Avianti Armand





Avianti Armand

Author profile


gender
female

genre

About this author


Average rating: 3.77 · 311 ratings · 90 reviews · 6 distinct works
Negeri Para Peri
4.2 of 5 stars 4.20 avg rating — 70 ratings — published 2009
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Kereta Tidur
3.96 of 5 stars 3.96 avg rating — 51 ratings — published 2011
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Perempuan Yang Dihapus Namanya
3.82 of 5 stars 3.82 avg rating — 39 ratings — published 2010
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Arsitektur Yang Lain: Sebua...
4.12 of 5 stars 4.12 avg rating — 16 ratings — published 2011
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Haikk!
by
3.45 of 5 stars 3.45 avg rating — 11 ratings — published 2008
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
Dari Datuk ke Sakura Emas
by
3.4 of 5 stars 3.40 avg rating — 124 ratings — published 2011
My rating:
didn't like it it was ok liked it really liked it it was amazing
add to my books
More books by Avianti Armand…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“aku mencintaimu.
dan itu ternyata menyakitkan.
kamu tidak tahu betapa setiap kali kamu berpaling, aku sangat menderita.
aku seperti orang yang sedang menoreh nadi dan meneteskan darah perlahan-lahan.
semakin lama aku jadi semakin lemah hingga darah habis terkuras.
karena itu aku pergi…
aku harus menjauh darimu.”
Avianti Armand, Negeri Para Peri

“Membaca Kitab Suci buat saya adalah memasuki labirin. Ada ilusi dari sebuah jalan yang lempang dan lurus dengan sebuah 'pusat' - 'akhir yang tertebak, sementara dalam kenyataannya, labirin adalah lorong-lorong sempit. Kita hanya bisa maju atau mundur. Dinding-dinding masif di kanan kiri. Selalu berbelok dan menikung tak terduga.
... Dalam labirin itu, fakta dan fiksi berkait, dunia berkelindan dengan kata-kata. Dan kata-kata tersebut menyajikan semesta yang gumpil - tak utuh, tak sepenuhnya benar, dan menyembunyikan sesuatu yang kita belum tahu.
Kitab suci, seperti juga labirin, bukanlah sebuah peta - proyeksi dua dimensi dari garis dan kurva yang saling bertaut. Peta, hanya sebuah abstraksi, sekumpulan tanda dan legenda yang tak sanggup menggantikan pengalaman. Sementara itu dalam kitab suci, seperti juga labirin, selalu ada misteri yang tidak menuntut untuk dipecahkan, melainkan dialami. Berkali-kali.”
Avianti Armand, Perempuan Yang Dihapus Namanya



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Avianti to Goodreads.