, ya pastinya kita harus benerin attitude kita sendiri dulu. Percuma punya banyak kenalan kalo endingnya banyak juga yang nggak suka. So, fokus kita bukan cuma nyari kenalan dalam pergaulan. Tapi, kita mencari teman yang menyukai kita dalam pergaulan.
Pastiin jangan sampe kita jadi pribadi yang sombong, pelit, sotoy dan suka ngembat pacar orang. Jangan pula jadi orang yang suka menyantap binatang peliharaan teman. Kalo bisa, kita harus jadi pribadi yang suka ngalah, rendah hati, dan murah hati. Karena karakter semacam ini memang sangat lovable. Dengan pribadi semacam ini, kita bakal disayangi oleh banyak orang.
2. PinterPunya pengetahuan yang luas adalah kunci untuk memiliki pergaulan yang luas juga. Nggak selalu hal-hal besar, bahkan kalo kalian ngerti gimana proses jerapah bereproduksi pun, itu akan jadi pengetahuan tambahan bagi orang lain. Dengan istilah lain, kalo kita pinter dan bisa mengimbangi tema obrolan orang dari berbagai kalangan, artinya kita juga bisa diterima di berbagai kalangan juga kan?
3. Gabung KomunitasBergabung dengan komunitas atau klub adalah cara paling efektif buat nemuin teman yang sevisi, semisi, dan seminat. Dan gue emang paling sering dapet temen baru berkat gabung dengan komunitas. Inget, komunitas.. Bukan geng motor yang suka ngejarah warung bandeng bakar.
Contohnya, gue pernah gabung di komunitas stand up comedy. Berkat gue gabung dengan komunitas ini, gue jadi tau tentang dunia stand up comedy. Gue jadi tau cara buat bikin orang ketawa. Dan gue jadi tau, kalo malem minggu gue kudu nongkrong di mana.
Berkat bergabung dengan komunitas itu juga, gue ngerasa sangat terbantu misal gue lagi ada kerjaan di luar kota. Gue jadi ada temen nongkrong di masing-masing kota tersebut. Misal di Padang, Malang, Jambi, Semarang, dan kota-kota lain, anak-anak komunitas stand up-nya sangat ramah-ramah dan mau nemenin gue nongkrong semaleman penuh.
Selain komunitas stand up comedy, gue juga pernah gabung di komunitas airsoft gun, motor, Radio Control, dan komunitas Arisan budhe-budhe. Tentu dengan bergabung dalam banyak komunitas, gue jadi punya teman yang saaaaangat banyak. Bahkan, tiap gue lagi jalan, gue nggak pernah mau nutup kaca helm gue, biar gue nggak dikira sombong pas disapa oleh orang-orang di jalan.
Nah, biasanya yang terberat dari mau gabung komunitas atau klub itu adalah pas kudu nyamperin dan permisi buat gabung. Soalnya, biasanya kita bakal malu buat ngomong sama orang yang belum kita kenal. So, buat kalian yang pengin juga gabung di klub atau komunitas, tapi malu buat nyamperin tongkrongannya, kalian bisa make fitur baru dari BeeTalk nih! Nama fiturnya adalah “KLUB!”


Dengan fitur ini, BeeTalk bakal bantuin kalian buat dapetin teman-teman yang minatnya sama dengan kalian. Yang lebih keren, dengan fitur Klub ini, cari komunitas seminat di sekitar kalian jadi mudah banget. Cukup, nengok “Klub disekitar” dengan cara seperti ini:



Gak ketemu komunitas yang kamu suka di sekitarmu? Ya tinggal buat saja.


Nah, dengan fitur ini, tentunya kalian bakal dapetin teman-teman dengan minat yang sama dan mereka ada di sekitar tempat tinggal kalian. So, kalian bisa ngadain gathering atau kopi darat sama klub itu. Seru banget kan?
Kalo gue, saat ini lagi gabung di klub “Nulis Asik”. Iya, itu klub bikinan gue buat sharing tentang dunia menulis. Buat yang mau belajar nulis juga, yuk gabung ajah! Search aja klub “Nulis Asik”, atau kalo nggak ketemu, kalian bisa cari berdasarkan Klub ID: “113853”

“Having a good discussion about writing”
Dengan bikin Klub ini, gue jadi bisa berbagi dan dapet banyak ilmu tentang menulis. Btw, lagi ada kontes Klub Ter-Eksis. Katanya sih Klub yang aktif akan dapat ‘kejutan’ dari BeeTalk berdasarkan aktivitas Klub masing-masing.

Contohnya Klub Game League of Legends (LoL) yang menang kemarin katanya didatengin Staff BeeTalk pas mereka kopi darat. Mereka langsung dapat limited edition merchandise LoL resmi & in-game item dengan total nilai 4 Juta rupiah. Ajegile.
Seru juga ya, cari komunitas, seru-seruan bareng – kalo hoki malah dapet kejutan manis kayak Klub diatas.

4. Open-mindedDalam dunia pergaulan, kita nggak boleh menutup diri. Kita harus siap menerima apa aja di dunia luar sana. Yang penting kita bisa menyaring mana yang baik dan mana yang kurang baik. Jadi, saat ketemu dengan orang yang tidak sepaham, tidak selayaknya kita langsung memprotes atau memaksa dia untuk sepemikiran dengan kita. Tapi selalu usahakan untuk mengerti sebelum menjauhi. ;)
Sekian beberapa tip dari gue. Semoga petunjuk dari gue ini bisa mencerahkan pemikiran kalian tentang pergaulan. Kalo ada yang mau ditanyain mengenai topik ini, silakan tulis di comment box ya! Ntar gue jawab satu-satu. Ciao!
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on September 06, 2014 04:28 • 7 views

August 28, 2014

Jadi kemarin gue nemu aplikasi lucu. Namanya Legatalk. Dari namanya, gue nyoba nebak-nebak artinya apa. LegaTalk = Lega setelah bicara. Iya, mungkin maksudnya, orang yang abis curhat di LegaTalk bakal ngerasa lega hatinya karena nggak ada yang perlu dipendam lagi. Dan yang paling penting, nggak perlu takut ketauan orang. Iya, jadi curhat di LegaTalk ini, nama lo nggak bakal nongol, dan orang-orang nggak bakal bisa nebak siapa yang nulis curhatan itu. So, lo bisa dengan SANGAT BEBAS bahas apa aja di LegaTalk.

