|
|
|
|
|
lagi diterjemahin... sabar yah :) masih seru seperti seri-seri sebelumnya kok
|
|
|
misterius, sadis, penuh teka-teki.
waktu nerjemahin buku ini butuh persiapan mental secara khusus (halah) karena ada banyak adegan sadis, dan umpatan yang bertaburan di seluruh bagian buku (tapi aku cuma berani pakai kata 'sialan', 'keparat', dan 'baj...more
misterius, sadis, penuh teka-teki.
waktu nerjemahin buku ini butuh persiapan mental secara khusus (halah) karena ada banyak adegan sadis, dan umpatan yang bertaburan di seluruh bagian buku (tapi aku cuma berani pakai kata 'sialan', 'keparat', dan 'bajingan' untuk menerjemahkan umpatan-umpatan yang arti harfiahnya jauh lebih buruk dari itu :D )(less)
|
|
|
Ini adalah novel terjemahanku yang ketiga :)
Masih melanjutkan cerita dari buku sebelumnya. Dee kini berbalik menjadi buronan para Tetua untuk dihukum karena telah sekian kali gagal melaksanakan tugas menangkap Flamel dan si Kembar. Dee tidak lagi mem...more
Ini adalah novel terjemahanku yang ketiga :)
Masih melanjutkan cerita dari buku sebelumnya. Dee kini berbalik menjadi buronan para Tetua untuk dihukum karena telah sekian kali gagal melaksanakan tugas menangkap Flamel dan si Kembar. Dee tidak lagi membutuhkan lembaran Codex yang ada di tangan Josh, dia membangun rencananya sendiri. Untuk melaksanakan rencana itu dia memerlukan kekuatan si Kembar. Sehingga dia masih terus mengejar-ngejar si Kembar. Sedangkan pasangan Flamel kini memusatkan perhatian melatih si Kembar dengan lebih banyak lagi ilmu untuk merebut kembali Codex dan menggagalkan rencara para Tetua Gelap yang ingin menguasai kembali dunia.
Dengan gaya dan ramuan cerita yang masih seperti buku sebelumnya dalam serial "The Secret of the Immortal Nicholas Flamel", Michael Scott menyusun buku ini dengan multiplot yang beritme cepat. Adegan demi adegan bergulir silih berganti dalam jarak waktu yang tidak terlalu lama, dengan kejutan-kejutan yang kadang tidak tertebak. Michael Scott memang cukup piawai meramu cerita yang seru dengan kemampuan imajinasinya yang luas.
Buku keempat ini terasa agak mengendur actionnya. Itu karena Perenelle dan Nicholas semakin melemah karena menua dengan cepat sehingga tidak dapat berbuat banyak. Sementara Sophie dan Josh memang semakin menguasai kemampuan sihirnya, tapi seiring dengan terkuaknya masa lalu pasangan Flamel tentang apa yang mereka lakukan terhadap pasangan kembar yang lain, keduanya mulai diliputi kebimbangan. Tidak yakin harus berada di pihak mana. Sedangkan tokoh yang lain dalam keadaan terkungkung, Scathach dan Joan masih tersesat di masa lalu, dan Dr. John Dee harus bersembunyi dari kejaran para Tetua Gelap.
