<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<author>
  <id>943507</id>
  <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    
  <books start="1" end="7" total="7">
        <book>
  <id type="integer">2078968</id>
  <isbn>9799901006</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">6</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Antareja Antasena: Jalan Kematian Para Ksatria]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1230611327m/2078968.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/2078968.Antareja_Antasena_Jalan_Kematian_Para_Ksatria</link>
  <average_rating>3.58</average_rating>
  <ratings_count>12</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Kisah Diawal Perang Baratayudha yang patut anda simak. Karena kisah ini dipenuhi kontroversi. Benarkah Kresna benar-benar bertipu muslihat untuk meniadakan Antareja dan Antasena, hanya dalam rangka agar mereka tidak ikut dalam perang Baratayudha..? <br/><br/>Karena memang bisa dibayangkan, bila saja Antareja ikut terlibat dan turun ke medan perang, ribuan prajurit bisa mati hanya dalam sekejap oleh kesaktiannya sebagai keturunan bangsa ular. <br/><br/>Atau Antasena, yang dipercaya membalikkan dunia wayang pun bisa hanya dengan kedua telapak tangannya.. <br/><br/>Kisah pengorbanan yang tidak pernah terungkap, terjadi sebelum Baratayudha.]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>943507</id>
        <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1230584491p5/943507.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    <average_rating>3.50</average_rating>
    <ratings_count>22</ratings_count>
    <text_reviews_count>12</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

        <book>
  <id type="integer">2555895</id>
  <isbn>9799901421</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">2</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Kebaikan Kurawa: Mengungkap Kisah-kisah yang Tersembunyi]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1230611985m/2555895.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/2555895.Kebaikan_Kurawa_Mengungkap_Kisah_kisah_yang_Tersembunyi</link>
  <average_rating>3.33</average_rating>
  <ratings_count>6</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Dalam kisah pewayangan tokoh Kurawa mempunyai sifat buruk, jelek, jahat, dan tidak pantas dicontoh. Ternyata di sisi lain Kurawa mempunyai perilaku yang patut dicontoh. Seperti, Duryudana adalah anak sulung dari Kurawa yang bertanggung jawab, Dursasana adalah adik yang sangat patuh, Citraksa Citraksi adalah Kurawa yang sopan, Yuyutsu adalah satu-satunya Kurawa yang selalu mau belajar. Demikian pula Patih Sangkuni bagaimana ia sosok yang sejak kecil telah mengalami ketidakadilan di keluarganya dan sempat dipermalukan oleh Pandu.<br/><br/>Buku ‘Kebaikan Kurawa’ akan mengungkap kisah-kisah yang tersembunyi dari Kurawa. Menjelaskan watak Kurawa yang selama ini dianggap orang jahat, ternyata ada hal-hal yang patut dicontoh. Menggugat image atas Kurawa yang selama ini selalu dalam kondisi yang tidak menyenangkan.<br/><br/>Penguasaan penulis tentang dunia wayang, membuatnya begitu jeli mencermati bahwa sesungguhnya di sisi lain dunia Kurawa masih banyak kisah-kisah kebaikan Kurawa yang belum terungkap. Yang lebih penting, penulis memaparkan secara detail bagaimana latar belakang sejarah sehingga Kurawa dapat berlaku jahat, menyerang, arogan, bahkan akhirnya memusuhi Pandawa.<br/><br/>Buku kontroversial yang dikemas secara menarik, singkat, dan detail. Membaca buku ini, pembaca akan diajak secara terbuka memahami siapa dan bagaimana Kurawa yang sesungguhnya. Selain itu dapat menafsir dalam kehidupan tidak selamanya orang jahat itu dijauhi dan tidak patut dicontoh.]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>943507</id>
        <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1230584491p5/943507.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    <average_rating>3.50</average_rating>
    <ratings_count>22</ratings_count>
    <text_reviews_count>12</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

        <book>
  <id type="integer">2750687</id>
  <isbn>9799901251</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">1</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Narasoma: Ksatria Pembela Kurawa]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1230611654m/2750687.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/2750687.Narasoma_Ksatria_Pembela_Kurawa</link>
  <average_rating>4.00</average_rating>
  <ratings_count>2</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[“ Mengapa akhirnya saya harus membela Kurawa….?” itulah mungkin suara hati yang selalu terngiang di nurani Prabu Salya, terutama ketika menjalani hari demi hari perang dahsyat Baratayudha.<br/><br/> Sebuah perang yang begitu hebat, puluhan ribu orang tewas, ratusan ksatria senapati menemui ajal, karena Baratayudha, perang antar saudara ras bangsa Manusia yang seharusnya tak perlu terjadi.<br/><br/> Tapi bagi Salya, perang itu masih tidak seberapa. Peperangan yang sebenarnya, baginya sudah dimulai jauh sebelum Baratayudha. Bahkan sejak muda ketika dirinya masih dipanggil sebagai Narasoma.<br/><br/> Sebuah hingar bingar pertempuran yang terjadi dalam kurun waktu begitu lama, di kesunyian lubuk hati nurani dirinya. Salya, seorang raja besar Mandraka yang harus selalu mengalami pertentangan batin selama hidupnya.]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>943507</id>
        <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1230584491p5/943507.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    <average_rating>3.50</average_rating>
    <ratings_count>22</ratings_count>
    <text_reviews_count>12</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