 

Nah, berkat jaminan keamanan dan kenyamanan buat curhat ini, akhirnya nongol deh banyak curhatan-curhatan “ajaib” yang gue temuin di LegaTalk. Penasaran? Yuk kita cek curhatan-curhatan itu.

 

Back Talker

 


 


 


 


Beberapa curhatan di atas adalah contoh curhatan orang yang belum cukup bernyali untuk ngomong langsung ke orang yang dia maksud. Mungkin dia takut kalo ngomong, suasana akan jadi lebih buruk. Tapi kalo disimpen sendiri, hati juga jadi bau busuk. Makanya dia lemparin deh keluh kesahnya di sini.

 

Quote Makers

 


 


 


 

Curhatan-curhatan macem di atas adalah favorit gue. Soalnya biasanya para Quote Makers ini bikin curhatan yang bisa memotivasi atau malah nambah pengetahuan berdasarkan pengalaman yang mungkin baru saja mereka alami. Gue percaya, orang yang sedang bermasalah, biasanya bakal jadi mendadak bijak.

 

Gengsian

 


 


 

Kalo di atas ini adalah tipe orang yang gengsian. Orang yang lebih suka menuruti kata gengsi dibanding kata hati. Harusnya orang-orang kayak gini dikasih tau bahwa musuh terbesar dari cinta adalah gengsi.

 

Galauers

 


 


 


 

Kadang hidup emang terasa berat. Namun tak akan seberat pemikiran orang-orang pecandu kegalauan. Jangankan jadi korban broken-home atau patah hati. Bagi para pecandu kegalauan, makan indomie goreng tapi kelupaan dikasih kuah pun bisa jadi sebuah puisi yang menyayat hati.

 

Alay

 


 


 

Ternyata spesies ini masih belum punah.. Di tahun 2014 ini, masih ada orang yang update status pake kalkulator.

 

 

Blak-blakan

 


Ini juga jadi tipe tukang curhat favorit gue. Soalnya yang dia bilang itu biasanya emang bener, cuma penyampaiannya aja yang kadang nyakitin. Tapi bukankah mending menerima hal yang sakit namun benar, dibanding kebohongan yang manis?


Wirausahawan




Nah, yang ini menurut gue paling absurd. Doi pengin jualan barang, tapi orang nggak tau doi siapa. Mungkin doi malu kalo orang2 tau dia jualan batu bata. Btw, gue minat batu bata sama pasirnya, mas.. Mau buat bangun benteng di hatinya~~ 


Masih banyak lagi curhatan-curhatan absurd yang bisa lo temuin dan komenin sendiri di LegaTalk. Kalo lo belum punya aplikasinya, silakan download gratis di AppStore (iOS), atau di Google PlayStore (Android). Search aja keyword “LegaTalk”. 


Atau langsung aja pake link ini:

 

Download Legatalk di AppStore: http://bit.ly/1vQdb93

Download Legatalk di Google Play: http://bit.ly/1kGhtuU

 


Kalo udah download, tinggal sign up ajah. Sign up-nya pun cuma masukin nomor hape buat nerima kode verifikasi kok. Nggak perlu masukin username atau email. So, lo nggak bakal punya ID di LegaTalk. Yap.. Setiap curhatan yang lo tulis di LegaTalk itu nggak bakal nongolin apa-apa yang menandakan siapa penulis curhatannya. Seru kan? Ayo berbagi pengalaman yang selama ini sudah cukup  berat buat dipendam sendirian. :D
Btw, share dong di antara beberapa tipe curhat di atas, mana yang paling sering lo lakuin? Tulis di comment box ya! Makasih udah baca post ini, kawan-kawan..
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on August 28, 2014 02:13 • 61 views

