quotes by Pramoedya Ananta Toer
(showing 1-25 of 25)
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?"
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai."
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"How simple life is. It's as simple as this: you're hungry and you eat, you're full and you shit. Between eating and shitting, that's where human life is found. - (Houseboy + Maid, in Tales from Djakarta)"
— Pramoedya Ananta Toer (Tales From Djakarta: Caricatures of Circumstances and their Human Beings)
— Pramoedya Ananta Toer (Tales From Djakarta: Caricatures of Circumstances and their Human Beings)
""seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan""
— Pramoedya Ananta Toer (This Earth of Mankind)
— Pramoedya Ananta Toer (This Earth of Mankind)
"Kalau mati, dengan berani; kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita."
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
""Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)"
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)
"A mother knows what her child's gone through, even if she didn't see it herself."
— Pramoedya Ananta Toer (The Girl From The Coast)
— Pramoedya Ananta Toer (The Girl From The Coast)
tags:
motherhood
6 people liked it
"Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam- tak ada kuping sudi suaranya."
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi."
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"Kita telah melawan Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya."
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
"Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri"
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"At the beginning of all growth, everything imitates."
— Pramoedya Ananta Toer (This Earth of Mankind)
— Pramoedya Ananta Toer (This Earth of Mankind)
"Barangsiapa muncul di atas masyarakatnya, dia akan selalu menerima tuntutan dari masyarakatnya-masyarakat yang menaikkannya, atau yang membiarkannya naik.... Pohon tinggi dapat banyak angin? Kalau Tuan segan menerima banyak angin, jangan jadi pohon tinggi"
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)
""Barang siapa tidak tahu bersetia pada azas, dia terbuka terhadap segala kejahatan: dijahati atau menjahati. (Mama, 4)"
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)
"Seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan,"
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"Tak pernah ada perang untuk perang. Ada banyak bangsa yang berperang bukan hendak keluar sebagai pemenang. Mereka turun ke medan perang dan berguguran berkeping-keping seperti bangsa Aceh sekarang ini...ada sesuatu yang dibela, sesuatu yang lebih berharga daripada hanya mati, hidup atau kalah-menang."
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"Such was the love of this grandson for his grandmother that two years after the death of his mother, when she herself fell gravely ill, he vowed to her that someday he would try to tell the world her life story.
'But why?' she asked humbly. 'I'm no one, just a girl from the coast'
'But you are everyone, Grandma,' the young Pramoedya told her. 'You are all the people who have ever had to fight to make this life their own."
— Pramoedya Ananta Toer (The Girl From The Coast)
'But why?' she asked humbly. 'I'm no one, just a girl from the coast'
'But you are everyone, Grandma,' the young Pramoedya told her. 'You are all the people who have ever had to fight to make this life their own."
— Pramoedya Ananta Toer (The Girl From The Coast)
"Seorang terpelajar itu harus adil, sejak dalam pikiran! [Bumi Manusia]"
— Pramoedya Ananta Toer
— Pramoedya Ananta Toer
"Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan."
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
"Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain."
— Pramoedya Ananta Toer (Jalan Raya Pos, Jalan Daendels)
— Pramoedya Ananta Toer (Jalan Raya Pos, Jalan Daendels)
tags:
indonesia
1 person liked it
""Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana""
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
— Pramoedya Ananta Toer (Bumi Manusia)
"Kau Pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, Pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus, harus bicara pada mereka , dengan bahasa yang mereka tahu"
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)