        <book>
  <id type="integer">6404317</id>
  <isbn>9799636930</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">2</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[The Darkness of Gatotkaca]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1239978963m/6404317.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6404317-the-darkness-of-gatotkaca</link>
  <average_rating>3.00</average_rating>
  <ratings_count>1</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Gatotkaca adalah seorang patriot dengan kelahiran yang luar biasa. Kesaktian bangsa dewa mempercepat proses dewasanya. Dia adalah putra kedua Raden Bima, kerabat kedua Pandawa. Lahir dari ibu keturunan bangsa raksasa bernama Dewi Arimbi: seorang ibu yang hidup selamanya dalam kemelut rasa bersalah karena tidak pernah bisa menimang dan menemani masa kecil sang Gatotkaca.<br/><br/>Gatotkaca adalah seorang kesatria. Ia memiliki kesaktian yang luar biasa. Tak ada senjata yang mampu melukainya, kecuali satu, tombak Konta Wijayadanu. Senjata yang memang disiapkan menembus kulit tubuhnya. Dibuat pula oleh bangsa dewa.<br/><br/>Gatotkaca adalah seorang pahlawan. Dia menjadi benteng bagi semua keluarga dan sesepuhnya. Dia membela setiap jengkal wilayah negaranya. Dia sangat disiplin menjaga amanah. Loyal terhadap segala apa yang dijunjungnya. Membela setiap kebenaran. Menghancurkan setiap angkara murka.<br/>Tapi, Gatotkaca selalu hidup dalam kesendirian! Dia selalu memendam dan menekan setiap kecewa di dasar hatinya. Tak ada orang di sekitarnya yang diajaknya berbagi. Dia terlalu angkuh untuk bisa mengutarakan setiap perasaannya. Dia selalu menelan beban rasa bersalah dalam dirinya. Dia selalu merasa hidup sendiri di tengah kehangatan keluarganya: meaningless, lonely, stillness, and darkness…<br/><br/>Novel sisi gelap Gatotkaca ini disajikan dengan amat menggelora, penuh kejutan, ledakan emosi, dan sekaligus nestapa. Membaca novel epos ini, niscaya akan menghadirkan ide dan inspirasi pada kita semua untuk mencoba melihat dan menyelami masing-masing tokoh dan karakter dalam kehidupan ini: dari keteladanan, kemarahan, kesendirian, kecongkakan, kejujuran, integritas, pengorbanan, kebijaksanaan, kebimbangan, dendam, kekecewaan, dan pencarian makna dan tujuan hidup. ]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>943507</id>
        <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1230584491p5/943507.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    <average_rating>3.50</average_rating>
    <ratings_count>22</ratings_count>
    <text_reviews_count>12</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

        <book>
  <id type="integer">6017248</id>
  <isbn nil="true"></isbn>
  <isbn13>9789791791007</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">1</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Perjalanan Sunyi Bisma Dewabrata]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1230612213m/6017248.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6017248.Perjalanan_Sunyi_Bisma_Dewabrata</link>
  <average_rating>3.00</average_rating>
  <ratings_count>1</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Ketika tahta Hastinapura yang menjadi haknya, dilepaskannya.<br/><br/>Ketika dia bersumpah untuk tidak akan pernah menikah, agar tak ada keturunannya yang menuntut tahta Hastinapura.<br/><br/>Apalagi tujuan hidup yang tersisa, yang menjadi semangat hari demi hari menjalani hidupnya yang begitu lama.<br/><br/>Cerita tentang pengabdian Bisma Dewabarata yang menjadi cermin kehidupan kita.]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>943507</id>
        <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1230584491p5/943507.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    <average_rating>3.50</average_rating>
    <ratings_count>22</ratings_count>
    <text_reviews_count>12</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