August 18, 2014

"Bersyukurlah saat mengalami kegagalan. Itu artinya Tuhan sudah merespon usaha kita."
Quote itu gue dapetin dari sebuah pengalaman yang panjang dan pedih. Dulu gue sempat dicap sebagai manusia gagal oleh keluarga besar, pasca gue ketauan make narkoba, punya hutang di mana-mana buat judi, dan mengalami cacat fisik pasca kecelakaan. Banyak judgement yang muncul dari mulut orang-orang, dan rata-rata bisa bikin kuping gue berkunang-kunang. Kalimat yang sering nongol adalah,
"Orang cacat gini mah, gak mungkin jadi pegawai kantoran!"
"Ngapain kuliah? Ijazahmu nggak bakal berguna, karena tubuhmu sudah tak sempurna."
"Kamu sudah tidak punya masa depan. Bisanya cuma malu-maluin keluarga!"
Itu adalah titik di mana gue ngerasa kayak orang yang nggak punya siapa-siapa di dunia. Yang gue punya ya cuma diri gue sendiri. Bunuh diri? Sebagai cowok yang baru aja ngalamin masa puber, waktu itu gue emang sempat kepikiran ide gila semacam itu. Namun, saat gue inget masih ada nyokap yang berusaha mati-matian untuk ngobatin gue, gue jadi nyadar bahwa gue nggak perlu peduli dengan apa yang orang-orang katakan. Gue cuma harus fokus untuk tidak menanam lagi kekecewaan... di hati nyokap.
Saat itu juga, gue berpikir, betapa hancurnya hati nyokap, kalo setelah semua yang beliau korbanin, gue hancurin lagi dengan cara bunuh diri. Gue pun berpikir lagi, "Gue udah dianggap punya hidup yang hina, gue nggak mau lagi mati secara hina."
Sejak kejadian itu, gue bertekad untuk menjadi manusia yang lebih baik. Tujuan gue cuma satu. Membuktikan ke diri gue sendiri bahwa gue masih punya masa depan yang layak. Gue meyakinkan diri gue sendiri bahwa masa depan gue, gue sendiri yang nentuin, bukan ditentuin oleh omongan orang lain.
Sepuluh tahun berselang sejak kejadian hina itu, sekarang gue udah duduk di kursi kantor yang dulu gue rintis bareng sohib-sohib gue di Jakarta. Gue udah bisa ngelunasin semua hutang keluarga gue, gue udah bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan gue, dan yang terpenting, gue udah buktiin bahwa gue punya masa depan yang layak.
Gimana gue bisa di posisi sekarang? Bukankah dulu gue hampir nggak punya apa-apa?
Yap.. Dulu gue emang masih bukan siapa-siapa, dan nggak punya apa-apa. Tapi yang jelas, gue punya HARAPAN dan CINTA dari orang tua. Dengan berbekal dua hal itu, gue mampu berjuang mati-matian untuk merintis karier gue sendiri, tanpa peduli gimana jadinya nanti, yang jelas gue mau berdikari.
Buat lo yang ngerasa sempat jadi sampah, atau masih ngerasa sebagai sampah. Atau elo yang baru aja mengalami kegagalan, gue mau ngasih beberapa petunjuk yang mungkin akan mencerahkan.
1. Gagal di usia muda? Biasa.Banyak teman-teman seusia gue dulu yang nggak berani mencoba sesuatu karena mereka takut gagal. Mereka takut salah. Mereka takut hancur. Padahal, menurut gue, usia muda adalah investasi yang paling berharga. Di usia itu, kita masih bisa melakukan segalanya. Kita masih bisa mencoba hal-hal baru tanpa ada kekhawatiran tentang hidup kita sendiri.
Beda kasus kalo misal sudah berkeluarga, sudah punya tanggung jawab untuk menafkahi istri dan mungkin anak, kita bakal lebih susah lagi untuk berusaha mencoba hal baru karena kita takut, bila salah langkah, anak istri nggak bisa lagi dapet nafkah. So, mumpung masih muda dan merdeka, kenapa lo takut gagal? Segala resiko atas kegagalan di usia muda, yang bakal nanggung cuma elo, bukan orang lain yang hidupnya sudah diletakkan di pundak elo.
2. Kalo nggak gagal, kita nggak belajar.Mungkin banyak yang mikir, kegagalan adalah akhir dari segalanya, sehingga mereka takut mengalami kegagalan. Padahal, kalo kita mau mengubah mindset, kegagalan justru memberikan pelajaran. Setiap benda yang kita gunakan setiap hari, pastinya punya aroma kegagalan. Contoh simpelnya, telepon. Waktu menciptakan telepon, tak mungkin om Graham Bell langsung kebayang bentuknya panjang, bulat, ada speaker & micnya. Pastinya dia mencoba menciptakan telepon dari benda-benda yang masih sangat sederhana yang akhirnya mengalami kegagalan. Nah, dari setiap kegagalan itu, om Graham jadi tau, bahan-bahan apa aja yang kurang, sehingga telepon yang dia buat pun menjadi sempurna.
Contoh lebih simpel lagi, Ningsih pengin bisa masak untuk pacarnya, Supri. Karena dia mau belajar, dia pun berani untuk gagal. Dia mencoba untuk menggoreng ikan, tapi karena dia tidak tau berapa lama idealnya menggoreng ikan, akhirnya ikan itu malah menjadi fosil. Dari kegagalan itu, Ningsih jadi belajar bahwa dia tidak boleh menggoreng ikan selama 5 jam. Dia coba lagi menggoreng ikan selama 4 jam, ternyata ikannya masih gosong. Dia coba dan coba terus hingga dia tau ikan yang matang sempurna itu digoreng berapa lama. Nah, dari contoh-contoh itu, masih nggak percayakah elo bahwa pelajaran adalah anak dari kegagalan?

3. Gagal adalah tanda bahwa kita sudah berani berusaha.

Seperti Quote di pembuka tulisan ini, kegagalan itu adalah tanda bahwa Tuhan sudah merespon usaha kita. Bukankah kita harusnya senang, saat usaha kita udah direspon pihak lain? Bukannya lebih menyedihkan kalo usaha kita cuma berbuah kecuekan?
Dengan teori itu, maka seharusnya kita tidak perlu down di saat mengalami kegagalan. Kalo kita percaya bahwa Tuhan adalah yang menentukan keberhasilan kita, tentunya sebelum menentukan keberhasilan itu, DIA harus tau sudah sebesar apa usaha kita. Nah, dengan diberi kegagalan, artinya Tuhan sudah merespon usaha kita. Dan DIA perlu diyakinkan lagi tentang sudah pantaskah kita diberi keberhasilan?
4. Habiskan jatah gagal.Gue selalu percaya, semua hal dalam hidup itu punya batas. Lautan yang luas pun punya batas, apalagi kegagalan. So, kalo kita sering mengalami kegagalan, yang perlu kita lakukan ya cuma terus berusaha dan berusaha aja. Habiskan juga jatah gagal kita hingga ke ambang batasnya. Nah, kalo jatah gagalnya udah habis, artinya yang kita punya tinggal apa? Keberhasilan lah.
Opini gue di atas bukan cuma isapan jempol mas-mas MLM. Gue udah ngalamin sendiri tentang "menghabiskan jatah gagal" itu. Dulu, taun 2008-2009, gue nyoba masukin naskah buku pertama gue demi mengejar impian gue sebagai penulis buku. Dan alhamdulillah, nggak langsung diterima. Naskah gue ditolakin penerbit-penerbit mulu, hingga kurang lebih 12 penerbit nolak naskah gue. Namun yang gue syukuri, sebagian dari penerbit yang nolakin naskah buku gue itu ngasih alasan kenapa mereka nolak naskah gue. So, gue jadi tau bagian mana yang kudu dibenerin dari naskah itu. Akhirnya, di percobaan mengirim naskah untuk yang ke 13 kalinya, naskah gue akhirnya diterima oleh salah satu penerbit besar lokal.
Apakah di situ gue udah dianggep berhasil?
Kalo dianggep berhasil menjadi penulis buku, sudah. Tapi kalo ditanya apakah sudah menjadi penulis buku sukses? Belom. Buku pertama gue itu cuma terjual sekitar 1000an eksemplar. Yang kalo diitung royaltinya, nggak bakal cukup buat bayar SPP kuliah. Tapi gue juga mengakui, pasar nggak bisa dibohongi. Tulisan gue di buku pertama gue itu emang masih menjijikan. So, dari kegagalan itu, gue vakum nulis buku selama 3 tahun untuk belajar menulis lagi dengan lebih tekun. Dan di tahun 2012, nongol deh buku kedua gue, SKRIPSHIT. Hingga saat ini, buku kedua gue masih banyak di pasaran dan sudah cetak ulang 8 kali. Di situ, gue udah ngerasa bisa mencapai impian gue untuk jadi penulis buku yang sukses di kenal oleh masyarakat. Gue pun lanjut nulis buku-buku lagi, dan lagi-lagi Tuhan ngasih kejutan. Buku terbaru gue RELATIONSHIT dibeli hak tayangnya oleh sebuah PH, sebulan setelah rilis. Yap.. RELATIONSHIT bakal diangkat jadi film di layar lebar, dan pak produser mempercayakan penulisan skenario ke gue sendiri. Bahkan, beliau "menyekolahkan" gue untuk menjadi penulis skenario. Yap.. Berawal dari blogger yang pengin jadi penulis buku, sekarang gue malah bisa jadi penulis skenario. Yeay!
Nah, dari fakta-fakta itu, masihkah kalian takut sama kegagalan?
Yap.. This is the end of the post. Kalo kalian mau sharing tentang kegagalan-kegagalan kalian, atau pengalaman tentang cara kalian survive dari kegagalan-kegagalan itu, silakan share di comment box ya! Thanks for reading. Semoga berguna.
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on August 18, 2014 01:58 • 7 views