Karakter yang ditampilkan semakin banyak, karakter baru dimunculkan sedangkan karakter lama masih dipertahankan, sehingga terasa agak terlalu ramai. Selain tokoh utama pasangan Flamel dan si Kembar, dari buku satu ada Dee, Scathach, dan Penyihir Endor; dari buku dua masih bertahan Machiavelli, Saint Germaine, dan Joan of Arc; dari buku tiga ada Palamedes, William, dan Billy the Kid. Semuanya muncul kembali di buku empat. Dan masih ditambah karakter baru: Aoife, Niten, Prometheus dan Virginia. Penuh sesak :p
Memang masih cukup seru, seperti biasanya, hanya saja agak tidak mengenakkan di ujung akhir cerita. Josh yang dari awal memang selalu menjengkelkan menutup cerita ini dengan sangat tidak menyenangkan. Sementara pada plot yang lain kisahnya digantung begitu saja dengan ending yang hambar. Di versi bahasa Inggris, disisipkan preview bab pertama dari buku berikutnya, "Warlock". Preview "Warlock" ini cukup menarik sehingga bisa sedikit mengangkat kekecewaan dari ending buku keempat ini. Cuma sayangnya di versi bahasa Indonesia sepertinya tidak akan diikut sertakan :(
Bagaimana pun, buat yang sudah mengikuti dari buku pertama, sudah pasti buku keempat ini tidak boleh dilewatkan. Dan pasti akan semakin geregetan untuk menunggu terbitnya buku kelima satu tahun lagi :D(less)
|
|
|
Tom Sawyer, cerita legendaris tentang seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun yang tinggal di tepian sungai Mississippi pada akhir abad ke-19. Seorang anak laki-laki dari keluarga sederhana yang hidup di masa yang masih serba sederhana. Namun...more
Tom Sawyer, cerita legendaris tentang seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun yang tinggal di tepian sungai Mississippi pada akhir abad ke-19. Seorang anak laki-laki dari keluarga sederhana yang hidup di masa yang masih serba sederhana. Namun hidupnya ternyata tidaklah sesederhana itu karena dia adalah anak yang kaya dengan imajinasi, banyak akal, dan gemar bertualang, sehingga banyak kejadian seru yang mewarnai kesehariannya.
Hari-hari kehidupan Tom adalah rentetan kisah dan petualangan yang menarik untuk diikuti. Mulai dari petualangan kecil saat Tom berhasil mengelabui teman-temannya untuk mengecat pagar rumahnya, namun di saat yang lain dia gagal membohongi Bibinya agar boleh tidak bersekolah. Lalu petualangan cintanya saat dia berhasil memikat Becky Thatcher, anak baru yang manis, dan juga kala hatinya hancur patah hilang harapan karena diabaikan. Dan petualangan sesungguhnya ketika dia memergoki sebuah peristiwa pembunuhan, kabur ke pulau dan dianggap sudah mati, hingga terlibat dalam perburuan harta karun. Kocak, mengharukan, sekaligus seru.
Kisah Si Anak Nakal
Ini adalah cerita yang mungkin di mata banyak orang adalah tentang seorang anak dengan label: 'nakal'. 'Nakal' pada anak-anak sebenarnya hanyalah sebuah penyaluran energi berlebih, dan juga penyaluran imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak yang belum banyak merasakan pengalaman kehidupan. Begitulah si Tom Sawyer ini, kebandelannya adalah karena dia memiliki energi dan rasa ingin tahu yang berlebih, ditambah dengan keinginan untuk tampil lebih menonjol di antara yang lain.
Mungkin beberapa pembaca dewasa akan merasa khawatir jika anak-anak seusia Tom membaca novel ini dan kemudian menjadikannya panutan. Masalahnya si Tom di buku ini diceritakan suka berbohong, menipu teman untuk kepentingan sendiri, minggat dari rumah, belajar merokok, hingga berusaha mencium teman perempuannya. Hehehe... Yah, tapi bukankah kehidupan yang sesungguhnya memang ada anak-anak yang seperti itu. Kalau dikhawatirkan akan jadi panutan, ya pintar-pintarlah para orang tua memberi pendampingan :)
Petualangan Menerjemahkan
Menjadi penerjemah buku ini untuk penerbit Atria adalah sebuah petualangan tersendiri. Awalnya nggak pede. Hah? buku klasik? susah nggak bahasanya? Trus dikirimkanlah naskah aslinya. Makin nggak pede. Hah? ini bahasa inggris dari planet mana? Tapi kok ya sok kepedean tetap nerima tantangan itu :p Dan hasilnya: satu bulan pertama mentok nggak bergerak di bab satu ... hahaha
Sumpah, baca versi aslinya bikin pusing kayak gasing. Mark Twain menuliskannya pakai bahasa inggris bercampur dengan bahasa slang Amerika abad pertengahan. Begitulah, udah bahasa slang, dari abad pertengahan pula yang sekarang udah nyaris nggak dipakai. Jadilah harus kelabakan cari referensi ke sana ke mari buat nerjemahinnya. Dan hampir di setiap paragraf, ada saja kata atau frasa tidak lazim yang harus dicari arti sebenarnya ke berbagai sumber. Bahkan kata-kata yang sekilas sepertinya dapat diterjemahkan harfiah, ternyata bisa jadi adalah sebuah idiom abad pertengahan yang beda artinya. Pusing gilak! :D Belum lagi harus nerjemahin puisi, prosa gak jelas, jampi-jampi, hingga bahasa bajak laut *tepok jidat*. Harusnya sih ini tugasnya mahasiswa atau lulusan sastra inggris kali ya, tapi entah kenapa aku nekat aja terus kerjain :D
Yang jelas aku sudah berusaha keras untuk menerjemahkan novel ini ke dalam bahasa indonesia yang lebih mengalir dan enak dibaca, tanpa menyimpang dari cerita aslinya. Semoga bisa menjadi bacaan menyenangkan :)(less)
|
Q Baihaqi added Goodreads to his Facebook Timeline
Add your books to Timeline!
