Helvy Tiana Rosa Helvy Tiana Rosa > Quotes


more photos (1)

Helvy Tiana Rosa quotes (showing 1-50 of 95)

“You are what you write.”
Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta
“Penderitaan yang sesungguhnya adalah ketika kamu kehilangan kepercayaan diri dan harapan. Ketika Allah tak ada dalam tujuan hidupmu ”
Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan
“Kesuksesan sejati adalah ketika kita membuat orang lain bahagia.”
Helvy Tiana Rosa
“Cinta yang suci menempatkan ukuran fisik hanya di nomor 10 dari 10 kriteria”
Helvy Tiana Rosa
“Ketika kau masih bertemu pagi
dan putuskan diri untuk berdiri menghadapi
berjuang dengan hati di jalan Illahi
maka saat itu
kau telah mengakhiri hari
dengan satu lagi kemenangan sejati

Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

Buku yang kau tulis adalah semacam jejak yang terus menyala di dunia, dan bisa menjadi cahaya akhiratmu.”
Helvy Tiana Rosa
“Sebab, apapun itu, bukankah hidup adalah untuk bergandeng tangan di jalan kebaikan dan membuat Allah tersenyum?”
Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

Sukses adalah ketika ada setitik engkau dalam binar orang lain”
Helvy Tiana Rosa
“Setiap hari cinta harus ditumbuhkan dengan berbagai cara. Cinta harus tumbuh menembus semua rintangan. Kuncup-kuncupnya tak boleh merekah semua seketika, untuk kemudian layu. Ranting dan pokoknya harus kuat menjulang. Cinta harus ditumbuhkan sepanjang usia dengan bunga-bunganya yang bertaburan di sepanjang jalan kesetiaan. Jalan yang ditapaki dengan riang di bumi dan semoga kelak mempertemukan kita kembali dengannya di surga”
Helvy Tiana Rosa

Membaca dan menulis membuatmu menjadi.”
Helvy Tiana Rosa
“Cinta dan memberi adalah dua kata sejati dalam kamus nurani”
Helvy Tiana Rosa
“Sebab musuh utama kita bukan penjajah atau bencana, tetapi ketakberdayaan yang beranak pinak dalam diri.”
Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan

Seperti apakah Anda? Menurut saya, paling tidak Anda adalah apa yang Anda tulis.”
Helvy Tiana Rosa
“Ternyata saya tak pernah benar-benar kalah, meski mungkin belum sampai pada menang”
Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta
“Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?”
Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta
“Para ibu selalu mempunyai tempat untuk menampung duka, lalu mengecupnya dan bangkit.”
Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan
“Aku ingin menjadi istrimu. Aku percaya pada apa yang kulakukan dan tak peduli bila terkesan aku yang melamarmu. Lagi pula apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami?”
Helvy Tiana Rosa
“Anak-anak saya kelak akan tumbuh di lingkungan tertentu. Bukankah seharusnya saya juga ambil bagian dalam mempersiapkan lingkungan yang akan tumbuh bersamanya?”
Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

Kita pun akan terus merangkai kata, menjelma kalimat kalimat yang kita tanam sepenuh cinta pada semesta. Semoga tumbuh menjadi berlian kecil di hati pembaca.”
Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

Ia akan pergi ke jalan yang paling cinta. Jalan yang tak pernah membedakan bau darah seseorang.”
Helvy Tiana Rosa, Lelaki kabut dan boneka =: Dolls and the man of mist
“Cinta adalah seberapa pandai kau menghapus airmata.”
Helvy Tiana Rosa, Mata Ketiga Cinta
“Rendah hati itu menghadirkan pendar sempurna yang tak pudar saat kau beranjak pergi. Mereka akan membingkainya”
Helvy Tiana Rosa

Puisi bisa menjadi semacam magnet yang melekatkan kita pada seseorang, bahkan bila kita membencinya. Puisi yang kita tak tulis tak akan perah mati, bahkan bila kita mati.”
Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta
“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”
Helvy Tiana Rosa
“Hidup adalah mempersembahkan yang terbaik bagi Allah dan tanah tumpah darah.”
Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan
“Islam itu indah. Islam itu cinta”
Helvy Tiana Rosa, Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali
“Merindukan bulan yang selalu karam di matamu,
aroma pinus dari hutan kenangan
yang kau tanam
di tubuhku...”
Helvy Tiana Rosa, Mata Ketiga Cinta