August 13, 2014


Ceritanya kemarin gue lagi hunting hape di Mangga Dua. Nah, di sana ada ratusan atau bahkan ribuan smartphone. Gue suka heran, kenapa rata-rata hape yang dijual tuh buatan China ya? Mungkin ada ratusan merk hape yang berasal dari China. Gue ampe bayangin, jangan-jangan di China sana, orang punya pabrik handphone di rumah masing-masing yang bentuknya kayak pabrik kerupuk rumahan di Indonesia. Atau mungkin, orang-orang China sana, pada berkebun handphone di belakang rumah?
Nah, di saat gue bingung dan linglung karena terlalu banyak pilihan, dan gue bener-bener pengin sebuah smartphone yang nggak biasa, tahan banting, dan nggak lemot serta canggih, tiba-tiba turun seorang kokoh-kokoh bermata sipit dari plafon. Dia memakai kostum yang mirip banget sama mbah Dumbledore di film Harry Potter. Seakan dia mengerti kebingungan gue, dia pun mengucapkan sebuah kalimat, "Anak muda.. Ikutilah saya.."
Seakan dihipnosis, gue pun mengikuti kokoh-kokoh itu berjalan menyusuri lorong yang berisi kios hape di kanan dan kiri. Lalu, kami berjalan lagi melewati lorong, menyeberangi jembatan, dan masuk ke dalam hutan. Di dalam hutan, kami menemukan sebuah gua yang dijaga oleh Bunda Dorce. Setelah gue perhatiin, ternyata itu cuma poster Bunda Dorce yang berukuran 2 meter.
Kami pun memasuki gua itu, di dalam sana, ada banyak lampu-lampu yang berkedip-kedip. Namun ada satu bagian dari gua itu yang sangat terang lampunya. Gue pun mendekati cahaya terang itu, di sana, gue melihat sebuah handphone tipis, mengkilap, dan berwarna hitam.



"Itu adalah Sony Xperia Z2!" Kokoh-kokoh tadi menepuk pundak gue.
"Apa kehebatan dari handphone ini, Koh?" Gue menggaruk-garuk dagu gue karena masih belum mengerti.
"Ada banyak keunggulan handphone ini dibandingkan handphone lain di dunia! Dan hanya orang-orang terpilih yang bisa memilikinya." Kokoh-kokoh tadi mengatakan kalimat itu dengan penuh percaya diri.
"Apa saja itu, koh?!" Gue semakin penasaran. Lalu kokoh-kokoh itu menyodorkan gulungan yang sepertinya terbuat kulit manusia. Kenapa gue tau itu kulit manusia? Soalnya ada bagian dari gulungan itu yang masih ada bekas sengatan knalpotnya. Kemungkinan itu kulit diambil dari bagian betis tukang ojek. Gulungan yang diberikan itu sudah diukir tulisan-tulisan yang kalo diperhatikan mirip banget sama brosur-brosur smartphone di mall-mall.
Sony Xperia Z2 Spec:
Benar-benar spek monster
Selain spesifikasi di atas, gue pun berkesempatan buat ngecek-ngecek beberapa fitur andalan dari Sony Xperia Z2. Dan ini adalah 6 fitur yang gue suka dari smartphone ini:
1. Layar Super Keren Sony Xperia Z2 memiliki layar berukurang 5,2 inch dengan resolusi 1,920 x 1,080 pixels. Tipe displaynya adalah Triluminos LCD dengan 16.7 juta warna. Ditambah lagi Bravia Engine 3 yang bikin layar handphone ini bisa menampilkan gambar maupun video yang luar biasa halusnya.

Foto perbandingan antara layar yang biasa dipake di smartphone, sama layar Triluminos. Jelas beda banget warna dan detailnya. Layar Sony Xperia Z2 memang terlihat jauh lebih "nyata".
2. Kamera Yang Bukan Cuma Fitur Tambahan Kamera handphone dengan resolusi 8 Mega Pixel? Biasa ajah.. Sony Xperia Z2 memiliki kamera dengan resolusi hampir 21 Mega-pixel, tepatnya 20,7 Mega-pixel. Wow.. Dengan ukuran resolusi segitu, efeknya makin buanyak detail gambar yang bisa tertangkap oleh sensor kameranya. Hasilnya? Gambar yang diambil bakal makin jernih. Apalagi dengan fitur steady shot yang sudah disematkan di handphone ini, gambar yang diambil bakal makin oke meskipun diambil saat sedang terburu-buru sambil mengejar moment yang pas.
Ini beberapa contoh hasil foto indoor tanpa flash, mode super auto dengan penerangan lampu belajar.