learn more
|
"eh kapan ya.. di plurk kalo ga salah :D
"
|
"100 halaman per minggu kalo ngedit kali :p kalo nerjemah gak sanggup buuu....
"
|
|
|
|
|
Setelah terpesona dengan dua buku pertamanya, sungguh nggak nyangka bahwa buku ketiganya bakal jadi debutku sebagai penerjemah :D waktu ditawarin sempat mikir, sanggup ga ya? ah, sanggup aja. kapan lagi? :D
Sebenernya aku nggak terlalu suka banget den...more
Setelah terpesona dengan dua buku pertamanya, sungguh nggak nyangka bahwa buku ketiganya bakal jadi debutku sebagai penerjemah :D waktu ditawarin sempat mikir, sanggup ga ya? ah, sanggup aja. kapan lagi? :D
Sebenernya aku nggak terlalu suka banget dengan buku fantasi (buktinya belum pernah baca Harpot :p cuma nonton filmnya doang). Tapi karena dipengaruhi temen yang jadi penerjemah buku pertamanya :p dan dipengaruhi oleh desain sampulnya yang memang keren bener... akhirnya nyoba baca dan ternyata seru. Alur cepat dan beberapa plot cerita yang terjadi bersamaan bikin yang baca ikut terengah-engah sekaligus nggak sabar pengen tahu kelanjutannya. Michael Scott cukup kreatif membangun cerita dengan banyak kejutan. Menggabungkan dunia sihir dengan dunia modern, sekaligus menggabungkan dunia dongeng dengan sejarah dunia dalam satu cerita.
Dan menerjemahkan buku ketiga nggak terlalu banyak masalah, karena kalimat-kalimat Michael Scott tidak terlalu rumit. Hanya sekali-sekali harus searching tentang benda-benda sihir dan peralatan tempur kuno. Penerjemahan berjalan lancar dan selesai sesuai tenggat.. yay!
Cuman... ya ada cumannya. Baru ngerasa kalau menerjemahkan itu gak sama dengan sekedar membaca versi aslinya. Menerjemahkan itu harus memahami setiap kata yang ditulis penulis dan mengubahnya ke dalam bahasa kita. Nah.. dalam memahami detil demi detil itulah, baru kerasa ada banyak hal yang mengganggu di tulisan Michael Scott ini :p Sering banget aku merasa pengen toyor-toyor si Michael Scott karena susunan kalimat yang aneh, pilihan kata yang diulang-ulang, dan logika cerita yang maksa :p
Salah satu yang paling aku ingat, dia beberapa kali memakai ungkapan 'turning a full circle' saat tokohnya membalikkan badan. Itukan sama aja dengan kalimat 'memutar tubuh 360 derajat' yang berarti balik lagi ke posisi semula :p Hal yang lain, suka gemes kalo lagi berkelahi berhadap-hadapan eh.. malah ngobrol berlama-lama :)) Trus beberapa tokoh antagonis kalahnya kok gampang banget :p
Tapi secara keseluruhan, ceritanya seru kok :D Moga-moga hasil terjemahanku enak dibaca dan tidak membingungkan, thanks to Natnat yang udah ngasih kerjaan dan sekaligus jadi editor :)(less)
|