Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Sukarno.

Sukarno Sukarno > Quotes


Sukarno quotes (showing 1-19 of 19)

“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”
Sukarno
“Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.”
Sukarno, Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Muka Hakim Kolonial
“This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke!”
Sukarno
“I hate imperialism. I detest colonialism. And I fear the consequences of their last bitter struggle for life. We are determined, that our nation, and the world as a whole, shall not be the play thing of one small corner of the world”
Sukarno
“Apa yang sudah disepakati secara politik, jangan pernah diperdebatkan secara estetis.”
Sukarno
“ Learning without thinking is useless, but thinking without learning is very dangerous! ”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”
Sukarno
“Insinyur (Sarjana) yang bekerja pada orang lain itu (masuk dalam golongan) proletar. Karena ia menjual tenaganya (kepada orang lain) dan alat alat produksi yang dia gunakan untuk bekerja bukan menjadi hak miliknya.”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“l'exploitation de l'home par 'ihomme”
Sukarno
“Nasionalis yang sedjati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa tjinta akan manusia dan kemanusiaan”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.”
Sukarno
“Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara”
Sukarno
“Jang pertama-tama menjebabkan kolonisasi jalah selamanja kekurangan bekal-hidup dalam tanah-airnja sendiri, begitulah Dietrich Schafer berkata. Kekurangan rezeki, itulah jang mendjadi sebab rakjat-rakjat itu mendjajag negeri-negeri, dimana mereka bisa mendapat rezeki itu. Itulah pula jang membikin "ontvoogding"-nja negeri-negeri djadjahan oleh negeri-negeri jang mendjadjahnja itu, sebagai suatu barang jang sukar dipertjajainja. Orang tak akan gampang-gampang melepaskan bakul-nasinja, djika pelepasan bakul itu mendatangkan matinja!”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Dalam tahun 1882 Ernest Renan telah membuka pendapatnja tentang faham "bangsa" itu. "Bangsa" itu menurut pudjangga ini ada suatu njawa, suatu azas-akal, jang terdjadi dari dua hal: pertama-tama rakjat itu dulunja harus bersama-sama mendjalani suatu riwayat; kedua rakjat itu sekarang harus mempunjai kemauan, keinginan hidup mendjadi satu. Bukannja djenis (ras), bukannja pula batas-batas negeri jang mendjadikan "bangsa" itu.”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Bangsa itu adalah suatu persatuan perangai jang terdjadi dari persatuan hal-ichwal jang telah didjalani oleh rakjat itu.”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Nasionalisme itu jalah suatu itikad; suatu keinsyafan rakjat bahwa rakjat itu ada satu golongan, satu "bangsa"!”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Bahwa jang menjebabkan kolonisasi itu bukanlah keinginan pada kemasjhuran, bukan keinginan melihat dunia-asing, bukan keinginan merdeka, dan bukan pula oleh karena negeri rakjat jang mendjalankan kolonisasi itu ada terlampau sesak oleh banjaknja penduduk, sebagai jang telah diadjarkan oleh Gustav Klemm, akan tetapi asalnja kolonisasi ijalah teristimewa soal rezeki.”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Jang mendatangkan pemberontakan-pemberontakan itu biasanja bagian-bagian jang terketjil, dan bagian-bagian jang terketjil sekali.”
Sukarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Aku telah memperhatikan, kalau engkau membelah dada seseorang (laki-laki) termasuk aku sendiri maka akan terbatja dalam dadanja itu bahwa kebahagiaan dalam perkawinan baru akan tertjapai apabila si isteri merupakan perpaduan dari pada seorang ibu, kekasih dan seorang kawan. Aku ingin di ibui oleh teman hidupku. Kalau aku pilek, aku ingin dipidjitnja. Kalau aku lapar, aku ingin memakan makanan jang dimasaknja sendiri. Manakala badjuku kojak, aku ingin isteriku menambalnja.”
Sukarno, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia


All Quotes | Add A Quote
Play The 'Guess That Quote' Game

Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia Bung Karno
958 ratings
Sarinah: Kewajiban Wanita Dalam Perjuangan Republik Indonesia Sarinah
279 ratings
Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial Indonesia Menggugat
281 ratings