Kalo ini hasil foto outdoor di sore hari dengan mode Super Auto. Nggak perlu nyetting apapun:

Klik aja masing-masing foto di atas untuk melihat kualitas aslinya.
Itu baru kamera yang buat photo. Untuk perekam video? Sony Xperia Z2 mendukung perekaman video 4K! Sebuah fitur yang belum ada di handphone lain dalam sejarah. Hasil video yang direkam oleh Sony Xperia Z2 memang sangat smooth dan terlihat seperti diambil oleh kamera profesional. Untuk hasil rekamannya, kita lanjut dulu ke point 3.
3. Bersahabat Dengan Air Gak percaya? Cek video hasil perekaman menggunakan kamera Sony Xperia Z2 ini:

Udah liat video di atas? Yap. Sony Xperia Z2 memang bisa digunakan meski di dalam air, baik untuk merekam video maupun memotret.
Bahkan, baru-baru ini, dikabarkan sebuah smartphone Sony Xperia Z2 ditemukan tenggelam di dalam laut selama 1,5 bulan, dan masih bisa digunakan secara normal. Nih beritanya, KLIK DI SINI. Sangar kan?!
4. Baterai Monster Android dikenal sebagai device pemakan baterai paling sadis. Biasanya, hape-hape android rata-rata cuma kuat dipake selama 4-5 jam nonstop. Tapi Sony Xperia Z2 memiliki baterai dengan ukuran monster, 3,200mAh tipe Li-ion. Ditambah lagi, Sony menyematkan banyak fitur canggih buat menghemat penggunaan baterai. Yang paling sering gue pake adalah Stamina Mode.



Menurut pengalaman gue, nih hape kuat gue pake nonstop selama 7 jam lebih buat main game maupun buat gue gunain sebagai GPS di mobil. Ingat, ini kalo dipakai dengan keadaan display nyala nonstop & hardcore usage loh. Kalo penggunaan wajar, baterainya bisa bertahan seharian lebih lah.
5. Konektivitas Entertainment Oke Konektivitas yang mumpuni bener-bener menjadi syarat yang harus dipenuhi bagi smartphone zaman sekarang. Soalnya, secanggih apapun sebuah smartphone, kalo susah buat disambungin ke mana-mana, fiturnya bakal banyak sia-sia. Nah, Sony Xperia Z2 punya banyak banget fitur konektivitas yang mumpuni, seperti: Bluetooth, NFC, MHL, USB OTG, WiFi Direct, DLNA, Miracast, FM radio.
Dari semua fitur konektivitas itu, favorit gue adalah Bluetooth, MHL, dan USB OTG. Kenapa? Karena dengan MHL, kita bisa menyambungkan nih hape ke kabel HDMI TV sehingga apa yang muncul di layar hape, bakal muncul juga di TV, terus bluetoothnya bisa kita sambungin ke Bluetooth Mouse, Bluetooth Keyboard, Bluetooth Headset, maupun Bluetooth Joystick SECARA BERSAMAAN!
Favorit gue, kalo di rumah, gue make Sony Xperia Z2 ini sebagai semacam pengganti komputer dan konsol game. Gak percaya? Nih liat:

Maen Dead-zone online pake Sony Xperia Z2 + HDMI MHL + TV + Moga Bluetooth Joystick.
Jadi gak perlu beli PSP lagi. :D
6. Smart-band Pengin tahu setiap hari lo sukses bakar berapa kalori? Atau pengin tahu setiap hari lo udah jalan kaki berapa langkah, bepergian seberapa jauh, ngegame seberapa lama? Bisa banget di-tracking sama nih gadget baru pasangan dari Sony Xperia Z2, namanya Sony Smart-band.
Nih alat bentuknya kayak gelang gaul biasa, tapi dia punya banyak sensor gerak yang mampu menghitung data-data aktivitas kita sehari-hari.

Nah, data-data itu nantinya bakal dikirimkan ke Sony Xperia Z2 dan akan muncul di aplikasi LifeLog. Dengan aplikasi ini, kita bakal tahu seberapa sehat gaya hidup kita. Asik kan?
Nah, itu baru beberapa dari kesaktian Sony Xperia Z2, masih ada banyak lagi fitur unggulan lain yang bisa kalian cari sendiri di jagad internet.
Pake nih hape, ketampanan gue naik 69%
Intinya sih, dari 6 point di atas, gue tergerak buat milih Sony Xperia Z2 sebagai handphone andalan gue untuk berinteraksi dengan teman-teman, maupun menikmati hiburan di mana aja! Soalnya gue adalah tipe orang yang haus hiburan, suka teledor kalo naroh hape, dan beberapa kali hape gue mati kecemplung air. So, Sony Xperia Z2 bener-bener sudah bisa memenuhi kebutuhan entertainment dan konektivitas gue sehari-hari.
Kalo lo, suka fitur-fitur di Sony Xperia Z2 yang mana aja? Share di comment box dong! :D
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on August 13, 2014 03:57 • 40 views

