Abdurahman Faiz
>
Quotes
See if your friends have read any of Abdurahman Faiz's books.
Sign up »
Abdurahman Faiz quotes (showing 1-18 of 18)
“Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu.
: Aku ingin orang itu selamanya aku. ”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
: Aku ingin orang itu selamanya aku. ”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Buku adalah sahabat paling setia
rela mendampingi sepanjang waktu
di mana pun aku berada
tanpa pernah memikirkan dirinya.”
― Abdurahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta
rela mendampingi sepanjang waktu
di mana pun aku berada
tanpa pernah memikirkan dirinya.”
― Abdurahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta
“
Harry Potter,
Sudahkah kau temukan
ramuan rahasia itu
agar seluruh orang di dunia
bisa saling cinta?”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
Harry Potter,
Sudahkah kau temukan
ramuan rahasia itu
agar seluruh orang di dunia
bisa saling cinta?”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
“Menjadi presiden itu
berarti melayani dengan segenap hati
rakyat yang meminta suka
dan menyerahkan jutaan
keranjang dukanya
padamu...
”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
berarti melayani dengan segenap hati
rakyat yang meminta suka
dan menyerahkan jutaan
keranjang dukanya
padamu...
”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
“Pada setiap napasnya
bunda membuat matahari baru
dalam jiwamu”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
bunda membuat matahari baru
dalam jiwamu”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Buku yang kubaca
selalu memberi sayap-sayap baru.
Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan,
melintasi waktu dan peristiwa,
berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.”
― Abdurahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta
selalu memberi sayap-sayap baru.
Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan,
melintasi waktu dan peristiwa,
berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.”
― Abdurahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta
“Surga mungkin sebuah perpustakaan raksasa yang semua isinya terbuat dari coklat. Kau bisa membaca lalu memakan semuanya.”
― Abdurahman Faiz
― Abdurahman Faiz
“Ayah bunda,
kucintai kau berdua
seperti aku
mencintai surga...
”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
kucintai kau berdua
seperti aku
mencintai surga...
”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
“Aku selalu bermimpi
matahari melahirkan para guru
dan guru melahirkan para matahari...”
― Abdurahman Faiz, Guru Matahari
matahari melahirkan para guru
dan guru melahirkan para matahari...”
― Abdurahman Faiz, Guru Matahari
“Bunda,
engkau adalah puisi abadi
yang tak pernah kutemukan dalam buku...”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
engkau adalah puisi abadi
yang tak pernah kutemukan dalam buku...”
― Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia
“Merah putih masih merayap gelisah
mencari Hatta dalam jiwa dua ratus juta kita.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
mencari Hatta dalam jiwa dua ratus juta kita.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Bunda adalah yang terhebat di dunia
sebab ia melahirkan kehidupan
dan memberi nyawa pada kata cinta.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
sebab ia melahirkan kehidupan
dan memberi nyawa pada kata cinta.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Pada setiap napasnya
ayah memancangkan tiang-tiang asa
agar langkahmu sampai pada bianglala”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
ayah memancangkan tiang-tiang asa
agar langkahmu sampai pada bianglala”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Apakah cinta
selalu menyediakan airmata?”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
selalu menyediakan airmata?”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Ayah adalah yang teristimewa di dunia
sebab dari keringatnya
ia memberi tapak
untuk melangkah.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
sebab dari keringatnya
ia memberi tapak
untuk melangkah.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“
Tapi kitalah masa depan
kanak kanak yang harus menjalin airmata negeri
menjadi cahaya”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
Tapi kitalah masa depan
kanak kanak yang harus menjalin airmata negeri
menjadi cahaya”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Penyair tak mempunyai tugas lain
kecuali membaca kalbu semesta
dan menangkapnya
dengan hati, getar pena,
bahkan topimu.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
kecuali membaca kalbu semesta
dan menangkapnya
dengan hati, getar pena,
bahkan topimu.”
― Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil



