Anindita S. Thayf





Anindita S. Thayf

Author profile


born
in Makassar, Indonesia
April 05, 1978

gender
female

genre


About this author

Anindita Siswanto Thayf. Lahir di Makassar, 5 April 1978. Jatuh cinta pertama kali dengan buku sejak usia taman kanak-kanak hingga sekarang. Mengawali kegiatan menulis karena suka berkhayal. Memilih menjadi penulis karena sudah bosan menunggu lamaran kerjanya diterima. Tanah Tabu adalah novelnya yang meraih juara pertama dalam sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta 2008.

Lulusan Teknik Elektro Universitas Hasanudin, Makassar, ini kerap dilanda grogi kalau diminta bicara di depan umum. Guna mendukung kegiatan berkhayal dan proses menulisnya, kini dia tinggal di Lereng Merapi yang sepi dan dikelilingi kebun salak pondoh bersama suami.


Average rating: 3.74 · 461 ratings · 100 reviews · 5 distinct works · Similar authors
Tanah Tabu
3.83 of 5 stars 3.83 avg rating — 408 ratings — published 2009
Rate this book
Clear rating
Love in B Minor
2.83 of 5 stars 2.83 avg rating — 23 ratings
Rate this book
Clear rating
R 'n B: Love in The Jungle
3.45 of 5 stars 3.45 avg rating — 11 ratings — published 2008
Rate this book
Clear rating
Jejak Kala
2.82 of 5 stars 2.82 avg rating — 11 ratings — published 2009
Rate this book
Clear rating
Tirai Hujan
3.25 of 5 stars 3.25 avg rating — 8 ratings — published 2006
Rate this book
Clear rating
More books by Anindita S. Thayf…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

“Mimpi buruk adalah ketika kau menemukan dirimu berada di tengah kenyataan yang tidak menyediakan tempat untukmu bersembunyi dan melarikan diri dari keburukannya”
Anindita S. Thayf, Tanah Tabu

“Gunung itu bukan sagu. Bukan buah merah. Tidak diperjualbelikan. Tanah kita keramat, Nak. Tabu. Diciptakan Yang Kuasa khusus untuk kita, tahukah kau kenapa? Sebab Dia tahu kita bisa diandalkan untuk menjaganya.”
Anindita S. Thayf, Tanah Tabu

“Kalau ada orang yang datang kepadamu dan bilang dia akan membuatmu jadi lebih kaya, bantingkan saja pintu di depan hidungnya. Tapi kalau orang itu bilang ia akan membuatmu lebih pintar dan maju, suruh dia masuk. Kita boleh menolak uang karena bisa saja ada setan yang bersembunyi di situ. Namun hanya orang bodoh yang menolak diberi ilmu cuma-cuma. Ilmu itu jauh lebih berharga daripada uang, Nak. Ingat itu”
Anindita S. Thayf



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Anindita to Goodreads.