July 23, 2014

Kemarin gue lagi jalan menuju kantor, terus di depan gue ada bapak-bapak yang nampol kepala anaknya gara-gara si anak ngejatuhin sendal yang dia pakai saat sedang diboncengin. Karena posisi gue ada di belakang mereka, gue pun ngambilin sendal yang jatuh itu. Sendal itu gue kasih ke si bocah, terus gue mencoba menegur bapak yang tadi mukulin kepala anaknya gara-gara hal sepele tersebut.
“Pak.. Jangan main tangan ah.. Apalagi kepada anak kecil.” Gue memegang pundak bapak itu, lalu gue melanjutkan. “Lihat.. Anak anda menangis sesenggukan. Anda tahu kenapa?”
Bapak itu hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan penasaran. Gue kembali ngomong. “Anak ini menangis, karena dia berfikir anda sebagai orang tuanya adalah tempatnya untuk berlindung dari segala masalah di dunia. Bapaklah yang menjadi jagoannya. Tapi, di saat bapak memukulnya, bukan tubuhnya yang tersakiti, namun kepercayaannya kepada bapak lah yang tersakiti dan hancur. Dia ketakutan, karena dia merasa tidak ada lagi yang mau melindunginya di dunia ini.”
Mendengar kalimat gue, bapak itu diam sesaat, tatapannya kosong. Lalu, dia mengarahkan pandangannya kepada anaknya, terus ke arah gue. Ekspresinya berubah, diapun menjawab, “Nggak usah sotoy! Ini bukan urusan lo!”
Bapak itu segera menyalakan motornya, lalu pergi meninggalkan gue. Gue… Nangis sesenggukan di pinggir jalan.
Yap.. Pengalaman di atas ngingetin gue tentang banyak jenis pengguna jalan. Tapi, yang mau gue bahas sekarang adalah tipe pengguna jalan yang menyebalkan. Mau tau apa ajah? Atau mungkin elo masuk salah satu jenis orangnya? Cekidot:
1. Trotoarman
pic inilah.com
Pernah gak lo, lagi jalan di trotoar, terus dari belakang ada suara klakson nyuruh kita minggir?
Ya, kelakuan tak beradab itu adalah kelakuan trotoarman. Meraka suka naikin kendaraan di trotoar yang notabene adalah hak pejalan kaki, demi menghindari kemacetan di jalan beraspal.
Orang kayak gini, menurut gue nggak berhak buat teriak “Anti korupsi!”. Ngapain dia protes sama orang yang suka ngembat duit rakyat, kalo dia sendiri suka ngembat hak sesama pengguna jalan?
2. NyolotmanGue pernah nabrak seorang pengendara motor. Mobil gue bumper depannya pecah, motor itu nyungsep di pembatas jalan bersama pengendaranya. Beberapa saat kemudian, si pengendara motor itu ngamuk-ngamuk dengan mengeluarkan kata-kata kotor seperti, “Amoeba! Karang gigi! Urine! Noda kerah baju!” Dll.
Intinya, tuh pengendara motor merasa dia benar, dan gue salah. Padahal, gue lagi berkendara di jalur searah, dan dia berkendara di jalur yang sama sambil melawan arah. Keren kan, pengguna jalan kayak gini? Gue ampe mikir, tahu aja ada isinya, masa’ kepala dia enggak?
Nah, beberapa lama kemudian, dia masih ngomel-ngomel, yang ujung-ujungnya dia minta ganti rugi. Gue mulai gedheg dong.. Dia yang ngelanggar aturan, kok gue yang dimintain ganti rugi?!
Akhirnya gue ambil hape gue dari kantong dengan kalem, terus gue buka aplikasi kamera. Gue foto deh bekas ban motor yang tergerus aspal karena direm mendadak, gue foto juga motor yang masih nyungsep di pembatas jalan itu. Terus gue ngomong, “Foto ini, adalah bukti yang cukup kuat buat dibawa ke kantor polisi. Anda yang melanggar jalur searah ini, jadi polisi pastinya tahu siapa yang layak dihukum. Sampe ketemu di pengadilan!”
Abis gue bilang gitu, pengendara motor itu ekspresinya nggak nyolot lagi. Mendadak dia jadi super ramah, kayak pegulat yang abis diinfus hormon esterogen. Endingnya, dia minta damai tapi dia nggak punya duit buat benerin bumper mobil gue. Jadinya, gue sita KTP-nya sampe dia punya duit yang cukup buat benerin apa yang dia rusakin. Ditambah lagi, motor dia juga rungsek nggak karuan. Gue nggak mau kasian, karena orang kayak gini emang harus dikasih pelajaran. :’)
3. Zebracross-man
pic Tribunnews
Sejak gue pindah ke Jakarta, ngeliat pemandangan orang nunggu lampu merah jadi lampu hijau di area zebra cross, bukanlah hal yang aneh. Bahkan, kadang mereka nunggu lampu hijau sambil berhenti melewati lampu lalu lintasnya. Kalo gitu keadaannya, gue penasaran, gimana mereka bisa liat lampunya udah ganti warna atau belum?!
Para penikmat zebracross ini menurut gue termasuk kriteria pengguna jalan yang ngeselin. Sama ngeselinnya dengan trotoar-man, yang intinya suka ngembat hak pengguna jalan lain. Kalo dibiarin terus, mungkin kelak mereka akan makin keterlaluan. Mungkin kelak mereka bakal nunggu lampu merah sambil mendirikan tenda di zebra-cross. Jangan jadi pengguna jalan yang begini ya.
4. Ibu-ibu desperateLampu sein kedip-kedip yang kiri, begitu kita sudah ngambil jalur kanan untuk menghindari, tau-tau dia belok kanan. Hal kayak gitu adalah salah satu terapi jantung yang diberikan secara gratis oleh ibu-ibu desperate pengguna jalan. Itulah kenapa, gue nggak mau percaya lagi sama lampu sein dari motor yang dinaiki ibu-ibu. Soalnya kalo ibu-ibu naik motor, yang tau dia bakal ke mana itu cuma dia sendiri dan Tuhan.
Selain lampu sein ngaco, kadang ibu-ibu semacam itu suka naik motor secara pelan, tapi ngambil jalur tengah. Mana kalo diklaksonin, dia nggak peduli. Dia nggak bakal nyadar kalo ulahnya yang berkendara pelan dan di tengah jalan itu sudah bikin macet Jakarta-Bogor.
5. Gerombolan si BeratBiasanya di jam pulang sekolah, gue nemuin pengguna jalan yang naik sepeda kayuh ataupun sepeda motor yang berkendara secara bergerombol 4 sampai 5 orang dalam 1 baris. Kelakuan kayak gini yang bikin jalanan penuh dan orang-orang di belakang mereka tidak bisa mendahului. Mending kalo abis diklakson mereka mau nyingkir. Malah kadang mereka cuek-cuek aja. Gue sampe berfikir pengin banget kapan-kapan gue di belakang mereka sambil mengendarai Stom. Jadi kalo gue klakson mereka nggak nyingkir, langsung gue giles tanpa rasa bersalah.
6. Anti-seatbeltKadang gue kesal sama teman yang gue ajakin jalan pake mobil, tapi dia nggak mau make sabuk pengaman. Bukannya kenapa-napa, yang namanya nasib, siapa yang tahu?
Secara mereka pergi sama gue, naik mobil bareng gue, dan gue yang nyetir, tentunya keselamatan mereka adalah tanggung jawab gue. Nah, kalo ampe kecelakaan, terus yang nggak make sabuk pengaman itu terlontar dari jok dan melesat menembus kaca depan hingga terlempar sampe Zimbabwe, gimana?
Sayangnya, berdasarkan survey yang dilakuin sama Toyota, terbukti bahwa cuma 25% orang di Asia Tenggara yang mau menggunakan sabuk pengaman di kala sedang berkendara mobil. Sedangkan, angka kematian pada kecelakaan mobil, banyak ditambahkan karena pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara. Padahal untuk menggunakan sabuk pengaman, mereka tak perlu menghabiskan waktu lebih dari 5 detik. Mereka lebih milih ngorbanin nyawanya dibanding 5 detik waktunya untuk make sabuk pengaman? Aduh.. Sayang banget.
Oke.. Keresahan tentang penggunaan sabuk pengaman itu ada baiknya segera kita tuntaskan. Kita bikin orang-orang merasa tertarik buat make sabuk pengaman yuk! Bikin orang-orang nyadar bahwa make sabuk pengaman itu gaul, dan nggak make sabuk pengaman itu alay!
Caranya gimana, Al?
Gini.. Lo tau seatbelt pads gak? Itu loh, lapisan empuk di sabuk pengaman yang gunanya untuk jadi bantalan seatbelt di bagian pundak dan dada. Ini deh gambarnya:


Nah, coba lo desain seatbelt pad hasil imajinasi lo sendiri. Bikin yang lucu, yang keren, yang kreatif, yang bikin orang pengin make seatbelt terus, meskipun sedang buang air besar. Boleh lo gambar pake doodle, photoshop, maupun crayon, yang penting ntar bisa dijadiin file .jpg
Kok disuruh ngedesain ginian buat apa, Al?
Jadi ada 2 manfaat lo ngedesain seatbelt pads ini. Yang pertama, kalo desain lo keren dan bikin orang-orang pede buat make seatbelt, artinya lo udah bisa bantu nyelametin nyawa mereka. Selain itu, lo bisa dapet iPad Air 32GB!
Wow!! iPad Air?! Kok bisa?!
Gini, jadi Toyota lagi bikin kontes seru bagi para kreatif muda kayak lo. Namanya Toyota Seatbelt Pads Contest:

Intinya, lo cuma diminta bikin desain seatbelt pads yang oke. Kalo udah, tinggal submit deh ke webnya. Bebas lo mau garap pake corel, photoshop, doodling, yang penting jadi. Kenapa harus ikut kontes ini? Karena caranya gampang, nggak ngabisin banyak waktu, terus mampu meningkatkan awareness orang-orang tentang keselamatan berkendara, dan hadiahnya keren-keren. Ikuti 3 step ikutan kontes ini:
- Registrasi dulu di sini: http://www.besafetyleaders.com/seatbeltart- Kalo udah, tinggal upload hasil kreasi lo itu di sana- Terus ajak teman-teman buat ngevote karya lo.
Hadiahnya seru-seru loh! Nih:

Ada iPad Air 32GB, & 10 seatbelt pads karya lo sendiri.
Nah, iseng-iseng berhadiah dan bermanfaat nih guys! Nggak perlu susah payah nabung, bisa dapet gadget keren!! Yuk gabung! Gue juga udah bikin desain seatbelt sendiri nih, bantu vote dong, lumayan kali aja gue dapet iPad.

Nah.. This is the end of the post. Semoga lo nggak masuk satupun dari beberapa tipe orang yang menurut gue nyebelin di jalan tadi. Btw, sebagai pengguna jalan, lo sering nemuin yang mana? Share di comment box ya! :D
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on July 23, 2014 22:03 • 16 views

July 19, 2014

Gue punya temen, namanya Supri. Di usianya yang sudah menginjak kepala tiga itu, dia masih hidup sendiri. Tapi gue nggak ngeliat dia kesepian, gue nggak ngeliat dia galau, yang gue liat dia selalu ceria. Setiap pulang dari kantor, dia suka menari-nari di depan pintu kamar sebelum dia menusukkan kunci ke gagang pintu. Kadang dia nari balet, kadang dia breakdance, dan terakhir gue liat dia melakukan tarian pemanggil hujan, dia kesamber petir.
Gue sempet kepikiran kok bisa dia tetap selalu ceria di saat usianya sudah cukup matang untuk berkeluarga, namun dia tidak memiliki kehidupan asmara?
Sebagai teman yang baik, gue mencoba untuk menjadi manusia. Ya, manusia yang bisa berkomunikasi dari hati ke hati. Gue nggak mau nanyain ke orang lain tentang Supri yang mungkin akan berujung gossip. Gue milih untuk langsung nanyain ke orangnya.
"Pri.. Kok lo bisa tetep ceria terus sih meskipun elo jomblo?" Gue nanya ke doi sambil nyemir ban motor gue.
"Ha? Tumben lo tanya beginian?" Supri yang sedang sibuk nyedotin uap bensin dari tangki motor gue pun mendadak mengalihkan perhatiannya ke arah gue.
"Hehe.. Abisnya gue penasaran sih.. Kok elo jomblo tapi enggak melo?" Gue masih ngelanjutin nyemir ban motor pake semir sepatu.
Dengan mata yang agak merah karena mabok bensin, Supri menjawab sembari bertanya, "Emang melankolis, sendu, sedih, itu sifat yang harus dimiliki oleh jomblo ya?"
"Yang gue denger sih biasanya gitu." Gue menjawab dengan nada datar karena gue sendiri kurang yakin dengan jawaban gue.
"Haha! Apa yang lo denger, apa yang lo liat, nggak mutlak harus lo ikutin kan?"
"Maksudnya?!" Gue makin bingung dengan pertanyaan Supri.
Supri pun duduk jongkok di samping gue, lalu menepuk pundak gue dan bertanya, "Pernah gak lo ngeliat ilalang tumbuh sendirian? Indah?"