        <book>
  <id type="integer">6071286</id>
  <isbn>9799901499</isbn>
  <isbn13 nil="true"></isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">0</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[The 7 Habits of Highly Effective People Versi SEMAR dan PANDAWA]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1231220854m/6071286.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6071286.The_7_Habits_of_Highly_Effective_People_Versi_SEMAR_dan_PANDAWA</link>
  <average_rating>0.0</average_rating>
  <ratings_count>0</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Tujuh Kebiasaan efektif Stephen Covey telah menginspirasi kita dan jutaan manusia dunia tentang bagaimana menjalani hidup yang efektif dan berkualitas. Dan kita sendiri hamper lupa, bahwa ajaran Covey telah termaknai dalam nilai-nilai budaya ketimuran yang tercermin dalam perilaku tokoh wayang Semar dan Pandawa.<br/><br/>Buku “The 7 Habits of Highly Effective People Versi SEMAR dan PANDAWA” akan memberikan inspirasi persis seperti pemikiran Covey tentang perubahan paradigma yang membawa individu atau kelompok agar lebih efektif dalam menjalani kehidupan. Bedanya buku ini tidak mengambil ide kepemimpinan dari paradigma dunia barat, tetapi lewat ajaran filosofis ketimuran dengan mengambil karakter dalam tokoh kisah pewayangan. Seperti Semar, dewa yang memilih menitis diri sebagai manusia merupakan sifat rendah hati.<br/><br/>Sifat ini identik dengan nilai kebesaran jiwa yang menyempurnakan tujuh kebiasaan efektif Stephen Covey. Kekompakan Pandawa merupakan pencerminan dari nilai “Sinergi”. Pilihan Yudhistira menerima permainan dadu identik dengan nilai “Berpikir Menang-Menang”. Kebiasaan ksatria menegmbangkan diri identik dengan nilai “Mengasah Gergaji” dan masih banyak ulasan menarik tentang tujuh kebiasaan efektif lainnya.<br/><br/>Alhasil, kelebihan buku ini dapat dengan mudah dicerna dan diaktualisasi karena memiliki nilai kedekatan emosi, sifat dan karakter ketimuran. Sehingga pada tingkatan aplikasi sangat mudah untuk dilakukan.<br/><br/>Editor Pinus]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>943507</id>
        <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1230584491p5/943507.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    <average_rating>3.50</average_rating>
    <ratings_count>22</ratings_count>
    <text_reviews_count>12</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

        <book>
  <id type="integer">6071304</id>
  <isbn nil="true"></isbn>
  <isbn13>9789791867603</isbn13>
  <text_reviews_count type="integer">0</text_reviews_count>
  <title>
    <![CDATA[Ilmu Kearifan Jawa]]>
  </title>
  <image_url>http://photo.goodreads.com/books/1231221325m/6071304.jpg</image_url>
  <link>http://www.goodreads.com/book/show/6071304.Ilmu_Kearifan_Jawa</link>
  <average_rating>0.0</average_rating>
  <ratings_count>0</ratings_count>
  <description>
    <![CDATA[Judul Buku : ILMU KEARIFAN JAWA, ajaran adiluhung leluhur<br/>Penulis : Pitoyo Amrih<br/>Tebal : 179 halaman<br/>Penerbit : Pinus – Yogyakarta<br/>ISBN : 978-979-18676-0-3<br/><br/>Kini jagad alam dan kehidupan telah banyak membawa petaka bagi manusia. Petaka terjadi karena manusia tidak lagi mengindahkan dirinya sebagai makhluk yang hidup bersinergi dengan sesamanya dan alam. Untuk itulah kita perlu kembali memahami ajaran para leluhur untuk saling menghargai dan menghormati di dalam menjaga jagad ini.<br/><br/>Kearifan-kearifan Jawa merupakan hal penting yang telah diwariskan para leluhur yang merupakan kesadaran lama untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian kehidupan manusia. Buku ini mengulas kearifan-kearifan leluhur Jawa dalam melihat tanda alam, kearifan dalam menggapai tujuan, kearifan saat didzalimi, kearifan saat lupa diri, kearifan saat menghadapi cobaan, dan kearifan dalam memimpin. Berbagai kearifan tersebut merupakan satu kesatuan penting yang harus diwarisi dan diamalkan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sekarang yang telah banyak menghadapi petaka.<br/><br/>Lebih menariknya, kearifan-kearifan Jawa yang sarat dengan makna kebijaksanaan tersebut diulas lewat sanepo-sanepo Jawa seperti : Kali Ilang Kedhunge, Murah Kang Sarwo Tinuku, Wani Ngalah Dhuwur Wekasane, Adigang Adigung Adiguna, Urip Sawang Sinawang, dan lain-lain. Diterangkan dengan jelas dan penuh penghayatan oleh penulis.<br/><br/>Buku yang akan menghantarkan kita kembali pada ajaran-ajaran adiluhung para leluhur yang sarat dengan makna dan bermanfaat bagi kita untuk menyelamatkan kehidupan manusia dari berbagai petaka.<br/><br/>Editor Pinus]]>
  </description>
<authors>
    <author>
    <id>943507</id>
        <name><![CDATA[Pitoyo Amrih]]></name>
    <image_url><![CDATA[http://photo.goodreads.com/authors/1230584491p5/943507.jpg]]></image_url>
    <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/author/show/943507.Pitoyo_Amrih]]></link>
    <average_rating>3.50</average_rating>
    <ratings_count>22</ratings_count>
    <text_reviews_count>12</text_reviews_count>
  </author>
  </authors></book>

      </books>
</author>
</GoodreadsResponse>