<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<author>
  
  <id>1876650</id>
  <name><![CDATA[Jia Effendie]]></name>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/1876650.Jia_Effendie]]></link>
  <fans_count type="integer">1</fans_count>
  <followers_count type="integer">0</followers_count>
  <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1231401447p5/1876650.jpg]]></image_url>
  <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1231401447p2/1876650.jpg]]></small_image_url>
  <about><![CDATA[]]></about>
  <influences><![CDATA[]]></influences>
  <gender>female</gender>
  <hometown>Garut</hometown>
  <born_at>1983/06/21</born_at>
  <died_at></died_at>
  
    <user>
  <id type="integer">1598290</id>
</user>

  
  <books>
        <book>
  <id type="integer">4497639</id>
  <isbn nil="true"></isbn>
  <isbn13>9789791810340</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">3</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Nyonya Perca]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1223439041m/4497639.jpg</image_url>
  <small_image_url>http://photo.goodreads.com/books/1223439041s/4497639.jpg</small_image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/4497639.Nyonya_Perca</link>
  <average_rating>4.00</average_rating>
  <ratings_count>5</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Malam tak pernah mati di tempat itu. Gelap itu seutuhnya di dalam sarcofagusku. Aku dengar dengkur di luar batu belahku yang mulai membuka perlahan seperti kerang mutiara. Rembulan bulat ganjil memantulkan cahaya putih yang tak berguna bagi penerangan, tetapi jauh lebih baik daripada tadi. Makhluk itu berbaring disana. Makhluk itu tak tampak seperti sebentuk makhluk. Ia tampak seperti seonggok potongan kain perca sampah yang dekil!<br/><br/>Aku keluar pelan-pelan, lalu lari sekencang-kencangnya. Cahaya dari kejauhan itu mulai mendekat saat kudengar raung amarah dari suara yang kini tak asing buat telingaku.<br/><br/>***<br/><br/>Berikan setumpuk kertas ke Jia, maka ia akan langsung menulis cerita dengan ide-ide cemerlang yang tidak biasa, dengan cara penuturan yang begitu deskriptif. Cobalah membaca 'Perkara Mengirim Senja' dan 'Nyonya Perca', endingnya sungguh tak terduga. Mengirim sinyal &quot;wow&quot; di otak saya. Coba saja membaca semuanya, anda pasti akan mengerti.<br/>-- gina tasya, sekretaris, blogger iseng, pengrajin musiman –<br/><br/>10.000 orang pernah punya impian selagi mereka kanak-kanak<br/>1.000 orang menyimpan impian tersebut dengan rapi di relung-relung hati mereka hingga dewasa<br/>100 orang memutuskan untuk mengejar impiannya<br/>10 orang akhirnya berhasil membuat impian tersebut jadi nyata dan mungkin hanya<br/>1 orang yang dapat menginspirasikan orang lain untuk terus mengejar impian mereka dengan caranya sendiri.<br/><br/>Jia Effendie adalah 1 orang tersebut bagi saya.<br/>- syanthy c. salim, lawyer, a thinker, a life writer, a fulltime dreamer -<br/><br/>Kalau dalam kehidupan nyata orang sering dipermainkan realitas, Jia justru mempermainkan realitas dalam cerpen-cerpennya. Selain cerita-cerita percintaan yang (sering) lucu, ada bau-bau “dark fantasy”, ‘surrealis’, bahkan supernatural, tapi tetap saja tersajikan dengan gaya chiklit.<br/>- slamet widodo, pembaca buku, pekerja televisi -<br/><br/>Cerita-cerita pendek karya Jia ini begitu menggoda untuk dinikmati. Kesegaran yang mencerminkan kemudaan penulisanya, jalinan kalimat yang mengalir tajam dan memikat, serta kejutan-kejutan kecil yang senantiasa menanti di setiap akhir ceritanya menjanjikan sebuah petualangan membaca yang menyenangkan.<br/>-berliani m. nugrahani, penerjemah The Kite Runner dan Middlesex-<br/><br/>Jia, seorang yang hampir saja Gemini, bertutur dalam berbagai bentuk dan fantasi. Menyandang black belt dalam autis, membuat Jia mampu berkelana dari skenario satu ke lainnya secara simultan. Ibarat klorofil yang memerlukan matahari, Jia butuh menulis. Persis seperti yang terungkap dalam cerpennya ketika diminta berhenti menulis, ”Nggak bisa, aku bisa mati!”<br/>-ahmad ulya, gemini yang (tentu saja) tulen, Presiden Direktur voltras travel-]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>1876650</id>
        <name><![CDATA[Jia Effendie]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1231401447p5/1876650.jpg]]></image_url>
    <small_image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1231401447p2/1876650.jpg]]></small_image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/1876650.Jia_Effendie]]></link>
    <average_rating>4.00</average_rating>
    <ratings_count>5</ratings_count>
    <text_reviews_count>3</text_reviews_count>
  </author>
  </authors>  <published>2008</published>
</book>

      <books>
</author>
</GoodreadsResponse>