Gue menggelengkan kepala.
"Pernah gak lo make sebatang lidi buat nyapu? Bersih?"
Gue kembali menggelengkan kepala, "Tidak."
"Pernah gak lo nyoba buat boker rame-rame? Nyaman? Tidak." Supri mengakhiri rentetan pertanyaannya dengan cara dia jawab sendiri.
"Gue masih belum paham." Gue ngucapin kalimat itu sambil minum paracetamol karena mulai sakit kepala dengan kalimat-kalimat Supri.
Supri kembali berdiri, membuka tangki bensin motor gue, lalu menghirup uapnya dalam-dalam. Dia pun kembali menjelaskan, "Gini.. Hidup itu punya banyak fase untuk kita jalani. Ada fase yang memang bisa dinikmati sendirian, karena tidak bisa dilalui dengan orang yang tidak tepat. Ada pula fase hidup yang memang cuma bisa dinikmati bukan sendirian. Analoginya kayak ilalang, meskipun dia tidak indah kalo dia berdiri sendiri, dia akan lebih tidak indah kalo dia berdiri ramai-ramai dengan lidi. Kenapa? Karena tidak cocok. Ketidakcocokan akan menciptakan ketidakharmonisan. Tidak perlu dipaksakan."
Gue mengangguk perlahan, merasa mengerti, tapi masih perlu penekanan. Supri melanjutkan, "Dan saat ini, gue lagi jadi ilalang itu. Gue sedang tumbuh sendiri, di sekitar gue nggak ada ilalang lain yang bisa diajak untuk tumbuh bersama. Jadi, buat apa gue maksa untuk berdiri dengan lidi hanya agar terlihat tidak sendiri? Hasilnya tidak akan indah, kan?"
Di titik itu, gue mulai paham apa yang Supri maksud. Dia memilih sendiri karena dia belum bisa menemukan orang yang nyaman di sekitarnya untuk tumbuh bersama. Dia belum menemukan ilalang lain sepertinya.
Oke, di postingan kali ini, gue mau nyoba untuk membahas tentang beberapa alasan orang yang memilih hidup sendiri. Here they are:

Belum ada yang cocok Banyak orang memakai alasan ini saat memilih untuk sendiri. Memang ini alasan yang masuk akal, karena memaksakan diri untuk menciptakan hubungan dengan orang yang tidak tepat, cuma akan membuang waktu. Ya, kita tahu bahwa hubungan itu akan gagal, tapi tetap dipaksakan untuk berjalan. Akhirnya, seberapa lamapun kita bertahan, endingnya waktunya akan terbuang karena ketemu juga dengan kegagalan.
Namun alasan belum ada yang cocok ini kadang menjebak orang yang memilih untuk sendiri. Karena sudah terlalu lama sendiri, akhirnya dia susah untuk percaya dengan orang lain lagi. Sehingga saat PDKT, tanpa sadar dia tak nyaman untuk membuka hati maupun berbagi isi hati. Akhirnya, gebetan pun bakal mikir dia nggak asik, dia pun nggak bakal mikir gebetannya nggak asik. Gagal deh. Akhirnya dia nggak pernah ketemu dengan orang yang cocok.
Trauma Pernah ngejalanin hubungan yang sangat menyenangkan dengan seseorang. Hingga dia pun mempercayakan masa depannya kepada orang itu. Di saat dia sayang-sayangnya, ternyata orang yang dia percaya itu pergi gitu aja ninggalin dia. Dia pun kapok untuk percaya dan sayang sama orang lagi, sehingga dia memilih untuk hidup sendiri.
Biasanya sih cewek yang lebih mudah trauma. Soalnya cewek akan malas untuk PeDe lagi sama orang baru, nunjukin hal-hal yang dia sembunyiin kepada orang baru, atau kenalan lagi sama keluarga baru. Siklus itu adalah siklus yang cukup berat buat cewek, soalnya pada dasarnya mereka adalah makhluk yang pemalu, tidak seterbuka cowok. Mereka cuma mau melakukan hal-hal itu kepada orang yang bener-bener mereka percaya. Tapi ya gitu deh.. Membangun kepercayaan itu tak sesusah mempertahankan kepercayaan. Namun yang lebih berat lagi adalah mengembalikan kepercayaan.
Tapi, menurut gue, hidup memang seperti itu. Kita harus tahu rasanya kecewa, agar kita tahu bagaimana cara menjaga saat dipercaya. Kita tidak boleh terjebak dalam trauma. Mungkin ini klise, tapi kalo kita terjebak di masa lalu, bagaimana mungkin siap menerima masa depan yang lebih indah? Kalo kita selalu terduduk jongkok setelah dikecewakan dunia, bagaimana kita bisa mencapai jalan menuju surga?
Terjebak Me-time Ini alasan yang sebenernya gue banget. Gue adalah tipikal orang yang kadang lebih nyaman di saat sendiri. Gue kadang nggak suka berada di keramaian. Kadang gue menemukan kedamaian dalam sepi. Bahkan, gue bisa merayakan kemerdekaan gue dalam sepi dengan cara pake kolor doang seharian di kamar gue yang gue tutup.
Terlalu lama melakukan rutinitas itu bikin gue males ketemu orang baru, males melakukan hal-hal baru, dan ntah kenapa gue nggak bosen sepanjang weekend diisi dengan estafet nonton film dan nulis postingan baru. Gue takut kalopun ada yang nyoba deket, dengan kebiasaan gue yang macam ini, dia nggak bakal ngerasa nyaman karena mungkin itu adalah kegiatan yang membosankan.
Ntah kenapa, makin tua usia gue, gue ngerasa semakin mengenal dunia dan manusia. Susah mencari orang yang benar-benar bisa dipercaya, susah membedakan orang yang benar-benar peduli, dan susah menemukan orang yang benar-benar tulus. Teman yang dulu akrab banget, dengan alasan finansial, bisa pergi. Teman yang dulu sehati, karena urusan karier bisa mencaci. Teman yang dulu sering tidur bareng, karena urusan asmara bisa tiba-tiba menciptakan prahara. Semua "siklus-penemuan-dan-kehilangan" itu membuat gue semakin ngerasa hambar dalam hubungan.
Ya, gue takut kehilangan lagi. Itulah kenapa, gue malas untuk memiliki.
Mungkin itu terdengar menyedihkan, tapi ntah kenapa, gue nggak ngerasa sedih maupun kesepian. Kesendirian dan kesepian itu berbeda. Kesepian itu tidak selalu terjadi di saat sedang sendiri. Kesepian itu adalah di saat ada banyak orang di sekitar, namun tidak ada yang bisa mengerti. So, I've tried to understand myself.
Oke, itu curhatan gue hari ini. Lo yang lagi milih untuk sendiri, alasan lo apa? Dan lo yang udah sukses meninggalkan kesendirian, saran lo apa? Share di comment box ya! Semoga kita bisa saling membantu sesama. Ciao!
 •  flag
0 comments
like  • 
Published on July 19, 2014 10:45 • 21 views

Alit Susanto's Blog

Alit Susanto
Alit Susanto isn't a Goodreads Author (yet), but he does have a blog, so here are some recent posts imported from his feed.
Follow Alit Susanto's blog with rss.