Plagiator sebenarnya hanyalah seorang pengecut yang ingin menjadi pengarang.”
Helvy Tiana Rosa
“Jangan ukur sukses dari pencapaian diri sendiri, tapi dari daya dan upaya kita untuk membuat orang lain berhasil dan bahagia.”
Helvy Tiana Rosa
“Bangunlah, Cinta.
Airmatamu bercahaya di dua pertiga malam....”
Helvy Tiana Rosa, Mata Ketiga Cinta
“Tak mungkin ada cinta yang bertahan tanpa interaksi, yang tegar tanpa interupsi.”
Helvy Tiana Rosa
“Saya menulis bukan hanya untuk dunia, tetapi juga demi akhirat saya.”
Helvy Tiana Rosa
“Kau hanyalah bayangan yang menarikan tari kebajikan untukku. Memahatkan senyap yang menggigil dalam kalbu.”
Helvy Tiana Rosa, Lelaki kabut dan boneka =: Dolls and the man of mist
“Kan sudah pernah kubilang padamu: aku tidak bisa mencintaimu dengan sederhana. Aku mencintaimu dengan semua kerumitan itu, pelik yang berkelip pelangi dari tiap rongga...”
Helvy Tiana Rosa
“Tulisan itu rekam jejak. Sekali dipublikasikan, tak akan bisa kau tarik. Tulislah hal-hal berarti yg tak akan pernah kau sesali kemudian.”
Helvy Tiana Rosa
“Di antara tantangan dalam menulis adalah berpikir sebagai pencipta sekaligus pembaca pada saat bersamaan.”
Helvy Tiana Rosa
“Setiap saat adalah masa untuk mencintai.”
Helvy Tiana Rosa
“Ketika bahasa tak lagi percaya pada kata
apakah yang masih bisa kita ucap?
: cinta

Ketika wajahmu tak lagi menampakkan
kening, mata, hidung dan mulut
apakah yang masih bisa kukecup?
: doa”
Helvy Tiana Rosa, Mata Ketiga Cinta
“Cinta sama dengan sastra: membutuhkan apresiasi, kreasi dan ekspresi.”
Helvy Tiana Rosa
“Kamilah ibu para yatim. Kamilah ibu para piatu. Kamilah ibu mereka yang menderita. Kami ibu dari semua jejak yang membekas di tanah ini!”
Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan
“Pembaca adalah jantung buku saya.”
Helvy Tiana Rosa
“Ketulusan adalah bahasa sejati bagi kecantikan.”
Helvy Tiana Rosa
“Tulus adalah: aku bahagia bila teman-temanku berhasil, sukses, mulia. Dan aku turut pedih bila mereka bersedih...”
Helvy Tiana Rosa
“Dan aku tak akan menyerah di jalan kebaikan. Tidak sekarang, tidak kapan pun.”
Helvy Tiana Rosa
“Kadang berbagai peristiwa, juga kenangan terasa kejam, tapi tugas pengarang adalah mengemas kisah-kisah itu dalam keterharuan, kebenaran dan keindahan yang padu...”
Helvy Tiana Rosa
“Menulis adalah memahat peradaban.”
Helvy Tiana Rosa
“Setiap saat aku bisa belajar untuk mencintai ia yang sungguh-sungguh mencintaiku lewat kebaikannya, lewat keindahan yang disampaikan banyak orang tentangnya dan ketaksempurnaan yang menjadikannya manusia.”
Helvy Tiana Rosa
“Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan. Melintasi taman paling rindu tempat kau bunuh kenangan kita berkali-kali. Dan sungguh aku tak akan pernah memberinya denyut nadi lagi agar hidup kembali, seperti tokoh-tokoh kartun, yang dulu kau tonton di televisi....”
Helvy Tiana Rosa
“Kau hampir tak pernah menghubungiku via ponsel, tapi setiap saat aku selalu saja melihat ponsel itu berkali-kali. Berharap ia berbunyi dan namamu yang tertera di sana. Lalu dengan agak menggigil aku berusaha melawan keinginanku sendiri, menyusun rencana-rencana tak selesai... untuk menjawab sapamu sedingin mungkin. Tapi tak ada bunyi. Tak. Kemudian pandanganku beralih pada blackberry dan lagi-lagi berharap kau pecahkan resah dalam sekali bip, padahal kau tak ada dalam kontak-ku. Maka bersama angin aku menggiring jeri, menyekap batin sendiri, memilin-milinnya menjadi puisi yang paling setia pada sunyi.”
Helvy Tiana Rosa
“Bagi seorang perempuan sepertinya, cukuplah kata: "masih" atau "tidak". Dengan mengucapkan satu saja dari dua kata itu, kau telah membebaskannya dari penantian, juga airmata.”
Helvy Tiana Rosa

« previous 1

All Quotes | Add A Quote
Play The 'Guess That Quote' Game

Akira: Muslim Watashi Wa Akira
398 ratings
buy a copy